JAKARTA – PT Widodo Makmur Perkasa Tbk (IDX: WMPP) membukukan lonjakan kinerja keuangan pada Semester I-2026. Emiten yang bergerak di sektor consumer goods dan komoditas pertanian ini mencatatkan pertumbuhan pendapatan dan laba bersih yang signifikan seiring meningkatnya efisiensi operasional serta membaiknya prospek industri pangan nasional.
Berdasarkan laporan perusahaan, pendapatan konsolidasi WMPP mencapai Rp562,7 miliar hingga akhir Juni 2026, meningkat 41,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Lebih impresif lagi, perseroan berhasil membalikkan kinerja dengan mencatat laba bersih sebesar Rp123,5 miliar, atau melonjak 194% secara tahunan (year on year/YoY) dibandingkan Semester I-2025 yang masih membukukan rugi bersih.
Chief Executive Officer (CEO) WMPP, Tumiyono, mengatakan perbaikan tersebut merupakan hasil dari langkah efisiensi yang dijalankan perseroan serta dukungan kondisi industri pangan yang semakin kondusif.
“Perbaikan kinerja Perseroan sepanjang semester pertama tahun ini menunjukkan kami semakin efisien dalam menjalankan usaha, didukung berbagai katalis positif dari industri pangan global maupun domestik,” ujar Tumiyono.
Bisnis Unggas Jadi Penopang Utama
Kontribusi terbesar terhadap pendapatan WMPP masih berasal dari segmen peternakan unggas (poultry) yang menyumbang 87,26% dari total pendapatan.
Sementara itu, segmen pengolahan daging (meat processing) memberikan kontribusi 10,99%, sedangkan peternakan sapi (cattle livestock) menyumbang 1,75%.
Dominasi bisnis unggas menunjukkan tingginya permintaan pasar terhadap produk protein hewani, khususnya ayam dan telur, yang menjadi motor pertumbuhan perusahaan.
Permintaan Protein Hewani Terus Meningkat
Manajemen menilai prospek industri pangan masih sangat menjanjikan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang diolah tim riset internal perseroan, konsumsi daging sapi dan kerbau di Indonesia pada 2026 diproyeksikan mencapai 986.170 ton, meningkat sekitar 14% dibandingkan tahun sebelumnya.
Di sisi lain, konsumsi daging ayam diperkirakan mencapai 4,99 juta ton, atau tumbuh hampir 5% secara tahunan.
Peningkatan kebutuhan protein hewani tersebut menjadi peluang bagi WMPP untuk terus memperluas penjualan dan memperkuat posisinya di industri pangan nasional.
Kondisi Keuangan Semakin Sehat
Selain mencatat pertumbuhan pendapatan, WMPP juga menunjukkan perbaikan struktur keuangan. Hal ini tercermin dari rasio lancar (current ratio) yang meningkat menjadi 1,5 kali pada kuartal I-2026, dibandingkan hanya 0,7 kali pada akhir 2025.
Menurut manajemen, perbaikan tersebut merupakan hasil dari proses restrukturisasi kewajiban yang telah disepakati bersama seluruh kreditur.
Rights Issue dan Divestasi Aset untuk Perkuat Modal
Ke depan, WMPP akan melanjutkan strategi efisiensi sekaligus meningkatkan utilisasi fasilitas produksi yang telah dimiliki.
Perseroan juga berencana menghimpun modal kerja melalui divestasi aset yang tidak lagi produktif serta membuka peluang kerja sama dengan investor strategis.
Selain itu, WMPP bersama anak usahanya, PT Widodo Makmur Unggas Tbk (WMUU), tengah menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD) atau rights issue.
Melalui aksi tersebut, WMPP akan menerbitkan maksimal 8,47 miliar saham baru, sementara WMUU akan menerbitkan hingga 6 miliar saham baru.
Perseroan menargetkan penghimpunan dana hingga Rp635,45 miliar, dengan alokasi sekitar 36% untuk konversi utang kepada pemegang saham dan pemegang Medium Term Notes (MTN), sedangkan 64% sisanya akan digunakan sebagai modal kerja.
Manajemen meyakini rights issue tersebut akan memperkuat struktur permodalan sekaligus mempercepat pemulihan dan pertumbuhan bisnis perseroan di tengah meningkatnya permintaan sektor pangan.












