JAKARTA – PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk (TAMU) menegaskan komitmennya untuk memperbaiki kinerja operasional dan keuangan sebagai langkah utama agar saham perseroan dapat keluar dari papan pemantauan khusus Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal tersebut disampaikan dalam Public Expose yang digelar secara daring pada Kamis (30/7/2026).
Acara tersebut dihadiri Komisaris Utama Samuel Marpaung dan Direktur Edi Purwanto, serta diikuti sekitar 15 peserta yang terdiri atas pemegang saham dan analis pasar modal.
Dalam paparannya, manajemen menyampaikan perkembangan kinerja usaha dan kondisi keuangan Perseroan sepanjang tahun buku 2025, sekaligus memberikan informasi terbaru mengenai arah bisnis perusahaan.
Fokus Keluar dari Papan Pemantauan Khusus
Salah satu pertanyaan yang menjadi perhatian investor adalah mengenai strategi Perseroan untuk mengembalikan status saham TAMU agar keluar dari papan pemantauan khusus BEI.
Manajemen menjelaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah menyelesaikan berbagai faktor yang menyebabkan saham Perseroan masuk ke dalam kategori tersebut.
Selain itu, Perseroan akan terus berupaya meningkatkan kinerja operasional, memperkuat kondisi keuangan, serta memastikan seluruh kewajiban pelaporan kepada regulator dapat dipenuhi secara tepat waktu.
Komitmen Penuhi Ketentuan Free Float
Menanggapi pertanyaan mengenai kepemilikan saham publik (free float), Perseroan menegaskan tetap berkomitmen memenuhi ketentuan minimum yang ditetapkan Bursa Efek Indonesia.
Manajemen menyatakan secara berkala melakukan pemantauan terhadap komposisi kepemilikan saham dan terus berkoordinasi dengan para pemegang saham maupun pihak terkait untuk menjaga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.
RUPS Sudah Digelar
Dalam sesi tanya jawab, pemegang saham juga menanyakan pelaksanaan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Tahunan yang sebelumnya belum tercatat dalam data Bursa.
Manajemen menjelaskan bahwa RUPS Tahunan untuk tahun buku 2025 telah diselenggarakan pada hari yang sama sebelum pelaksanaan Public Expose, yakni Kamis, 30 Juli 2026.
Belum Ada Rencana Aksi Korporasi
Mengenai peluang aksi korporasi, Perseroan menyatakan belum memiliki agenda corporate action dalam enam bulan ke depan.
Dengan demikian, fokus utama perusahaan saat ini tetap diarahkan pada pembenahan fundamental bisnis, peningkatan kinerja operasional, serta pemenuhan kewajiban kepada regulator guna memperkuat kepercayaan investor.
Public Expose PT Pelayaran Tamarin Samudra Tbk berlangsung mulai pukul 11.00 WIB hingga 12.00 WIB secara virtual melalui aplikasi Zoom dan ditutup setelah seluruh pertanyaan dari peserta selesai dijawab.












