Kasus peretasan yang menimpa pengguna dompet hardware Coldcard ternyata lebih besar dari perkiraan awal. Perusahaan investasi aset digital Galaxy Digital mengungkap nilai Bitcoin yang berhasil dicuri hacker mencapai sekitar US$70 juta atau setara Rp1,14 triliun (kurs Rp16.350 per dolar AS).
Dilansir dari cryptonews.net, pencurian tersebut terjadi akibat celah keamanan pada firmware Coldcard yang membuat proses pembuatan recovery phrase atau frasa pemulihan menjadi jauh lebih mudah ditebak dibanding seharusnya.
Menurut tim riset Galaxy Digital, sebagian besar aset korban berhasil dikuras hanya dalam waktu kurang dari satu jam.
Serangan Berlangsung Sangat Cepat
Dalam laporan analisisnya, Galaxy Digital menjelaskan bahwa seluruh rangkaian serangan berlangsung hanya sekitar 41 menit dan tercatat di enam blok jaringan Bitcoin.
Menariknya, terdapat tiga blok di antaranya yang sama sekali tidak memuat transaksi pencurian. Hal ini mengindikasikan bahwa pelaku tidak mengirim transaksi secara terus-menerus, melainkan dalam beberapa gelombang sekaligus.
Pola tersebut menunjukkan serangan telah dipersiapkan dengan matang sebelum dieksekusi.
Galaxy Digital juga memperingatkan bahwa aksi serupa masih berpotensi terjadi apabila pengguna belum memindahkan aset mereka dari alamat Bitcoin yang dibuat menggunakan firmware Coldcard yang terdampak.
Korban Didominasi Investor Individu
Analisis Galaxy Digital menunjukkan jumlah korban memang didominasi oleh dompet yang hanya menyimpan kurang dari 1 Bitcoin.
Namun dari sisi nilai kerugian, sebagian besar dana yang dicuri berasal dari dompet dengan saldo antara 1 hingga 50 Bitcoin.
Karakteristik ini menunjukkan mayoritas korban merupakan investor individu yang menyimpan aset secara mandiri (self-custody), bukan institusi besar maupun bursa kripto.
Dengan kata lain, target utama hacker adalah para pemilik Bitcoin yang memilih menyimpan aset sendiri menggunakan hardware wallet.
Bug Berasal dari Firmware Coldcard
Masalah ini berawal dari bug pada firmware Coldcard yang menyebabkan perangkat tidak menghasilkan tingkat keacakan (randomness) yang optimal saat membuat recovery phrase.
Recovery phrase merupakan kumpulan kata rahasia yang menjadi kunci utama untuk mengakses kembali dompet Bitcoin apabila perangkat hilang atau rusak.
Karena tingkat keacakannya berkurang, recovery phrase menjadi jauh lebih mudah ditebak menggunakan teknik komputasi tertentu. Celah inilah yang kemudian dimanfaatkan pelaku untuk merekonstruksi private key dan mengambil alih aset para korban.
Coinkite Minta Maaf dan Rilis Pembaruan Darurat
Menanggapi insiden tersebut, Coinkite, perusahaan pembuat Coldcard, mengakui sepenuhnya kesalahan yang berasal dari firmware perangkat mereka.
Perusahaan juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh pengguna yang terdampak sekaligus merilis pembaruan darurat untuk seluruh model Coldcard.
Firmware terbaru yang telah tersedia meliputi:
- Coldcard Mk3: versi 4.2.0 atau lebih baru.
- Coldcard Mk4 dan Mk5: versi 5.6.0 atau lebih baru.
- Coldcard Q: versi 1.5.0Q atau lebih baru.
Pembaruan tersebut menghilangkan jalur perangkat lunak yang rentan dan memastikan seluruh recovery phrase baru dibuat menggunakan True Random Number Generator (TRNG) pada perangkat keras, sehingga menghasilkan tingkat keacakan maksimal.
Update Firmware Saja Tidak Cukup
Meski telah merilis firmware terbaru, Coinkite menegaskan bahwa memasang pembaruan saja tidak otomatis membuat dana pengguna aman.
Pengguna yang pernah membuat recovery phrase menggunakan firmware yang terdampak tetap berisiko menjadi korban.
Karena itu, seluruh pengguna disarankan segera membuat recovery phrase yang benar-benar baru menggunakan firmware terbaru, lalu memindahkan seluruh Bitcoin ke alamat dompet baru.
Langkah tersebut dinilai menjadi satu-satunya cara untuk memastikan aset tidak lagi menggunakan recovery phrase yang berpotensi telah diketahui atau dapat ditebak oleh pelaku.
Keamanan Self-Custody Kembali Disorot
Insiden ini menjadi salah satu kasus terbesar yang menimpa pengguna hardware wallet Bitcoin dalam beberapa tahun terakhir.
Peristiwa tersebut juga menjadi pengingat bahwa keamanan aset digital tidak hanya bergantung pada perangkat keras, tetapi juga pada kualitas firmware yang digunakan untuk menghasilkan recovery phrase.
Bagi investor yang masih menggunakan Coldcard dengan firmware lama, para pakar keamanan menyarankan agar segera melakukan migrasi aset sebelum muncul gelombang serangan berikutnya.












