Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Otomotif

Penjualan Volvo Turun 4% di Tengah Peralihan Besar ke Mobil Listrik

badge-check


					Volvo Perbesar

Volvo

JAKARTA – Volvo Cars mencatat penjualan global sebanyak 164.663 unit sepanjang periode Mei hingga Juli 2026. Angka tersebut turun sekitar 4% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, di tengah tekanan pasar otomotif China dan perubahan tren permintaan kendaraan global.

Meski secara keseluruhan mengalami penurunan, kinerja Volvo di Amerika Serikat (AS) mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Penjualan di Negeri Paman Sam mencatat pertumbuhan dua digit selama tiga bulan berturut-turut.

Dalam keterangan yang dirilis pada 4 Agustus 2026, Volvo menyebut pasar China menjadi faktor utama yang menekan kinerja penjualan global. Perlambatan pasar otomotif di negara tersebut membuat penjualan Volvo ikut terkoreksi.

Sebaliknya, pasar Eropa yang menjadi wilayah penjualan terbesar Volvo masih menunjukkan ketahanan. Permintaan terhadap kendaraan dengan teknologi elektrifikasi menjadi salah satu penopang penjualan perusahaan.

Mobil Listrik Makin Dominan

Di tengah penurunan penjualan secara keseluruhan, kendaraan elektrifikasi justru mencatat pertumbuhan yang cukup kuat.

Penjualan mobil battery electric vehicle (BEV) dan plug-in hybrid electric vehicle (PHEV) Volvo selama periode Mei-Juli 2026 mencapai 87.464 unit, naik 15% dibandingkan 76.123 unit pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Kontribusi kendaraan elektrifikasi tersebut bahkan mencapai 53% dari total penjualan Volvo selama tiga bulan.

Dari angka tersebut, PHEV menyumbang 43.221 unit, meningkat 9% secara tahunan dibandingkan 39.547 unit pada periode yang sama tahun lalu.

Sementara itu, penjualan mobil listrik murni atau BEV tumbuh lebih kencang. Volvo membukukan penjualan 44.243 unit BEV, naik 21% dari 36.576 unit setahun sebelumnya.

Dengan capaian tersebut, mobil listrik murni menyumbang sekitar 27% dari seluruh kendaraan Volvo yang terjual selama periode tersebut.

Mobil Bensin dan Hybrid Mulai Tertekan

Perubahan pola permintaan konsumen terlihat semakin jelas ketika penjualan kendaraan bermesin pembakaran internal dan mild hybrid justru mengalami penurunan.

Penjualan kendaraan dengan teknologi tersebut merosot 19% secara tahunan, dari 95.830 unit pada periode Mei-Juli 2025 menjadi 77.199 unit pada tahun ini.

Artinya, penurunan kendaraan bermesin konvensional terjadi ketika penjualan mobil elektrifikasi terus mengalami pertumbuhan. Kondisi ini memperlihatkan semakin besarnya kontribusi kendaraan listrik dan plug-in hybrid terhadap portofolio Volvo.

Chief Commercial Officer Volvo Cars Erik Severinson mengatakan perusahaan melihat perkembangan positif dari pasar AS, seiring industri otomotif di kawasan tersebut mulai kembali mendapatkan momentum.

“Kami terdorong oleh pemulihan di AS ketika industri secara keseluruhan mulai mendapatkan momentum,” ujar Severinson.

Ia menambahkan, Volvo juga tetap menjaga disiplin harga di pasar Eropa. Pada saat yang sama, perusahaan melihat peningkatan permintaan ritel terhadap kendaraan listrik murni.

Volvo Andalkan EX60

Volvo juga menaruh harapan besar pada model listrik terbarunya, EX60. SUV listrik berukuran menengah tersebut diproyeksikan menjadi salah satu pendorong penting kinerja perusahaan pada paruh kedua 2026.

Severinson menyebut EX60 berpotensi menjadi produk yang membawa perubahan besar bagi Volvo. Peningkatan produksi dan pengiriman kendaraan kepada konsumen diharapkan mulai memberikan dampak terhadap penjualan pada semester II 2026.

Peluncuran dan peningkatan produksi EX60 menjadi penting bagi Volvo di tengah persaingan kendaraan listrik yang semakin ketat. Perusahaan kini tidak hanya menghadapi tantangan dari merek otomotif tradisional, tetapi juga persaingan dari produsen kendaraan listrik yang agresif di pasar global.

Dengan penjualan mobil listrik yang terus tumbuh, Volvo tampaknya semakin mempercepat transformasi portofolionya menuju kendaraan beremisi rendah. Namun, tekanan di pasar China dan penurunan kendaraan bermesin konvensional masih menjadi tantangan yang harus dihadapi perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP

5 September 2026 - 10:56 WIB

Toyota Celica

Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

5 September 2026 - 10:41 WIB

Volkswagen

Bugatti Hidupkan Lagi Veyron 20 Tahun Lewat La Maison Pur Sang, Hypercar Legendaris Disulap Jadi Satu-satunya di Dunia

21 Agustus 2026 - 20:58 WIB

Bugatti, Veyron, Hypercar,

Audi Q9 dan SQ9 2027 Resmi Meluncur, SUV Terbesar Audi Siap Tantang BMW X7 hingga Mercedes GLS

10 Agustus 2026 - 11:05 WIB

2027 Audi Q9

Volvo Siapkan SUV Listrik EX50, Diklaim Lebih Besar, Lebih Canggih, dan Lebih Murah dari EX40

6 Agustus 2026 - 14:36 WIB

Volvo dikabarkan tengah menyiapkan SUV listrik kompak terbaru yang akan diberi nama EX50
Trending di Otomotif