Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Bisnis

BIPP Siapkan Private Placement 502,86 Juta Saham, Pemegang Saham Terancam Dilusi 9,09 Persen

badge-check


					PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) Perbesar

PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP)

JAKARTA – PT Bhuwanatala Indah Permai Tbk (BIPP) menyiapkan aksi korporasi berupa Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD) atau private placement untuk memperkuat pendanaan perusahaan.

Melalui keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia, BIPP berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 502.866.937 saham Seri B dengan nilai nominal Rp100 per saham.

Jumlah saham baru tersebut setara maksimal 10 persen dari seluruh saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh perseroan.

Jika aksi korporasi tersebut terealisasi, pemegang saham BIPP berpotensi mengalami penurunan persentase kepemilikan atau dilusi maksimal 9,09 persen. Kendati demikian, jumlah saham yang dimiliki pemegang saham lama tidak berubah. Dilusi terjadi karena adanya penambahan saham baru yang beredar.

Dana PMTHMETD untuk Ekspansi BIPP

Manajemen BIPP menjelaskan, rencana PMTHMETD ditempuh untuk memenuhi kebutuhan pendanaan perusahaan, khususnya bagi pengembangan usaha dan penambahan modal kerja.

Perseroan akan menyetorkan modal dalam bentuk uang tunai. Dana yang diperoleh dari aksi tersebut, setelah dikurangi biaya-biaya terkait, akan digunakan untuk mendukung kebutuhan usaha dan modal kerja.

BIPP menyebut pelaksanaan PMTHMETD dapat dilakukan sekaligus maupun secara bertahap. Periode pelaksanaannya maksimal dua tahun sejak memperoleh persetujuan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Adapun rincian penggunaan dana dan waktu pelaksanaan akan ditetapkan kemudian dengan mempertimbangkan kebutuhan pendanaan, rencana pengembangan usaha, serta kesiapan investor.

Nilai Dana Belum Bisa Dipastikan

BIPP belum menetapkan harga pelaksanaan final maupun investor yang akan menyerap saham baru.

Dalam keterbukaan informasi, perseroan menggunakan asumsi harga nominal Rp100 per saham untuk menggambarkan dampak PMTHMETD terhadap kondisi keuangan.

Dengan asumsi tersebut, nilai penerbitan maksimal 502.866.937 saham mencapai sekitar Rp50,29 miliar. Namun, angka tersebut bukan merupakan nilai dana yang pasti akan diperoleh karena harga pelaksanaan nantinya dapat berbeda.

BIPP menegaskan harga pelaksanaan akan mengikuti ketentuan Peraturan I-A Bursa Efek Indonesia. Harga tersebut paling sedikit sebesar 90 persen dari rata-rata harga penutupan saham selama 25 Hari Bursa berturut-turut di Pasar Reguler sebelum tanggal permohonan pencatatan saham tambahan.

Penetapan harga juga akan mempertimbangkan kepentingan perseroan, pemegang saham minoritas, serta kualitas investor yang berpartisipasi.

Investor PMTHMETD Masih Dirahasiakan

Hingga keterbukaan informasi diterbitkan, BIPP belum menentukan pihak yang akan menjadi investor dalam aksi private placement.

Perseroan menyatakan saham baru Seri B akan diterbitkan kepada satu atau beberapa investor. Namun, identitas investor belum dapat diungkapkan karena pihak-pihak tersebut belum ditentukan.

BIPP juga menyampaikan bahwa PMTHMETD merupakan penambahan modal yang dilakukan bukan dalam rangka perbaikan posisi keuangan maupun program kepemilikan saham.

Karena BIPP memiliki dua seri saham dengan nilai nominal berbeda, dasar perhitungan PMTHMETD menggunakan jumlah saham yang telah ditempatkan dan disetor penuh. Menurut perseroan, metode tersebut menghasilkan tingkat dilusi yang lebih kecil bagi pemegang saham, terutama pemegang saham minoritas.

Struktur Keuangan Diproyeksikan Lebih Kuat

BIPP memperkirakan pelaksanaan PMTHMETD akan memberikan pengaruh langsung terhadap struktur permodalan perseroan.

Dengan menggunakan asumsi harga pelaksanaan Rp100 per saham dan posisi laporan keuangan per 30 Juni 2026, aset perseroan diproyeksikan meningkat maksimal 2,74 persen.

Sementara itu, ekuitas diperkirakan tumbuh 5,27 persen dibandingkan posisi sebelum pelaksanaan aksi korporasi.

Kenaikan tersebut terutama berasal dari tambahan kas dan setara kas setelah perseroan menerima dana PMTHMETD. Tambahan modal tersebut diharapkan dapat memperbaiki rasio lancar dan memperkuat struktur permodalan tanpa meningkatkan beban utang.

Rasio liabilitas terhadap ekuitas juga diproyeksikan membaik dari 0,92 kali menjadi 0,87 kali setelah PMTHMETD.

Rugi per Saham Diproyeksikan Menurun

Dari sisi rugi per saham, BIPP memperkirakan indikator tersebut turun setelah penerbitan saham baru.

Berdasarkan rugi bersih periode yang berakhir pada 30 Juni 2026, rugi per saham yang sebelumnya sebesar Rp7,39 per saham diproyeksikan menjadi Rp6,72 per saham.

Penurunan tersebut terutama terjadi karena jumlah saham yang ditempatkan dan disetor penuh bertambah setelah PMTHMETD. Dengan kata lain, penerbitan saham baru meningkatkan jumlah saham beredar yang menjadi dasar perhitungan rugi per saham.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
Trending di Saham