Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Bisnis

PT Perusahaan Gas Negara Digugat Gunvor di Arbitrase London, Terima Putusan Parsial dan Siapkan Langkah Hukum Lanjutan

badge-check


					PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Perbesar

PT Perusahaan Gas Negara (Persero)

JAKARTA – PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGAS) mengumumkan telah menerima putusan arbitrase parsial dari London Court of International Arbitration (LCIA) terkait gugatan yang diajukan oleh Gunvor Singapore Pte. Ltd. terhadap Perseroan.

Informasi tersebut disampaikan PGN  melalui keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 27 Agustus 2026, sebagai bentuk pemenuhan kewajiban penyampaian informasi atau fakta material.

Dalam keterbukaan informasi dijelaskan, Perseroan memperoleh pemberitahuan pada 26 Agustus 2026 bahwa tribunal arbitrase telah mengeluarkan Putusan Arbitrase Nomor 246358 yang bersifat parsial.

Putusan tersebut menyatakan PGN diminta membayar kompensasi kepada Gunvor atas sengketa hukum yang terjadi di antara kedua pihak.

Meski demikian, Perseroan menegaskan putusan yang diterima saat ini masih bersifat parsial sehingga masih memerlukan penelaahan lebih lanjut, termasuk terkait implikasi hukum maupun keuangannya.

“Perseroan sedang melakukan penelaahan secara menyeluruh atas Putusan Arbitrase yang masih bersifat parsial, termasuk implikasinya bagi Perseroan,” tulis manajemen PGN dalam keterbukaan informasi.

Manajemen menjelaskan bahwa putusan arbitrase tersebut belum otomatis dapat dilaksanakan di Indonesia. Sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, putusan tersebut masih harus melalui proses eksekusi di pengadilan negeri di Indonesia.

Perseroan menyatakan akan mengambil langkah-langkah hukum lanjutan yang dinilai perlu dan tepat untuk melindungi kepentingan perusahaan.

Manajemen PGN juga menegaskan akan menangani perkara tersebut dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, kepatuhan terhadap hukum yang berlaku, serta penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance).

Hingga keterbukaan informasi ini disampaikan, Perseroan belum mengungkapkan nilai kompensasi yang diminta dalam putusan arbitrase maupun estimasi dampaknya terhadap laporan keuangan perusahaan.

Manajemen menyatakan akan terus memantau perkembangan proses hukum tersebut dan menyampaikan informasi lanjutan kepada publik sesuai ketentuan yang berlaku apabila terdapat perkembangan material.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis