JAKARTA – Volkswagen mengubah arah strategi elektrifikasinya dengan mulai mengembangkan lebih banyak kendaraan hybrid konvensional. Salah satu langkah terbesarnya adalah menghadirkan Volkswagen Tiguan Hybrid untuk pasar Amerika Serikat, yang diposisikan sebagai pesaing langsung Toyota RAV4 Hybrid, Honda CR-V Hybrid, hingga Nissan Rogue Hybrid.
Sebelumnya, Volkswagen lebih fokus mengembangkan kendaraan listrik murni (EV) dan plug-in hybrid (PHEV). Namun, perubahan tren pasar global dan melambatnya permintaan kendaraan listrik membuat produsen otomotif asal Jerman tersebut mulai memperluas lini kendaraan hybrid penuh (full hybrid).
Pejabat Volkswagen di kantor pusat Wolfsburg, Jerman, mengonfirmasi kepada media otomotif WardsAuto bahwa Tiguan Hybrid untuk pasar Amerika Serikat tengah dipersiapkan. Model tersebut menggunakan basis yang sama dengan Volkswagen Tayron yang dipasarkan di Eropa.
Di saat yang sama, Volkswagen juga memperkenalkan teknologi hybrid terbaru pada Golf Hybrid dan T-Roc Hybrid untuk pasar Eropa. Meski demikian, kedua model tersebut belum masuk dalam rencana pemasaran di Amerika Serikat.
Hybrid Baru Volkswagen Lebih Irit BBM
Sistem hybrid terbaru Volkswagen menggabungkan mesin bensin turbo 1.5 liter empat silinder dengan dua motor listrik serta baterai lithium-ion berkapasitas 1,6 kWh.
Teknologi ini memungkinkan mobil melaju menggunakan tenaga listrik sepenuhnya pada kecepatan rendah di area perkotaan. Pengisian daya baterai dilakukan secara otomatis melalui pengereman regeneratif maupun bantuan mesin bensin yang berfungsi sebagai generator.
Volkswagen mengklaim sistem tersebut menghasilkan tenaga 168 hp dengan torsi 228 lb-ft. Pada Golf Hybrid, akselerasi 0–100 km/jam dapat dicapai dalam waktu sekitar 7,5 detik.
Selain performa yang meningkat, efisiensi bahan bakarnya juga lebih baik. Berdasarkan pengujian standar WLTP di Eropa, konsumsi bahan bakar meningkat sekitar 10–15% dibandingkan model mild hybrid 1.5 eTSI yang saat ini dipasarkan. Untuk penggunaan di perkotaan, peningkatan efisiensi bahkan diklaim mencapai 35%.
Berbalik Arah dari Strategi Sebelumnya
Langkah Volkswagen menghadirkan full hybrid menjadi perubahan besar dalam strategi perusahaan. Selama bertahun-tahun, pabrikan asal Jerman itu lebih memilih mengembangkan kendaraan listrik murni melalui keluarga ID dan model plug-in hybrid, bahkan sempat menganggap teknologi hybrid tanpa pengisian eksternal (self-charging hybrid) sebagai solusi yang kurang prospektif.
Kini, Volkswagen justru mengadopsi pendekatan yang telah lama diterapkan Toyota melalui keluarga Prius dan berbagai model hybrid lainnya.
Dalam keterangan resminya, Volkswagen menegaskan bahwa sistem hybrid terbaru tidak memerlukan kabel pengisian daya maupun infrastruktur charging, sehingga lebih praktis digunakan oleh konsumen yang belum memiliki akses ke fasilitas pengisian kendaraan listrik.
Tiga Mode Berkendara
Sistem hybrid terbaru Volkswagen menawarkan tiga mode operasi utama, yakni:
- Electric Mode, mobil bergerak menggunakan tenaga listrik pada kecepatan rendah.
- Series Hybrid, mesin bensin berfungsi sebagai pembangkit listrik untuk motor listrik.
- Parallel Hybrid, mesin bensin dan motor listrik bekerja bersamaan saat membutuhkan tenaga lebih besar.
Pengemudi juga dapat memilih tiga mode berkendara, yaitu Eco, Comfort, dan Sport. Pada mode Eco, tenaga mesin dibatasi hingga 70% dan fitur boost dinonaktifkan untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar.
Siap Bersaing di Segmen SUV Hybrid
Kehadiran Tiguan Hybrid diperkirakan akan memperkuat posisi Volkswagen di pasar SUV hybrid Amerika Serikat yang terus berkembang. Selama ini segmen tersebut didominasi oleh Toyota RAV4 Hybrid dan Honda CR-V Hybrid, sementara Nissan Rogue juga mulai memperluas jajaran elektrifikasinya.
Perubahan strategi ini menunjukkan Volkswagen mulai menyesuaikan diri dengan permintaan pasar global yang saat ini lebih menyukai kendaraan hybrid sebagai transisi menuju era kendaraan listrik penuh.












