Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

RANS Pastikan Mundurnya Grandy Prajayakti Tak Ganggu Operasional dan Rencana Akuisisi

badge-check


					PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk Perbesar

PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk

JAKARTA – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menegaskan bahwa pengunduran diri Grandy Prajayakti dari jabatannya sebagai Direktur tidak akan memengaruhi kegiatan operasional perusahaan, tata kelola, maupun realisasi strategi bisnis yang telah dipaparkan kepada publik saat penawaran umum perdana saham (IPO).

Penegasan tersebut disampaikan perseroan dalam jawaban atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keterbukaan informasi mengenai perubahan susunan direksi yang diumumkan pada 24 Juli 2026.

Mundur karena Alasan Pribadi

Manajemen menjelaskan bahwa Grandy Prajayakti mengundurkan diri murni karena alasan pribadi (personal reasons).

Perseroan juga memastikan keputusan tersebut merupakan keputusan pribadi yang bersangkutan dan tidak dilatarbelakangi perselisihan dengan perusahaan, jajaran direksi, dewan komisaris, maupun para pemegang saham.

Selain itu, selama proses IPO, mulai dari penyusunan prospektus, pernyataan pendaftaran hingga pencatatan saham di Bursa, tidak pernah ada pembahasan maupun indikasi mengenai rencana pengunduran diri tersebut.

Surat pengunduran diri baru diterima perseroan pada 22 Juli 2026.

Belum Akan Menunjuk Direktur Pengganti

RANS juga menyampaikan bahwa hingga saat ini perusahaan belum berencana mengangkat direktur baru untuk menggantikan Grandy Prajayakti.

Perseroan menilai jumlah direksi yang ada saat ini, yakni satu Direktur Utama dan dua Direktur, masih memenuhi ketentuan minimal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas.

Untuk sementara, seluruh tugas dan tanggung jawab Grandy akan dialihkan kepada Direktur Utama dan direktur lainnya sesuai pembagian tugas yang ditetapkan manajemen.

Perseroan menegaskan langkah tersebut tidak akan menghambat implementasi strategi bisnis maupun target yang telah disampaikan kepada investor saat IPO.

Tak Lagi Menjabat di Anak Usaha

Selain mengundurkan diri dari perseroan induk, Grandy Prajayakti juga dipastikan tidak lagi menjabat sebagai direktur di sejumlah entitas anak maupun afiliasi RANS.

Beberapa perusahaan yang terdampak antara lain:

  • PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina);
  • PT Rans Nikmat Sejahtera;
  • PT Rans Keluarga Bersama;
  • PT Rans Boga Indonesia; dan
  • PT Rans Olahraga Digital.

Manajemen menyatakan posisi tersebut nantinya akan diisi oleh pihak lain melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) masing-masing perusahaan.

Menurut perseroan, pergantian pengurus tersebut tidak memberikan dampak material terhadap proses pengambilan keputusan maupun aktivitas operasional seluruh entitas.

Akuisisi Slavina Tetap Berjalan

Dalam keterangannya kepada BEI, RANS juga memastikan perubahan direksi tidak memengaruhi rencana akuisisi PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina) yang sebelumnya direncanakan menggunakan dana hasil IPO.

Saat ini perusahaan sedang mencari kandidat yang sesuai untuk mengisi posisi direksi di Slavina.

Perseroan menegaskan proses akuisisi tetap berjalan sesuai rencana.

Tidak Ada Informasi Material Lain

RANS menyampaikan hingga saat ini belum memiliki rencana perubahan susunan direksi maupun dewan komisaris lainnya selain yang telah diumumkan sebelumnya.

Perseroan juga memastikan tidak terdapat informasi material tambahan yang perlu diketahui investor terkait pengunduran diri Grandy Prajayakti.

Dengan demikian, manajemen menilai kegiatan operasional, tata kelola perusahaan, pelaksanaan rencana bisnis, hingga penggunaan dana hasil IPO tetap berjalan normal dan tidak memerlukan langkah mitigasi khusus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis