Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Otomotif

Hyundai Ciptakan Simulator Canggih, Uji Kendaraan Bertahun-tahun Kini Bisa Diselesaikan dalam Hitungan Jam

badge-check


					Driving Simulator ini juga mendukung kolaborasi pengembangan kendaraan secara global dengan memungkinkan pertukaran data antar pusat riset dan pengembangan (R&D) Hyundai Motor dan Kia di berbagai negara. Perbesar

Driving Simulator ini juga mendukung kolaborasi pengembangan kendaraan secara global dengan memungkinkan pertukaran data antar pusat riset dan pengembangan (R&D) Hyundai Motor dan Kia di berbagai negara.

BIZBUZ.ID – Hyundai Motor Group memperkenalkan teknologi terbaru yang berpotensi mengubah cara industri otomotif mengembangkan kendaraan. Perusahaan asal Korea Selatan itu resmi mengoperasikan Advanced Driving Simulator, sebuah simulator berkendara berteknologi tinggi yang mampu memangkas proses pengujian kendaraan dari berbulan-bulan, bahkan bertahun-tahun, menjadi hanya dalam hitungan jam.

Teknologi ini dikembangkan di Namyang Research and Development Center, Korea Selatan, dan memungkinkan para insinyur menguji puluhan konfigurasi kendaraan secara virtual tanpa harus membuat satu pun prototipe fisik.

Solusi Atas Rumitnya Pengembangan Mobil Modern

Dalam keterangannya, Hyundai menjelaskan bahwa proyek pengembangan platform simulasi ini sebenarnya telah dimulai sejak 2014. Namun, manfaatnya baru benar-benar terasa ketika pandemi COVID-19 membatasi aktivitas pengujian kendaraan di berbagai negara.

Pembatasan perjalanan membuat proses uji jalan menjadi jauh lebih sulit, sementara perkembangan teknologi kendaraan listrik, sistem bantuan pengemudi (ADAS), hingga mobil otonom justru menuntut pengujian yang semakin kompleks.

Di sisi lain, membangun prototipe fisik dalam jumlah besar membutuhkan biaya tinggi serta memperpanjang waktu pengembangan kendaraan baru.

Untuk mengatasi tantangan tersebut, Hyundai memilih mengandalkan simulasi digital yang mampu mereplikasi kondisi berkendara secara sangat akurat.

Pengembangan Hanya 10 Bulan

Advanced Driving Simulator dibangun menggunakan teknologi, perangkat lunak, serta basis data yang dikembangkan sendiri oleh Hyundai.

Pembangunan fasilitas ini dimulai pada April 2025 dan rampung sekitar 10 bulan kemudian.

Selain digunakan oleh tim riset Hyundai, simulator tersebut juga mendukung kolaborasi global dengan berbagai pusat pengembangan kendaraan milik Hyundai dan Kia di seluruh dunia melalui sistem berbagi data.

Simulasi Nyaris Tak Bisa Dibedakan dari Jalan Raya

Salah satu keunggulan simulator ini adalah kemampuannya menghadirkan pengalaman berkendara yang sangat realistis.

Fasilitas tersebut dilengkapi layar melengkung 270 derajat dengan sembilan proyektor beresolusi 4K yang menghasilkan tampilan lingkungan berkendara berkualitas tinggi.

Di dalam simulator, tersedia kokpit berbahan serat karbon lengkap dengan setir, pedal, dan kursi yang identik dengan kendaraan produksi Hyundai maupun Kia.

Menurut Hyundai, tingkat akurasi simulasi yang dihasilkan begitu tinggi sehingga para insinyur hampir tidak dapat membedakannya dengan pengalaman mengemudi di jalan raya sesungguhnya.

Teknologi Streaming Data Jadi Kunci

Menciptakan dunia virtual sedetail itu bukan perkara mudah.

Awalnya, Hyundai menghadapi kendala karena simulator harus memproses data jalan dalam jumlah sangat besar secara bersamaan, sesuatu yang membebani kemampuan komputasi sistem.

Sebagai solusinya, Hyundai mengembangkan teknologi khusus bernama Terrain Server.

Teknologi ini hanya memuat data jalan yang berada di sekitar posisi kendaraan secara real-time, sehingga proses simulasi tetap ringan, cepat, dan minim latensi.

Sistem tersebut bahkan mampu memperbarui kondisi jalan dalam waktu kurang dari satu detik sehingga pengalaman berkendara tetap mulus tanpa gangguan.

