BIZBUZ.ID – Ferrari kembali membuktikan statusnya sebagai salah satu produsen mobil mewah paling eksklusif di dunia. Pabrikan asal Maranello, Italia, mengonfirmasi bahwa seluruh kapasitas produksinya hingga tahun 2027 telah habis dipesan. Artinya, calon pembeli yang baru melakukan pemesanan saat ini diperkirakan baru akan menerima mobil mereka paling cepat pada 2028.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap Ferrari tetap sangat tinggi di berbagai belahan dunia, meski perusahaan sempat menuai perdebatan terkait kehadiran model listrik terbarunya, Luce.
CEO Ferrari, Benedetto Vigna, menyebut tingginya minat konsumen berasal dari permintaan yang sehat di hampir seluruh pasar global serta kehadiran jajaran produk baru yang terus diperbarui.
Permintaan Tinggi Didorong Model Baru

Ferrari saat ini tengah melakukan regenerasi lini produknya. Sejumlah model baru mulai dipasarkan, seperti Amalfi, 849 Testarossa, serta 296 Speciale dan 296 Speciale A.
Di sisi lain, beberapa model sebelumnya seperti 296 GTS, Roma Spider, serta SF90 XX dan SF90 XX Spider secara bertahap memasuki masa akhir produksi.
Pengiriman hypercar Ferrari F80 juga terus ditingkatkan. Bahkan, beredar indikasi bahwa Ferrari tengah menyiapkan versi Aperta atau atap terbuka dari model tersebut.
Sementara itu, SUV Purosangue kini mendapat paket peningkatan performa Handling Speciale, sedangkan 12Cilindri Manuale yang hadir dengan simulasi transmisi manual berpola gated shifter langsung mendapat respons positif dan dikabarkan telah habis dipesan.
Luce Masih Jadi Sorotan
Meski menuai beragam tanggapan sejak diperkenalkan, Ferrari belum banyak mengungkap detail mengenai Luce. Perusahaan hanya menyebut mobil tersebut sebagai tonggak penting dalam sejarah Ferrari sekaligus penambahan penting dalam portofolio produknya.
Sejumlah pengamat menilai desain dan penggunaan sistem penggerak listrik pada Luce cukup berbeda dibanding karakter Ferrari selama ini. Namun, kontroversi tersebut tampaknya tidak mengurangi minat para kolektor maupun pelanggan setianya.
Pengiriman Sedikit Turun, Namun Bisnis Tetap Kuat
Di balik daftar tunggu yang semakin panjang, jumlah pengiriman Ferrari pada semester pertama 2026 sedikit mengalami penurunan.
Sepanjang Januari hingga Juni 2026, Ferrari mengirimkan 6.802 unit mobil kepada pelanggan, turun 285 unit dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Wilayah Eropa, Timur Tengah, dan Afrika (EMEA) masih menjadi pasar terbesar dengan hampir setengah dari total pengiriman.
Dari sisi teknologi, sekitar 70 persen mobil yang dikirim masih menggunakan mesin pembakaran internal, sedangkan 30 persen lainnya merupakan model hybrid.
Masih Ada Dua Model Baru Tahun Ini
Ferrari sebelumnya menjanjikan akan meluncurkan lima model baru sepanjang 2026. Hingga saat ini, perusahaan baru memperkenalkan tiga model utama, yakni:
- Amalfi Spider
- Luce
- 12Cilindri Manuale
Masih ada dua model lagi yang diperkirakan akan meluncur sebelum akhir tahun. Salah satu kandidat terkuat adalah varian performa tinggi dari keluarga 296, sementara versi terbuka F80 Aperta juga masih berpeluang diperkenalkan pada akhir 2026 atau awal 2027.
Strategi Langka yang Justru Menguntungkan
Ferrari sejak lama mempertahankan strategi produksi terbatas demi menjaga eksklusivitas mereknya. Perusahaan memilih tidak meningkatkan produksi secara agresif meski permintaan terus meningkat.
Strategi tersebut membuat mobil Ferrari tetap langka di pasar, menjaga nilai jual kembali tetap tinggi, sekaligus memungkinkan perusahaan mempertahankan harga premium yang rela dibayar oleh konsumennya.
Dengan jajaran produk yang disebut sebagai “paling lengkap sepanjang sejarah” oleh CEO Benedetto Vigna, Ferrari menunjukkan bahwa perpaduan antara inovasi dan eksklusivitas masih menjadi resep utama dalam mempertahankan dominasinya di segmen mobil mewah dunia.












