JAKARTA – PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) terus menjalankan aktivitas eksplorasi batu bara melalui anak usahanya, PT Lahai Coal. Hingga kuartal III 2026, kegiatan eksplorasi di area West Usai, Melibu, telah mencapai 248 titik pengeboran dengan total kedalaman lebih dari 25.000 meter.
Berdasarkan laporan bulanan aktivitas eksplorasi yang disampaikan Alamtri Resources Indonesia pada 7 Oktober 2026, kegiatan tersebut dilakukan di area West Usai Melibu oleh PT Lahai Coal.
Eksplorasi melibatkan tim internal PT Maruwai Coal, PT Duta Borneo Mining (DBM), dan PT Indonesia Carbon Energy (ICE). Metode yang digunakan dalam kegiatan tersebut meliputi pengeboran open hole dan coring.
Hingga akhir kuartal ketiga 2026, PT Lahai Coal telah menyelesaikan sebanyak 248 titik bor. Rinciannya terdiri dari pengeboran open hole sepanjang 20.428 meter dan coring sepanjang 5.152 meter.
Dengan demikian, total panjang pengeboran yang telah dilakukan mencapai 25.580 meter.
Dalam laporan tersebut, perseroan mencatat total biaya yang telah dikeluarkan untuk aktivitas eksplorasi sebesar 3.699.713. Namun, dokumen tidak mencantumkan satuan mata uang dari angka biaya tersebut.
Eksplorasi Masih Berlanjut
Alamtri Resources Indonesia menyampaikan bahwa kegiatan pengeboran akan terus dilakukan di area West Usai. Langkah tersebut ditujukan untuk memperoleh informasi yang lebih detail terkait potensi penambahan sumber daya batu bara di wilayah eksplorasi tersebut.
“Pengeboran tetap akan dilakukan untuk mendapatkan informasi lebih detail mengenai penambahan potensi batu bara di area West Usai,” demikian keterangan perseroan dalam laporan aktivitas eksplorasi.
Aktivitas eksplorasi ini menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk memperdalam informasi mengenai potensi batu bara di wilayah operasional PT Lahai Coal.
Laporan aktivitas eksplorasi tersebut disampaikan oleh Corporate Secretary Alamtri Resources Indonesia, Maharani Cindy Opssedha, pada 7 Oktober 2026 pukul 19.21 WIB.