Gerakan Kendaraan Ditiru Secara Presisi

Tak hanya menampilkan visual realistis, simulator Hyundai juga mampu mereplikasi hampir seluruh gerakan kendaraan saat melaju.

Platform simulasi dapat bergerak ke depan, belakang, kiri, kanan, atas, bawah, hingga melakukan gerakan rotasi seperti roll, pitch, dan yaw.

Saat pengemudi membelokkan setir, seluruh kokpit akan ikut bergeser dan miring mengikuti gaya gravitasi sebagaimana yang terjadi pada kendaraan sungguhan.

Simulator juga mampu menghasilkan getaran mikro yang nyaris tidak dapat dirasakan manusia, tetapi sangat penting bagi para insinyur dalam menguji performa suspensi, ban, serta kenyamanan berkendara.

Lintasan Uji Dipindai hingga Ketelitian 1 Milimeter

Untuk memastikan simulasi benar-benar identik dengan kondisi nyata, Hyundai melakukan pemindaian seluruh area lintasan uji di Namyang.

Setiap permukaan jalan dipetakan dengan ketelitian hingga 1 milimeter, termasuk tekstur aspal, tonjolan jalan, kemiringan permukaan, hingga saluran drainase.

Seluruh data tersebut kemudian diolah menjadi replika digital skala 1:1 yang digunakan sebagai lintasan virtual di dalam simulator.

Puluhan Konfigurasi Kendaraan Diuji Tanpa Prototipe

Melalui teknologi ini, Hyundai dapat menguji berbagai karakteristik kendaraan jauh lebih cepat dibandingkan metode konvensional.

Pengujian yang sebelumnya membutuhkan waktu berhari-hari di lintasan kini dapat diselesaikan hanya dalam beberapa jam.

Bahkan, para insinyur dapat mencoba puluhan konfigurasi kendaraan yang berbeda tanpa harus membuat prototipe fisik.

Salah satu model yang telah memanfaatkan simulator ini adalah mobil listrik performa tinggi Hyundai Ioniq 5 N, yang digunakan untuk menguji karakter pengendalian dan dinamika berkendara.

Percepat Pengambilan Keputusan

Senior Research Engineer Dynamics Functional Concept Development Team Hyundai, Pilyoung Jeong, mengatakan tantangan terbesar dalam proyek ini adalah mengintegrasikan seluruh perangkat lunak analisis dinamika kendaraan agar mampu bekerja secara real-time tanpa jeda.

Meski proses pengembangannya sangat kompleks, hasil akhirnya dinilai sepadan karena simulator mampu mereplikasi perilaku kendaraan secara sangat akurat.

Menurutnya, manfaat terbesar dari teknologi ini adalah mempercepat proses pengambilan keputusan selama pengembangan kendaraan.

Dengan simulasi virtual, para insinyur dapat membandingkan performa kendaraan sebelum dan sesudah perubahan desain hanya dalam waktu singkat. Hal itu memungkinkan Hyundai mempercepat inovasi sekaligus menghadirkan kendaraan yang lebih baik kepada konsumen.

Melalui investasi pada teknologi simulasi canggih ini, Hyundai menunjukkan bagaimana digitalisasi mulai menjadi bagian penting dalam proses pengembangan kendaraan generasi berikutnya. Selain memangkas biaya dan waktu riset, pendekatan tersebut juga diyakini akan mempercepat lahirnya mobil listrik dan kendaraan otonom dengan kualitas yang semakin tinggi.

 

Sumber: www.wardsauto.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP

5 September 2026 - 10:56 WIB

Toyota Celica

Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

5 September 2026 - 10:41 WIB

Volkswagen

Bugatti Hidupkan Lagi Veyron 20 Tahun Lewat La Maison Pur Sang, Hypercar Legendaris Disulap Jadi Satu-satunya di Dunia

21 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Bugatti, Veyron, Hypercar,

Audi Q9 dan SQ9 2027 Resmi Meluncur, SUV Terbesar Audi Siap Tantang BMW X7 hingga Mercedes GLS

10 Agustus 2026 - 11:05 WIB

2027 Audi Q9

Penjualan Volvo Turun 4% di Tengah Peralihan Besar ke Mobil Listrik

10 Agustus 2026 - 09:52 WIB

Volvo
Trending di Otomotif