Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

PGE Kantongi Fasilitas Pendanaan US$75 Juta dari Bank Mizuho Indonesia untuk Percepat Pengembangan Panas Bumi

badge-check


					PGE Kantongi Fasilitas Pendanaan US$75 Juta dari Bank Mizuho Indonesia untuk Percepat Pengembangan Panas Bumi Perbesar

Jakarta – PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (IDX: PGEO) memperkuat struktur pendanaannya melalui kerja sama strategis dengan PT Bank Mizuho Indonesia. Perseroan menandatangani Trade Facility Agreement berupa fasilitas non-cash loan senilai hingga US$75 juta tanpa agunan (clean basis), yang akan digunakan untuk mendukung kebutuhan operasional sekaligus pengembangan proyek panas bumi.

Kesepakatan tersebut ditandatangani di Grha Pertamina, Jakarta, sebagai bagian dari strategi PGE memperluas akses pendanaan dan memperkuat fleksibilitas pembiayaan dalam mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang.

Fasilitas Pendanaan Dukung Operasional dan Ekspansi

Fasilitas yang diberikan Bank Mizuho Indonesia merupakan omnibus facility tanpa komitmen yang mencakup berbagai instrumen pembiayaan, antara lain:

  • Bank Garansi
  • Standby Letter of Credit (SBLC)
  • Letter of Credit (L/C) Impor
  • Account Payable Financing (APF)
  • Revolving Loan Facility

Skema pembiayaan tanpa agunan tersebut mencerminkan tingkat kepercayaan yang tinggi terhadap profil risiko serta kinerja keuangan PGE sebagai salah satu pengembang energi panas bumi terbesar di Indonesia.

Direktur Keuangan PGE, Fransetya Hutabarat, mengatakan kerja sama ini merupakan langkah strategis untuk memperluas akses pembiayaan perusahaan.

“Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan Bank Mizuho Indonesia melalui fasilitas ini. Fasilitas ini akan mendukung kebutuhan operasional dan pengembangan proyek-proyek PGE ke depan, sekaligus menjadi fondasi kemitraan jangka panjang yang saling menguntungkan. Kami berharap kolaborasi ini dapat terus berkembang dan bersama-sama mendorong percepatan transisi energi menuju Net Zero Emission di Indonesia,” ujar Fransetya.

Perkuat Ekosistem Pendanaan Hijau

Direktur Marketing PT Bank Mizuho Indonesia, Heru Gautama Hatman, menyatakan kerja sama tersebut menjadi bagian dari komitmen perseroan dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia.

Menurutnya, fasilitas pembiayaan tidak hanya berfungsi sebagai dukungan finansial, tetapi juga menjadi bentuk kepercayaan terhadap visi PGE untuk menjadi salah satu contoh pengembangan panas bumi kelas dunia.

Kolaborasi ini juga memperkuat ekosistem green financing PGE yang sebelumnya telah didukung oleh berbagai instrumen pendanaan berkelanjutan serta kerja sama dengan sejumlah lembaga keuangan internasional.

Target Kapasitas 1 GW pada 2028

Sebagai salah satu produsen panas bumi terkemuka di dunia, PGE terus menerapkan strategi pendanaan yang prudent guna menjaga keberlanjutan investasi pada proyek-proyek pengembangan panas bumi.

Perseroan menargetkan kapasitas terpasang yang dikelola secara mandiri mencapai 1 gigawatt (GW) pada 2028, kemudian meningkat menjadi 1,8 GW pada 2034.

Target tersebut menjadi bagian dari kontribusi PGE dalam mempercepat pengembangan energi panas bumi nasional, sekaligus mendukung ketahanan energi, swasembada energi, dan pencapaian target Net Zero Emission Indonesia.

Prospek

Fasilitas pembiayaan dari Bank Mizuho Indonesia diperkirakan akan meningkatkan fleksibilitas keuangan PGE dalam menjalankan proyek-proyek strategis tanpa harus mengandalkan pembiayaan berbasis aset. Dukungan dari institusi keuangan internasional juga memperkuat posisi PGE dalam mengembangkan portofolio energi bersih di tengah meningkatnya kebutuhan investasi sektor energi terbarukan.

Dengan tambahan akses pendanaan hingga US$75 juta, PGE memiliki ruang yang lebih besar untuk mempercepat realisasi proyek panas bumi yang menjadi salah satu pilar transisi energi nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

ADHI Buka Suara Soal Merger dengan PTPP, Masih Tahap Kajian Awal di Bawah Danantara

4 September 2026 - 08:20 WIB

PT Adhi Karya (Persero) Tbk (IDX: ADHI)

NexAI Digital Infrastruktur (MGLV) Ubah Jadwal RUPSLB dan RUPS Independen, Bahas Rights Issue hingga Akuisisi Anak Usaha

2 September 2026 - 20:44 WIB

PT Panca Anugrah Wisesa Tbk (MGLV)

PKPU Adhi Commuter Properti Ditolak Pengadilan, ADCP Pastikan Operasional dan Obligasi Tetap Aman

2 September 2026 - 20:30 WIB

PT Adhi Commuter Properti Tbk (IDX: ADCP)

VKTR Gandeng Danantara dan BNBR, Jajaki Pendanaan Hingga Rp2 Triliun untuk Ekspansi Bus dan Truk Listrik

2 September 2026 - 08:30 WIB

VKTR, Danantara Investment Management, BNBR, bus listrik, kendaraan listrik
Trending di Bisnis