Bursa aset kripto Coinbase akan menghentikan perdagangan enam pasangan (trading pair) di pasar spot mulai 6 Agustus 2026. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi rutin perusahaan terhadap likuiditas dan aktivitas perdagangan di platformnya.
Sebelumnya, seluruh pasangan yang terdampak telah ditempatkan dalam status limit-only, yakni mode yang hanya mengizinkan pengguna memasang atau membatalkan order limit tanpa dapat melakukan transaksi pasar secara normal.
Enam Pasangan yang Dihentikan
Coinbase mengonfirmasi penghentian perdagangan untuk pasangan berikut:
- LSETH-ETH
- MINA-EUR
- GRT-GBP
- MASK-GBP
- CHZ-USDT
- CRO-USDT
Meski perdagangan pada pasangan tersebut dihentikan, aset kripto yang bersangkutan tidak dihapus dari Coinbase dan masih dapat diperdagangkan melalui pasangan lain yang tetap tersedia.
Likuiditas Rendah Jadi Alasan Utama
Penghapusan pasangan perdagangan dengan volume rendah merupakan praktik yang lazim dilakukan oleh bursa kripto.
Setiap pasangan perdagangan membutuhkan sumber daya untuk operasional, mulai dari sistem pencocokan order (matching engine), pengawasan kepatuhan, hingga dukungan pelanggan. Ketika aktivitas transaksi dinilai tidak lagi memadai, bursa biasanya memilih menghentikan pasangan tersebut agar likuiditas lebih terkonsentrasi pada pasar yang lebih aktif.
Dalam kasus ini, pasangan berbasis euro dan pound sterling dinilai memiliki volume perdagangan yang relatif rendah sehingga kurang efisien untuk dipertahankan.
Token Tetap Aktif, Hanya Jalur Perdagangan yang Berkurang
Beberapa token yang terdampak sebenarnya masih memiliki ekosistem yang aktif.
Di antaranya:
- Mina (MINA), blockchain ringan dengan teknologi zero-knowledge proof.
- The Graph (GRT), jaringan pengindeks data blockchain untuk aplikasi Web3.
- Mask Network (MASK), platform yang menghubungkan media sosial dengan aplikasi Web3.
- Chiliz (CHZ), token utama ekosistem fan token olahraga.
- Cronos (CRO), token utilitas milik ekosistem Crypto.com.
- Liquid Staked ETH (LSETH), token liquid staking dari Liquid Collective.
Namun, aktivitas pengembangan proyek tidak selalu berbanding lurus dengan tingginya volume perdagangan di setiap pasangan mata uang.
Trader Perlu Menyesuaikan Strategi
Bagi pengguna yang masih memiliki order terbuka pada pasangan CHZ-USDT maupun CRO-USDT, Coinbase menyarankan untuk membatalkan atau menyesuaikan transaksi sebelum penghentian berlaku.
Ke depan, pengguna masih dapat memperdagangkan token-token tersebut melalui pasangan lain yang tetap tersedia, seperti terhadap Bitcoin (BTC), Ether (ETH), maupun dolar AS (USD), tergantung ketersediaan di platform.
Analis menilai dampak terhadap harga masing-masing aset kemungkinan relatif terbatas karena keenam pasangan tersebut hanya menyumbang sebagian kecil dari total volume perdagangan global.
Meski demikian, langkah Coinbase mencerminkan tren yang semakin terlihat di industri aset digital, yakni konsentrasi likuiditas pada pasangan perdagangan utama, sementara pasangan dengan volume rendah secara bertahap mulai dikurangi.












