Ekosistem Real-World Assets (RWA) baru saja mencatatkan rekor baru. Dalam waktu kurang dari dua minggu sejak peluncurannya, Robinhood Chain mencatatkan lonjakan signifikan pada aktivitas saham terenkripsi (tokenized stocks). Nilai aset dunia nyata di jaringan ini melesat hingga menyentuh angka $70 juta (sekitar Rp1,1 triliun)—sebuah kenaikan lima kali lipat dibandingkan periode awal peluncuran.
Meskipun aktivitas bursa terdesentralisasi (DEX) di jaringan tersebut masih didominasi oleh memecoin dan stablecoin, data on-chain menunjukkan bahwa transaksi berukuran besar pada aset saham mulai tumbuh pesat.
Momentum Saham Terenkripsi: GameStop dan Nvidia Memimpin
Berdasarkan data dari DefiLlama, pangsa aset RWA di Robinhood Chain awalnya hanya berkisar 4%. Namun, volume perdagangan harian untuk saham ekuitas yang ditokenisasi merangkak naik tajam:
-
GameStop (Tokenized): Mencatatkan volume transaksi harian tertinggi, yakni sekitar $26,6 juta.
-
Nvidia (Tokenized): Menyusul di posisi kedua dengan volume $14 juta.
-
SpaceX (Tokenized): Berada di urutan berikutnya dengan volume harian $6,4 juta.
Saat ini, setidaknya ada 12 saham terenkripsi yang rutin memproses volume harian di atas $500.000, di mana 5 di antaranya telah berhasil melampaui ambang batas $1 juta per hari.
Pertumbuhan Ekosistem: TVL Tembus $312 Juta
Kenaikan pada sektor RWA turut mendorong performa Robinhood Chain secara keseluruhan:
-
Total Value Locked (TVL): Berada di kisaran $312 juta, melonjak tiga kali lipat sejak pertengahan Juli.
-
Volume DEX Harian: Konsisten merangkak naik melebihi $600 juta.
-
Total Transaksi: Token Terminal mencatat lebih dari 138 juta transaksi dalam 30 hari terakhir.
Sisi Lain Jaringan: Kendati tren RWA tumbuh positif, spekulasi memecoin masih memegang porsi terbesar. Token seperti Hoodrat, Vladhood, dan Swole Doge dilaporkan masih mendominasi peringkat teratas DEX Screener berdasarkan volume harian.
Banjir Investasi dan Persaingan Infrastruktur
Melihat derasnya pertumbuhan pengguna dan volume perdagangan di Robinhood Chain, para pengembang infrastruktur mulai berbondong-bondong mengucurkan modal:
-
Pendanaan Memecoin.Fun ($3,5 Juta)
Platform ini mengamankan pendanaan strategis senilai $3,5 juta yang dipimpin oleh Becker Ventures, bersama BitValue Capital, Mason Labs, Negentropy Capital, dan Billy Wen. Transaksi ini diselesaikan menggunakan token USDG. Dana tersebut dialokasikan untuk membangun launchpad, infrastruktur bridge cross-chain, serta riset platform multichain berbasis memecoin.
-
Upgrade Pons V2
Proyek Pons mengumumkan rencana pembaruan V2. Fitur baru ini mencakup bonding curve berbasis Ether, integrasi Uniswap V4, insentif royalti pencipta ETH, hingga pasangan perdagangan (trading pairs) yang terhubung langsung dengan tokenized RWAs.
Metrik Pengguna dan Prospek Masa Depan
Sebelumnya, data jaringan mencatat bahwa Robinhood Chain telah mengunci hampir $400 juta dalam bentuk stablecoin dengan TVL puncak mencapai $431 juta hanya dalam kurun tiga minggu.
Laporan FalconX (memanfaatkan data Artemis) mengungkapkan:
-
Jaringan ini memproses rata-rata 6 juta transaksi per hari.
-
Memiliki lebih dari 250.000 pengguna aktif harian (Daily Active Users).
-
Melampaui beberapa metrik aktivitas milik jaringan pesaing seperti Base dari Coinbase.
Kesimpulan
Meskipun memecoin masih menyumbang lebih dari 80% total perdagangan DeFi di Robinhood Chain, pertumbuhan saham terenkripsi sebesar 500% membuktikan bahwa institusi dan pemodal ritel mulai mengadopsi RWA secara nyata. Kombinasi antara spekulasi ritel dan adopsi instrumen keuangan tradisional ini menjadikan Robinhood Chain salah satu Layer-2 paling menarik untuk dicermati tahun ini.












