Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

Cinema XXI (CNMA) Raih Pendapatan Rp2,6 Triliun, Laba Bersih Sentuh Rp201 Miliar pada Semester I-2026

badge-check


					PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk Perbesar

PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk

JAKARTA – PT Nusantara Sejahtera Raya Tbk (IDX: CNMA) atau Cinema XXI mencatatkan kinerja keuangan yang solid sepanjang Semester I-2026. Perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,6 triliun, didukung EBITDA Rp708,2 miliar dan laba bersih Rp201 miliar, di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.

Kinerja tersebut ditopang oleh pemulihan aktivitas operasional pada kuartal II-2026. Total pendapatan meningkat sekitar 40% secara kuartalan, dari Rp1,1 triliun pada kuartal I menjadi Rp1,5 triliun pada kuartal II-2026.

Peningkatan ini sejalan dengan melonjaknya jumlah penonton bioskop dari sekitar 15,5 juta orang pada kuartal I menjadi 21,9 juta orang pada kuartal II-2026. Kenaikan tersebut didorong oleh penambahan layar bioskop serta hadirnya berbagai film baru yang menarik minat masyarakat.

Penjualan Tiket dan F&B Jadi Motor Pendapatan

Pertumbuhan jumlah penonton turut mendongkrak pendapatan dari penjualan tiket bioskop. Pada kuartal II-2026, pendapatan tiket naik 38% menjadi Rp919,4 miliar, dibandingkan Rp665,3 miliar pada kuartal sebelumnya.

Sementara itu, bisnis makanan dan minuman (Food & Beverage/F&B) mencatat pertumbuhan yang lebih tinggi. Pendapatannya meningkat 48%, dari Rp357,6 miliar pada kuartal I menjadi Rp528,8 miliar pada kuartal II-2026.

Secara keseluruhan, struktur pendapatan Cinema XXI pada Semester I-2026 terdiri atas:

  • Penjualan tiket bioskop: Rp1,6 triliun (60,2%)
  • Penjualan makanan dan minuman: Rp886,3 miliar (33,7%)
  • Pendapatan lainnya dari iklan, platform digital, dan penyelenggaraan acara: Rp160,2 miliar (6,1%)

CNMA Perluas Jaringan Bioskop

Direktur Utama Cinema XXI, Suryo Suherman, mengatakan capaian semester pertama 2026 mencerminkan konsistensi strategi bisnis serta disiplin operasional yang dijalankan Perseroan.

Menurutnya, Cinema XXI akan terus memperkuat fundamental bisnis dengan menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui inovasi layanan, optimalisasi berbagai sumber pendapatan, serta ekspansi yang selektif.

Selama Semester I-2026, Perseroan membuka dua lokasi bioskop baru, yaitu:

  • Ciplaz Cipanas XXI
  • 23 Semarang XXI

Kedua lokasi tersebut menambah 7 layar baru, sehingga hingga 30 Juni 2026 Cinema XXI telah mengoperasikan:

  • 269 bioskop
  • 1.395 layar
  • Beroperasi di 55 kota dan 30 kabupaten di seluruh Indonesia.

Film Nasional Mendominasi Penonton

Industri perfilman Indonesia juga menunjukkan perkembangan positif sepanjang Semester I-2026.

Lebih dari 65% total penonton Cinema XXI berasal dari film nasional, mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap karya sineas Indonesia.

Selain itu, terdapat 17 film nasional maupun internasional yang berhasil meraih lebih dari 1 juta penonton selama Januari hingga Juni 2026. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencatat 15 film dengan capaian serupa.

Suryo menilai keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengapresiasi pilihan film yang beragam, baik produksi lokal maupun internasional.

“Kami mengapresiasi antusiasme masyarakat terhadap pilihan film yang semakin beragam. Capaian ini menunjukkan bahwa film nasional dan film internasional sama-sama mendapat apresiasi dari penonton. Hal ini menjadi motivasi bagi Cinema XXI untuk terus menghadirkan pengalaman menonton terbaik melalui layanan prima, fasilitas yang nyaman, serta teknologi audiovisual berstandar internasional,” ujar Suryo.

Prospek Cinema XXI

Memasuki paruh kedua 2026, Cinema XXI optimistis pertumbuhan bisnis akan terus berlanjut seiring bertambahnya jaringan bioskop, meningkatnya jumlah film berkualitas yang dirilis, serta pulihnya aktivitas hiburan masyarakat.

Dengan kombinasi ekspansi yang terukur, diversifikasi sumber pendapatan, serta dominasi pasar bioskop nasional, CNMA berada pada posisi yang kuat untuk mempertahankan pertumbuhan kinerja hingga akhir tahun.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis