JAKARTA – PT Lippo Cikarang Tbk (IDX: LPCK) mencatatkan kinerja positif sepanjang semester pertama 2026 dengan membukukan pra-penjualan (marketing sales) sebesar Rp902 miliar, naik 14% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp791 miliar.
Capaian tersebut telah memenuhi 53% dari target marketing sales tahun 2026 sebesar Rp1,70 triliun, menunjukkan permintaan pasar terhadap produk properti Perseroan masih terjaga.
Presiden Direktur PT Lippo Cikarang Tbk, Agus Arismunandar, mengatakan kepercayaan konsumen terhadap produk Perseroan tetap tinggi di tengah kondisi pasar yang dinamis.
“Pencapaian 53% dari target pra-penjualan tahunan pada semester pertama mencerminkan kepercayaan konsumen yang tetap tinggi terhadap produk kami. Ke depan, kami optimistis dapat melanjutkan kinerja positif ini dengan tetap berfokus pada kualitas produk, ketepatan waktu pembangunan, serta kepuasan pelanggan,” ujarnya.
Rumah Tapak Jadi Kontributor Utama
Pertumbuhan marketing sales didorong oleh tingginya permintaan terhadap produk residensial, khususnya rumah tapak yang menyumbang sekitar 69% dari total pra-penjualan.
Selama enam bulan pertama 2026, LPCK berhasil menjual 956 unit properti. Sejumlah proyek yang menjadi penyumbang utama antara lain:
- Cendana Suites @ The Patio
- NEO 5enses
- The Allegra @ Casa De Lago
Perseroan juga memperkuat portofolio produk melalui peluncuran proyek baru, seperti QXYZ Phase 6 (Neo North & Patio) serta Imagi Collection (@Neo & @The Patio) untuk memenuhi kebutuhan pasar yang terus berkembang.
Pendapatan Capai Rp1,62 Triliun
Selain pertumbuhan marketing sales, LPCK membukukan pendapatan sebesar Rp1,62 triliun pada semester pertama 2026.
Kontributor utama pendapatan berasal dari:
- Penjualan rumah tapak dan apartemen: Rp779 miliar
- Penjualan unit komersial: Rp330 miliar
- Jasa pengelolaan kota (town management): Rp262 miliar
Ketiga segmen tersebut memberikan kontribusi sekitar 84% terhadap total pendapatan Perseroan, memperlihatkan struktur bisnis yang tetap solid.
Margin Laba Kotor Naik ke 31%
LPCK juga mencatat peningkatan profitabilitas yang signifikan.
Laba kotor mencapai Rp511 miliar, dengan margin laba kotor meningkat menjadi 31%, dibandingkan 21% pada periode yang sama tahun sebelumnya.
Peningkatan margin tersebut mencerminkan efektivitas strategi produk serta disiplin Perseroan dalam mengendalikan biaya operasional.
EBITDA Meningkat, Efisiensi Operasional Terjaga
Perseroan membukukan EBITDA sebesar Rp318 miliar sepanjang semester pertama 2026.
Margin EBITDA meningkat menjadi 20%, dibandingkan 13% pada semester pertama 2025, menunjukkan efisiensi operasional yang semakin baik di tengah pertumbuhan bisnis.
Optimistis Kinerja Positif Berlanjut
Manajemen LPCK menilai prospek industri properti, khususnya pada segmen hunian terjangkau dan premium, masih menunjukkan permintaan yang kuat.
Dengan pencapaian lebih dari separuh target marketing sales tahunan pada semester pertama, Perseroan optimistis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan hingga akhir tahun melalui peluncuran produk baru, penyelesaian proyek tepat waktu, serta peningkatan kualitas layanan kepada pelanggan.












