Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

ADCP Digugat PKPU oleh Kontraktor Proyek Sentul, Manajemen Pastikan Operasional Tetap Normal

badge-check


					PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP) Perbesar

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

JAKARTA – PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP) mengonfirmasi tengah menghadapi permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU) yang diajukan oleh PT Burda Contraco di Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Meski demikian, Perseroan menegaskan proses hukum tersebut tidak berdampak signifikan terhadap operasional maupun kondisi keuangan perusahaan.

Dalam keterbukaan informasi kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ADCP menjelaskan telah menerima surat panggilan sidang (Relaas) dari Pengadilan Niaga Jakarta Pusat pada 6 Agustus 2026. Gugatan tersebut terdaftar dengan Nomor Perkara 237/Pdt.Sus-PKPU/2026/PN.Niaga.Jak.Pst.

Permohonan PKPU diajukan oleh PT Burda Contraco, perusahaan yang sebelumnya mengerjakan Pekerjaan Jembatan Akses Tahap 2 serta Pekerjaan Jasa Pelaksana Rumah Proyek Adhi City Sentul.

Dalam permohonannya, PT Burda Contraco mendalilkan bahwa ADCP masih memiliki kewajiban pembayaran atas pekerjaan yang telah diselesaikan. Atas dasar tersebut, perusahaan kontraktor tersebut mengajukan permohonan PKPU kepada Pengadilan Niaga.

Persidangan perdana atas perkara tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis, 6 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Kelas IA Khusus.

Operasional Tetap Berjalan Normal

Manajemen ADCP menegaskan bahwa proses hukum yang sedang berlangsung tidak memberikan dampak material terhadap kegiatan usaha Perseroan.

Menurut perusahaan, permohonan PKPU tersebut juga tidak memengaruhi kondisi keuangan, kepentingan pemegang obligasi, sukuk, maupun hubungan dengan kreditur lainnya.

“Atas Permohonan PKPU tersebut, tidak terdapat dampak signifikan terhadap kinerja keuangan, kegiatan operasional Perseroan, pemegang obligasi, sukuk maupun fasilitas kreditur lainnya. Sehingga Perseroan tetap dapat menjalankan kegiatan usaha sebagaimana biasanya,” tulis manajemen dalam keterbukaan informasi.

Sebagai bagian dari Grup Adhi Karya, ADCP bergerak di sektor properti dan real estate, dengan portofolio bisnis yang mencakup pengembangan kawasan hunian, apartemen, hotel, pengelolaan properti, restoran dan kafe, manajemen parkir, hingga layanan pendidikan dan konseling.

Perseroan menyampaikan keterbukaan informasi ini sebagai bentuk kepatuhan terhadap ketentuan OJK mengenai penyampaian informasi atau fakta material kepada investor dan pelaku pasar.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis