Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

Alamtri Minerals (ADMR) Pastikan Karhutla Tak Ganggu Operasional, Produksi Capai 3,87 Juta Ton

badge-check


					PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Perbesar

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR)

PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) menyatakan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berdampak terhadap kegiatan operasional maupun target produksi perusahaan sepanjang 2026. Perseroan juga memastikan tidak terdapat penghentian operasional tak terencana (unplanned shutdown) di wilayah kerja yang dikelola melalui entitas anak.

Kepastian tersebut disampaikan Alamtri Minerals dalam surat tanggapan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 15 Oktober 2026. Surat bernomor 108-JKT/AMI-CS/MP-L/X/26 itu merupakan respons atas permintaan penjelasan bursa terkait potensi dampak karhutla terhadap kegiatan usaha perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi tersebut, Alamtri Minerals menjelaskan bahwa wilayah operasional yang dikelola melalui entitas anak mencakup lima kabupaten di Kalimantan, yakni Murung Raya dan Barito Utara di Kalimantan Tengah, Mahakam Ulu di Kalimantan Timur, Balangan di Kalimantan Selatan, serta Bulungan di Kalimantan Utara.

Per 30 Juni 2026, produksi dari lokasi-lokasi tersebut mencapai sekitar 3,87 juta ton. Perseroan juga menyebut lokasi operasional tersebut berkontribusi sekitar 99,65% terhadap total pendapatan konsolidasian.

Meski karhutla tidak mengganggu kegiatan operasional dan target produksi, perseroan mengakui belum dapat mengidentifikasi dampaknya terhadap pendapatan, laba, dan nilai aset hingga tanggal surat tersebut diterbitkan.

Untuk menjaga keselamatan pekerja, entitas anak Alamtri Minerals melakukan pengaturan jam kerja dan membatasi aktivitas di luar ruangan atau kabin ketika indeks pencemaran udara melampaui ambang batas yang ditetapkan Kementerian Lingkungan Hidup.

Perkuat Mitigasi Karhutla

Alamtri Minerals menyatakan terus memantau kondisi wilayah operasional dan berbagai risiko yang berpotensi memengaruhi kegiatan usaha, termasuk kebakaran hutan dan lahan.

Langkah mitigasi dilakukan melalui pemantauan wilayah operasional selama 24 jam, penyiapan personel tanggap darurat, serta penyediaan sarana dan prasarana untuk penanggulangan kebakaran. Perseroan juga memperkuat penerapan manajemen risiko, manajemen krisis, dan standar keselamatan kerja.

Dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla, entitas anak perseroan turut bekerja sama dengan sejumlah instansi terkait, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), kepolisian setempat, serta Masyarakat Peduli Api.

Perusahaan juga menyiapkan sarana dan prasarana untuk pembuatan serta perawatan sekat bakar (firebreak) dan embung sebagai tempat penampungan air di area terdampak. Selain itu, perseroan merekrut tenaga pemadam kebakaran untuk memperkuat tim tanggap darurat karhutla.

Tidak Hadapi Proses Hukum Terkait Karhutla

Dari sisi hukum dan perizinan, Alamtri Minerals menyatakan bahwa hingga 15 Oktober 2026, perseroan maupun entitas anak tidak sedang menghadapi dan tidak berpotensi menghadapi proses hukum atau sanksi administratif terkait karhutla.

Perseroan juga menegaskan tidak terdapat informasi atau fakta material lain terkait karhutla yang belum diungkapkan kepada publik dan perlu diketahui investor.

Dengan kondisi operasional yang masih berjalan sesuai rencana serta penguatan langkah mitigasi, Alamtri Minerals berupaya menjaga pencapaian target produksi 2026 di tengah risiko kebakaran hutan dan lahan.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis