Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Kripto

Whale Tarik Bitcoin Senilai Rp3,2 Triliun dari Kraken, Pasokan BTC Makin Ketat

badge-check


					Whale Tarik Bitcoin Senilai Rp3,2 Triliun dari Kraken, Pasokan BTC Makin Ketat Perbesar

Aktivitas investor besar atau whale kembali menjadi sorotan setelah hampir 3.080 Bitcoin (BTC) ditarik dari bursa kripto Kraken. Nilai aset yang dipindahkan mencapai sekitar US$198 juta, atau setara sekitar Rp3,22 triliun (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS).

Penarikan tersebut terdiri dari dua transaksi besar, yakni 1.265 BTC senilai sekitar US$81,3 juta (sekitar Rp1,33 triliun) dan 1.815 BTC senilai sekitar US$116,6 juta (sekitar Rp1,90 triliun).

Alih-alih menjadi sinyal aksi jual, perpindahan Bitcoin dari bursa ke dompet yang tidak diketahui umumnya dipandang sebagai indikasi bahwa investor besar memilih menyimpan aset mereka untuk jangka panjang. Kondisi ini sekaligus mengurangi jumlah Bitcoin yang tersedia untuk diperdagangkan di bursa.

Pasokan Bitcoin Semakin Terbatas

Data on-chain menunjukkan kondisi kelangkaan Bitcoin semakin menguat. Indikator Stock-to-Flow Ratio melonjak menjadi 46.500, naik sekitar 350% dibandingkan 24 jam sebelumnya.

Rasio tersebut mengukur hubungan antara jumlah Bitcoin yang beredar dengan jumlah Bitcoin baru yang diproduksi setiap tahun. Semakin tinggi nilainya, semakin langka pasokan Bitcoin di pasar.

Peningkatan indikator ini sejalan dengan penarikan BTC dalam jumlah besar dari bursa, yang semakin mempersempit pasokan aset yang siap dijual.

Meski demikian, analis menilai kelangkaan pasokan saja belum cukup untuk mendorong harga naik. Permintaan dari investor tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah pergerakan Bitcoin dalam jangka pendek.

Penambang Juga Mulai Mengurangi Penjualan

Sinyal positif lainnya datang dari para penambang Bitcoin.

Indikator Miners’ Position Index (MPI) turun menjadi -1,2389, setelah melemah sekitar 128,44% dalam sehari terakhir.

Nilai MPI yang negatif umumnya menunjukkan bahwa para penambang menjual Bitcoin dalam jumlah lebih sedikit dibandingkan rata-rata satu tahun terakhir.

Artinya, selain whale yang memindahkan Bitcoin keluar dari bursa, para penambang juga cenderung menahan aset mereka dibandingkan melepasnya ke pasar. Kondisi tersebut semakin mengurangi tekanan jual terhadap Bitcoin.

Meski demikian, perilaku penambang hanyalah salah satu faktor dalam dinamika pasar. Pergerakan harga tetap dipengaruhi oleh sentimen investor, kondisi makroekonomi, dan permintaan global terhadap aset kripto.

Bitcoin Berpeluang Menuju US$70.000

Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$64.368 atau sekitar Rp1,05 miliar per BTC.

Secara teknikal, Bitcoin masih bergerak di dalam pola ascending channel (kanal naik). Level US$63.824 (sekitar Rp1,04 miliar) menjadi area support penting yang sejauh ini masih mampu dipertahankan.

Sementara itu, level resistensi terdekat berada di sekitar US$66.835 (sekitar Rp1,09 miliar), dengan hambatan berikutnya di kisaran US$73.000 atau sekitar Rp1,19 miliar.

Indikator Relative Strength Index (RSI) berada di level 50,85, menandakan momentum beli mulai melambat namun belum memasuki fase bearish yang kuat.

Apabila pembeli mampu mempertahankan area support saat ini, Bitcoin berpotensi kembali menguji level US$66.835 sebelum mencoba menembus US$70.000, atau sekitar Rp1,14 miliar per BTC.

Sebaliknya, jika harga turun di bawah US$63.824, tekanan jual diperkirakan meningkat dan dapat membawa Bitcoin menuju area support berikutnya di sekitar US$60.000, setara sekitar Rp978 juta.

Secara keseluruhan, kombinasi penarikan Bitcoin dalam jumlah besar oleh whale, menurunnya tekanan jual dari penambang, serta meningkatnya indikator kelangkaan pasokan menjadi sinyal fundamental yang terus diperhatikan investor. Namun, keberhasilan Bitcoin menembus level psikologis US$70.000 masih sangat bergantung pada kekuatan permintaan pasar dalam beberapa pekan mendatang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Smarter Web Himpun Dana £10 Juta, Siapkan Dividen Mingguan dan Tambah Bitcoin

13 Oktober 2026 - 11:27 WIB

The Smarter Web Company,

Bursa Moskow Uji Perdagangan Kripto, Bitcoin Ditargetkan Bisa Diperdagangkan Mulai Desember

13 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Bitcoin

Hampir 492 Ribu Solana Senilai Rp900 Miliar Masuk Kraken, Pasar Kripto Waspada

25 September 2026 - 11:41 WIB

Solana

Pemegang Bitcoin Realisasikan Profit Rp80 Triliun, Tapi Aksi Jual Masih Terbatas

24 September 2026 - 11:02 WIB

SHIB Naik 5%, Tapi Netflow 144 Miliar Token Jadi Sinyal Waspada bagi Investor

21 September 2026 - 09:26 WIB

Shiba Inu (SHIB)
Trending di Kripto