Menu ✖

Mode Gelap
Grafiti Pers Laporkan Perubahan Kepemilikan Saham Tempo, Porsi Hak Suara Turun Jadi 12,24 Persen BEI Gelar CMSE 2026, Jumlah Investor Pasar Modal Tembus 32,7 Juta SID BEI Perluas Transparansi Kepemilikan Saham, Status Pengendali dan Afiliasi Kini Terungkap Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

Bisnis

COIN Hadapi Tekanan Pasar Kripto, Pendapatan Turun di Kuartal II-2026

badge-check


					PT Indokripto Koin Semesta Tbk Perbesar

PT Indokripto Koin Semesta Tbk

JAKARTA – PT Indokripto Koin Semesta Tbk (IDX: COIN) menghadapi tantangan di tengah pelemahan pasar aset kripto sepanjang kuartal II-2026. Penurunan harga aset digital, ketidakpastian ekonomi global, serta pergeseran portofolio investor ke instrumen yang lebih defensif memberikan tekanan terhadap kinerja Perseroan.

COIN membukukan pendapatan sebesar Rp33,15 miliar pada periode April–Juni 2026. Angka tersebut turun sekitar 20% secara kuartalan (QoQ) dibandingkan pendapatan kuartal I-2026 yang mencapai Rp41,49 miliar.

Pelemahan tersebut sejalan dengan kondisi industri kripto secara global. Kapitalisasi pasar aset kripto dunia tercatat menyusut 12,6% dari US$2,4 triliun menjadi US$2,1 triliun selama kuartal II-2026.

Di pasar domestik, volume transaksi aset kripto Indonesia juga mengalami penurunan 11,6% QoQ, dari Rp75,83 triliun menjadi Rp67,03 triliun.

Segmen Derivatif Jadi Penopang Pertumbuhan

Di tengah tekanan pasar, COIN mencatat kinerja positif dari bisnis derivatif. Direktur Utama PT Indokripto Koin Semesta Tbk, Ade Wahyu, mengatakan segmen tersebut mulai menjadi motor pertumbuhan baru bagi perusahaan.

Pendapatan dari layanan derivatif meningkat 6% secara kuartalan menjadi Rp12,1 miliar pada kuartal II-2026. Capaian ini berbanding terbalik dengan tren global, di mana volume transaksi derivatif pada 10 bursa kripto terbesar dunia justru turun sekitar 10% berdasarkan data CoinGecko.

Saat ini, bisnis derivatif telah menyumbang 36,5% terhadap total pendapatan COIN, menunjukkan semakin besarnya kontribusi segmen tersebut terhadap bisnis Perseroan.

“Pencapaian ini memperlihatkan perkembangan positif terhadap minat produk derivatif di Indonesia yang berhasil tumbuh ketika tren global mengalami koreksi. Segmen ini menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong pendapatan perusahaan ke depan,” ujar Ade Wahyu.

Neraca Keuangan Tetap Solid

Selain menjaga pertumbuhan bisnis, COIN juga memperkuat fundamental keuangannya.

Hingga akhir Juni 2026, Perseroan membukukan aset lancar sebesar Rp366,6 miliar, dengan tingkat likuiditas mencapai 17 kali total liabilitas. Posisi tersebut dinilai memberikan ruang yang kuat bagi perusahaan untuk menjaga operasional sekaligus mendukung berbagai inisiatif strategis.

Di sisi lain, COIN berhasil menurunkan total liabilitas sebesar 61% menjadi hanya Rp21,1 miliar, sehingga struktur utang perusahaan tetap berada pada level yang sangat terkendali.

Realisasi Dana IPO Capai Rp49,99 Miliar

Pada kuartal II-2026, COIN juga melaporkan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO) sebesar Rp49,99 miliar, atau sekitar 24% dari total dana IPO senilai Rp220,59 miliar.

Dana tersebut digunakan untuk memperkuat sistem dan infrastruktur pada dua anak usaha strategis, yaitu:

  • PT Central Finansial X (CFX) sebagai Bursa Aset Kripto pertama di Indonesia.
  • PT Kustodian Koin Indonesia (ICC) sebagai lembaga penyimpanan aset kripto yang telah memperoleh izin dan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Ade Wahyu, penggunaan dana IPO dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian agar mampu memberikan dampak optimal terhadap pertumbuhan jangka panjang perusahaan.

Prospek COIN

Meski industri aset kripto masih berada dalam fase volatilitas, COIN menilai peluang pertumbuhan tetap terbuka, terutama melalui pengembangan produk derivatif dan penguatan infrastruktur pasar kripto nasional.

Dengan fundamental keuangan yang semakin kuat, tingkat likuiditas yang tinggi, serta fokus pada pengembangan ekosistem melalui CFX dan ICC, Perseroan optimistis dapat memanfaatkan momentum ketika pasar aset digital kembali pulih.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis