Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Kripto

Bitcoin Rp1,14 Triliun Raib! Bug di Dompet Coldcard Dimanfaatkan Hacker, Pengguna Diminta Segera Pindahkan Aset

badge-check


					coldcard Perbesar

coldcard

Kasus peretasan yang menimpa pengguna dompet hardware Coldcard ternyata lebih besar dari perkiraan awal. Perusahaan investasi aset digital Galaxy Digital mengungkap nilai Bitcoin yang berhasil dicuri hacker mencapai sekitar US$70 juta atau setara Rp1,14 triliun (kurs Rp16.350 per dolar AS).

Dilansir dari cryptonews.net, pencurian tersebut terjadi akibat celah keamanan pada firmware Coldcard yang membuat proses pembuatan recovery phrase atau frasa pemulihan menjadi jauh lebih mudah ditebak dibanding seharusnya.

Menurut tim riset Galaxy Digital, sebagian besar aset korban berhasil dikuras hanya dalam waktu kurang dari satu jam.

Serangan Berlangsung Sangat Cepat

Dalam laporan analisisnya, Galaxy Digital menjelaskan bahwa seluruh rangkaian serangan berlangsung hanya sekitar 41 menit dan tercatat di enam blok jaringan Bitcoin.

Menariknya, terdapat tiga blok di antaranya yang sama sekali tidak memuat transaksi pencurian. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku tidak mengirim transaksi secara terus-menerus, melainkan dalam beberapa gelombang sekaligus.

Pola tersebut menunjukkan serangan telah dipersiapkan dengan matang sebelum dieksekusi.

Galaxy Digital juga memperingatkan bahwa aksi serupa masih berpotensi terjadi apabila pengguna belum memindahkan aset mereka dari alamat Bitcoin yang dibuat menggunakan firmware Coldcard yang terdampak.

Korban Didominasi Investor Individu

Analisis Galaxy Digital menunjukkan jumlah korban memang didominasi oleh dompet yang hanya menyimpan kurang dari 1 Bitcoin.

Namun dari sisi nilai kerugian, sebagian besar dana yang dicuri berasal dari dompet dengan saldo antara 1 hingga 50 Bitcoin.

Karakteristik ini menunjukkan mayoritas korban merupakan investor individu yang menyimpan aset secara mandiri (self-custody), bukan institusi besar maupun bursa kripto.

Dengan kata lain, target utama hacker adalah para pemilik Bitcoin yang memilih menyimpan aset sendiri menggunakan hardware wallet.

Bug Berasal dari Firmware Coldcard

Masalah ini berawal dari bug pada firmware Coldcard yang menyebabkan perangkat tidak menghasilkan tingkat keacakan (randomness) yang optimal saat membuat recovery phrase.

Recovery phrase merupakan kumpulan kata rahasia yang menjadi kunci utama untuk mengakses kembali dompet Bitcoin apabila perangkat hilang atau rusak.

Karena tingkat keacakannya berkurang, recovery phrase menjadi jauh lebih mudah ditebak menggunakan teknik komputasi tertentu. Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk merekonstruksi private key dan mengambil alih aset para korban.

Coinkite Minta Maaf dan Rilis Pembaruan Darurat

Menanggapi insiden tersebut, Coinkite, perusahaan pembuat Coldcard, mengakui sepenuhnya kesalahan yang berasal dari firmware perangkat mereka.

Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna yang terdampak sekaligus merilis pembaruan darurat untuk seluruh model Coldcard.

Firmware terbaru yang telah tersedia meliputi:

  • Coldcard Mk3: versi 4.2.0 atau lebih baru.
  • Coldcard Mk4 dan Mk5: versi 5.6.0 atau lebih baru.
  • Coldcard Q: versi 1.5.0Q atau lebih baru.

Pembaruan tersebut menghilangkan jalur perangkat lunak yang rentan dan memastikan seluruh recovery phrase baru dibuat menggunakan True Random Number Generator (TRNG) pada perangkat keras, sehingga menghasilkan tingkat keacakan maksimal.

Update Firmware Saja Tidak Cukup

Meski telah merilis firmware terbaru, Coinkite menegaskan bahwa memasang pembaruan saja tidak otomatis membuat dana pengguna aman.

Pengguna yang pernah membuat recovery phrase menggunakan firmware yang terdampak tetap berisiko menjadi korban.

Karena itu, seluruh pengguna disarankan segera membuat recovery phrase yang benar-benar baru menggunakan firmware terbaru, lalu memindahkan seluruh Bitcoin ke alamat dompet baru.

Langkah tersebut dinilai menjadi satu-satunya cara untuk memastikan aset tidak lagi menggunakan recovery phrase yang berpotensi telah diketahui atau dapat ditebak oleh pelaku.

Keamanan Self-Custody Kembali Disorot

Insiden ini menjadi salah satu kasus terbesar yang menimpa pengguna hardware wallet Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir.

Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa keamanan aset digital tidak hanya bergantung pada perangkat keras, tetapi juga pada kualitas firmware yang digunakan untuk menghasilkan recovery phrase.

Bagi investor yang masih menggunakan Coldcard dengan firmware lama, para pakar keamanan menyarankan agar segera melakukan migrasi aset sebelum muncul gelombang serangan berikutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun

5 September 2026 - 10:26 WIB

Chainlink

Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya

5 September 2026 - 10:17 WIB

Michael Saylor

AS Bentuk Satgas Quantum, Ancaman 7 Juta Bitcoin Rentan Serangan Komputer Kuantum Masuk Perhatian Departemen Keuangan

26 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Bitcoin

Bitcoin Tembus Rp1,1 Miliar, Analis Sebut Permintaan ETF Jadi Penentu

21 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Michael Saylor Sebut Bitcoin sebagai Solusi Rekayasa untuk Menyimpan Nilai Ekonomi

16 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Michael Saylor
Trending di Kripto