LIVERPOOL – Nilai transaksi penjualan sebagian saham Liverpool FC oleh Fenway Sports Group (FSG) ternyata lebih besar dari laporan awal. Konsorsium investor 1892 Holdings disebut membayar lebih dari £2 miliar atau sekitar Rp44 triliun untuk menjadi pemegang saham klub raksasa Liga Inggris tersebut.
Sebelumnya, transaksi ini dilaporkan bernilai sekitar £1,65 miliar dengan kepemilikan sekitar 30 persen saham Liverpool. Namun laporan terbaru mengungkap bahwa porsi saham yang dilepas FSG mencapai 38 persen, sehingga nilai transaksi melonjak melewati angka £2 miliar.
Konsorsium 1892 Holdings Kuasai 38 Persen Saham Liverpool
Laporan terbaru dari The Athletic menyebutkan bahwa 1892 Holdings, konsorsium yang dipimpin mantan Ketua Queens Park Rangers (QPR) Amit Bhatia dan didukung miliarder Amazon Jeff Bezos, kini memiliki 38 persen saham Liverpool FC.
Informasi tersebut kemudian diperkuat oleh laporan jurnalis The Guardian Andy Hunter dan The Times Paul Joyce yang menyatakan nilai pembayaran konsorsium telah melampaui £2 miliar.
Meski porsi saham yang dijual lebih besar, valuasi Liverpool tetap berada di kisaran £5,5 miliar atau sekitar Rp121 triliun.
Liverpool Bernilai £5,5 Miliar
Menurut Andy Hunter, peningkatan jumlah saham yang dijual tidak mengubah estimasi valuasi Liverpool secara keseluruhan.
Klub yang bermarkas di Anfield itu tetap diperkirakan memiliki nilai sekitar £5,5 miliar, menjadikannya salah satu klub sepak bola paling bernilai di dunia.
Nilai fantastis tersebut mencerminkan pertumbuhan bisnis Liverpool dalam beberapa tahun terakhir, baik dari sisi pendapatan komersial, hak siar, hingga performa olahraga.
Ada Opsi Akuisisi Mayoritas Saham dalam 12 Bulan
Kesepakatan antara FSG dan 1892 Holdings ternyata juga menyertakan klausul penting. Konsorsium investor memiliki opsi untuk meningkatkan kepemilikan menjadi mayoritas saham dalam waktu 12 bulan.
Meski demikian, FSG menegaskan bahwa mereka tidak memiliki komitmen untuk menjalankan opsi tersebut.
Pernyataan itu membuka peluang berbagai skenario mengenai masa depan kepemilikan Liverpool, termasuk kemungkinan perubahan pengendali klub apabila kedua belah pihak sepakat melanjutkan transaksi.
Transparansi FSG Dipertanyakan
Terungkapnya angka kepemilikan yang lebih besar dibanding pengumuman awal memunculkan pertanyaan mengenai transparansi FSG.
Paul Joyce menilai besaran saham yang dijual ternyata jauh lebih tinggi daripada informasi yang sebelumnya disampaikan klub maupun sumber-sumber yang dekat dengan 1892 Holdings.
Hal tersebut memicu spekulasi mengenai alasan FSG tidak mengungkap secara rinci struktur transaksi sejak awal, sekaligus menambah dugaan bahwa perubahan kepemilikan mayoritas Liverpool bisa menjadi agenda jangka menengah.
Masa Depan Kepemilikan Liverpool Mulai Jadi Sorotan
Penjualan 38 persen saham kepada 1892 Holdings menjadi salah satu transaksi terbesar dalam sejarah sepak bola Inggris. Masuknya investor baru yang didukung Jeff Bezos juga memperkuat spekulasi bahwa Liverpool tengah bersiap memasuki babak baru dalam struktur kepemilikannya.
Untuk saat ini, Fenway Sports Group masih mempertahankan kendali atas Liverpool. Namun dengan adanya opsi peningkatan kepemilikan dalam satu tahun ke depan, arah kepemilikan klub berjuluk The Reds akan terus menjadi perhatian publik dan dunia sepak bola internasional.












