JAKARTA – PT Rans Entertainmen Indonesia Tbk menegaskan bahwa pengunduran diri Grandy Prajayakti dari jabatannya sebagai Direktur tidak akan memengaruhi kegiatan operasional perusahaan, tata kelola, maupun realisasi strategi bisnis yang telah dipaparkan kepada publik saat penawaran umum perdana saham (IPO).
Penegasan tersebut disampaikan perseroan dalam jawaban atas permintaan penjelasan dari Bursa Efek Indonesia (BEI) terkait keterbukaan informasi mengenai perubahan susunan direksi yang diumumkan pada 24 Juli 2026.
Mundur karena Alasan Pribadi
Manajemen menjelaskan bahwa Grandy Prajayakti mengundurkan diri murni karena alasan pribadi (personal reasons).
Perseroan juga memastikan keputusan tersebut merupakan keputusan pribadi yang bersangkutan dan tidak dilatarbelakangi perselisihan dengan perusahaan, jajaran direksi, dewan komisaris, maupun para pemegang saham.
Selain itu, selama proses IPO, mulai dari penyusunan prospektus, pernyataan pendaftaran hingga pencatatan saham di Bursa, tidak pernah ada pembahasan maupun indikasi mengenai rencana pengunduran diri tersebut.
Surat pengunduran diri baru diterima perseroan pada 22 Juli 2026.
Belum Akan Menunjuk Direktur Pengganti
RANS juga menyampaikan bahwa hingga saat ini perusahaan belum berencana mengangkat direktur baru untuk menggantikan Grandy Prajayakti.
Perseroan menilai jumlah direksi yang ada saat ini, yakni satu Direktur Utama dan dua Direktur, masih memenuhi ketentuan minimal sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Perseroan Terbatas.
Untuk sementara, seluruh tugas dan tanggung jawab Grandy akan dialihkan kepada Direktur Utama dan direktur lainnya sesuai pembagian tugas yang ditetapkan manajemen.
Perseroan menegaskan langkah tersebut tidak akan menghambat implementasi strategi bisnis maupun target yang telah disampaikan kepada investor saat IPO.
Tak Lagi Menjabat di Anak Usaha
Selain mengundurkan diri dari perseroan induk, Grandy Prajayakti juga dipastikan tidak lagi menjabat sebagai direktur di sejumlah entitas anak maupun afiliasi RANS.
Beberapa perusahaan yang terdampak antara lain:
- PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina);
- PT Rans Nikmat Sejahtera;
- PT Rans Keluarga Bersama;
- PT Rans Boga Indonesia; dan
- PT Rans Olahraga Digital.
Manajemen menyatakan posisi tersebut nantinya akan diisi oleh pihak lain melalui mekanisme Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) masing-masing perusahaan.
Menurut perseroan, pergantian pengurus tersebut tidak memberikan dampak material terhadap proses pengambilan keputusan maupun aktivitas operasional seluruh entitas.
Akuisisi Slavina Tetap Berjalan
Dalam keterangannya kepada BEI, RANS juga memastikan perubahan direksi tidak memengaruhi rencana akuisisi PT Rans Kosmetik Indonesia (Slavina) yang sebelumnya direncanakan menggunakan dana hasil IPO.
Saat ini perusahaan sedang mencari kandidat yang sesuai untuk mengisi posisi direksi di Slavina.
Perseroan menegaskan proses akuisisi tetap berjalan sesuai rencana.
Tidak Ada Informasi Material Lain
RANS menyampaikan hingga saat ini belum memiliki rencana perubahan susunan direksi maupun dewan komisaris lainnya selain yang telah diumumkan sebelumnya.
Perseroan juga memastikan tidak terdapat informasi material tambahan yang perlu diketahui investor terkait pengunduran diri Grandy Prajayakti.
Dengan demikian, manajemen menilai kegiatan operasional, tata kelola perusahaan, pelaksanaan rencana bisnis, hingga penggunaan dana hasil IPO tetap berjalan normal dan tidak memerlukan langkah mitigasi khusus.












