Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Kripto

Bitcoin Tembus Rp1,1 Miliar, Analis Sebut Permintaan ETF Jadi Penentu

badge-check


					Bitcoin Perbesar

Bitcoin

Harga Bitcoin kembali menunjukkan penguatan signifikan dan mendekati level US$73.000 atau sekitar Rp1,18 miliar. Kenaikan tersebut terjadi setelah aksi short squeeze besar-besaran dan penurunan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat (AS) mendorong Bitcoin mencatat reli sekitar 11 persen.

Namun, analis mengingatkan bahwa keberlanjutan penguatan Bitcoin tidak hanya ditentukan oleh aksi beli akibat likuidasi posisi short. Permintaan pasar spot dan arus dana masuk ke ETF Bitcoin di Amerika Serikat dinilai menjadi faktor penting untuk menentukan apakah Bitcoin mampu bertahan di atas US$70.000.

Analis Riset Senior Nansen, Nicolai Søndergaard, mengatakan lonjakan Bitcoin di atas US$70.000 merupakan kombinasi antara penutupan posisi short secara paksa, meningkatnya kembali minat institusional, serta kondisi likuiditas yang lebih mendukung.

Bitcoin sempat menyentuh sekitar US$72.800 pada 20 Agustus sebelum bergerak di kisaran US$72.600. Reli tersebut melanjutkan penguatan setelah harga berhasil melewati area resistensi US$65.000 dan US$67.000.

Sebelum menembus level tersebut, Bitcoin telah bergerak dalam rentang yang relatif sempit selama sekitar enam pekan. Kondisi tersebut membuat sebagian trader mengambil posisi untuk mengantisipasi penurunan lebih lanjut.

Namun, ketika harga justru bergerak naik, posisi short mulai terlikuidasi dalam jumlah besar.

Data CoinGlass menunjukkan lebih dari US$1 miliar posisi short Bitcoin dilikuidasi hanya dalam waktu sekitar satu jam. Jika seluruh pasar kripto dihitung, nilai likuidasi posisi short mencapai sekitar US$2,7 miliar dalam 24 jam.

Angka tersebut menjadi total likuidasi terbesar dalam catatan CoinGlass sejak 2021. Posisi short menyumbang sekitar 92 persen dari hampir US$3 miliar total likuidasi yang melibatkan lebih dari 172.000 trader.

Likuidasi tersebut ikut mempercepat kenaikan Bitcoin. Trader yang posisinya terpaksa ditutup harus membeli Bitcoin untuk menutup posisi short. Aktivitas pembelian paksa itu kemudian mendorong harga melewati level likuidasi berikutnya dan menciptakan efek berantai.

Søndergaard menilai kenaikan tersebut tidak sepenuhnya disebabkan oleh penambahan leverage baru. Tingkat open interest yang relatif terkendali menunjukkan bahwa aksi short covering menjadi salah satu pendorong utama kecepatan reli.

ETF Bitcoin Jadi Perhatian Utama

Setelah efek short squeeze mulai mereda, perhatian pasar kini beralih kepada permintaan riil melalui pasar spot dan ETF Bitcoin.

Data SoSoValue menunjukkan ETF Bitcoin spot di AS mencatat arus dana masuk bersih sekitar US$517 juta pada 19 Agustus. Nilai tersebut menjadi yang terkuat sejak Mei dan menjadi indikasi awal bahwa investor institusional mulai kembali masuk bersamaan dengan aksi penutupan posisi short.

Direktur Riset LVRG, Nick Ruck, menilai perkembangan terkait obligasi pemerintah AS turut meningkatkan sentimen investor institusional terhadap Bitcoin.

Menurutnya, sebagian investor dapat mulai melihat rentang harga Bitcoin sebelumnya sebagai peluang masuk yang lebih menarik, bukan lagi alasan untuk menunggu di luar pasar.

Namun, Ruck mengingatkan bahwa satu hari arus dana masuk belum cukup untuk membuktikan adanya perubahan tren institusional secara permanen.

Kejelasan arah suku bunga AS, perkembangan CLARITY Act, serta kemungkinan semakin luasnya akses Bitcoin melalui rekening pensiun dapat menjadi katalis yang lebih kuat bagi arus investasi institusional.

“Arus dana masuk yang berkelanjutan kemungkinan tidak terjadi tanpa konfirmasi tambahan,” ujar Ruck.

Karena itu, jika permintaan ETF tidak berlanjut, Bitcoin berpotensi kembali menghadapi tekanan setelah dorongan dari likuidasi posisi short berakhir.

Level US$70.000 Jadi Kunci

Søndergaard menilai kemampuan Bitcoin mempertahankan harga di atas US$70.000 akan menjadi sinyal penting untuk mengonfirmasi kekuatan reli.

Bitcoin saat ini telah bergerak di atas rata-rata pergerakan 20 pekan dan 200 hari. Harga juga berada di atas estimasi cost basis pemegang jangka pendek yang berada di sekitar US$68.700.

Kondisi tersebut membuat banyak pembeli baru kembali berada dalam posisi untung.

Meski demikian, indikator momentum menunjukkan pasar mulai mengalami kondisi jenuh beli. Søndergaard memperkirakan RSI satu jam berada di sekitar 78, sementara RSI empat jam telah berada di atas 85.

Suku bunga pendanaan yang positif juga menunjukkan posisi leverage mulai lebih banyak berada di sisi long. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko koreksi apabila tekanan beli melemah.

Menurut Søndergaard, penurunan ke area US$69.700 hingga US$69.000 masih dapat dianggap sebagai pengujian ulang yang normal. Namun, kehilangan area tersebut dapat membuka ruang bagi tekanan jual yang lebih besar.

Chief Analyst CoinEx, Jeff Ko, juga menempatkan rata-rata pergerakan 200 hari di sekitar US$69.000 sebagai level teknikal penting.

Jika Bitcoin mampu mengubah area resistensi sebelumnya menjadi support, struktur kenaikan dinilai semakin kuat. Kondisi itu menjadi semakin menarik setelah ETF Bitcoin mencatat sekitar US$650 juta arus dana masuk bersih sepanjang pekan tersebut.

Dengan demikian, reli Bitcoin menuju US$73.000 belum sepenuhnya menjamin dimulainya tren kenaikan baru. Setelah efek short squeeze mereda, kemampuan Bitcoin bertahan di atas US$70.000 akan sangat bergantung pada kekuatan permintaan spot dan keberlanjutan arus dana ETF.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun

5 September 2026 - 10:26 WIB

Chainlink

Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya

5 September 2026 - 10:17 WIB

Michael Saylor

AS Bentuk Satgas Quantum, Ancaman 7 Juta Bitcoin Rentan Serangan Komputer Kuantum Masuk Perhatian Departemen Keuangan

26 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Bitcoin

Michael Saylor Sebut Bitcoin sebagai Solusi Rekayasa untuk Menyimpan Nilai Ekonomi

16 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Michael Saylor

Abu Dhabi Tetap Pegang Investasi Bitcoin US$764 Juta Meski Nilai Anjlok

16 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Mubadala Investment Company dan Abu Dhabi Investment Council (ADIC)
Trending di Kripto