Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Saham

BEI Rayakan HUT ke-34, IHSG Melesat 4,24% dan Nilai Transaksi Harian Tembus Rp13,99 Triliun

badge-check


					BEI Rayakan HUT ke-34, IHSG Melesat 4,24% dan Nilai Transaksi Harian Tembus Rp13,99 Triliun Perbesar

BIZBUZ.ID – Bursa Efek Indonesia (BEI) memasuki usia ke-34 dengan membawa optimisme baru bagi perkembangan pasar modal nasional. Momentum peringatan hari jadi tersebut tidak hanya menjadi ajang refleksi perjalanan BEI selama lebih dari tiga dekade, tetapi juga dibarengi berbagai langkah strategis untuk memperkuat transparansi, tata kelola pasar, hingga pengembangan ekosistem perdagangan karbon di Indonesia.

Sejumlah capaian positif juga mengiringi perayaan tersebut. Selama perdagangan periode 13–17 Juli 2026, pasar saham Indonesia mencatatkan penguatan signifikan dengan lonjakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), peningkatan nilai transaksi, hingga bertambahnya kapitalisasi pasar.

Usia 34 Tahun, BEI Perkuat Fondasi Pasar Modal

Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-34 BEI digelar secara sederhana di Main Hall Bursa Efek Indonesia pada Senin (13/7) dengan mengusung tema “Stronger. Credible. Growth.”

Acara tersebut dihadiri oleh Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, bersama jajaran direksi dan komisaris BEI, para mantan direksi lintas periode, pimpinan Self-Regulatory Organization (SRO), serta seluruh karyawan BEI.

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan perjalanan Bursa Efek Indonesia selama 34 tahun merupakan hasil estafet kepemimpinan yang terus membangun fondasi pasar modal Indonesia agar semakin kuat, modern, dan mampu mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Menurutnya, setiap generasi kepemimpinan memiliki kontribusi penting dalam menciptakan pasar modal yang semakin kredibel sekaligus mampu menjawab tantangan perkembangan industri keuangan.

BEI Dorong Perkembangan Pasar Karbon Nasional

Komitmen BEI terhadap ekonomi berkelanjutan juga ditunjukkan melalui partisipasinya dalam Forum Strategis bertajuk “Kesiapan Pasar Karbon Nasional dan Tata Kelola Karbon Korporasi” yang berlangsung pada 14 Juli 2026.

Forum yang diselenggarakan oleh Indonesia Business Council for Sustainable Development (IBCSD) bersama Indonesia Carbon Trade Association (IDCTA) tersebut membahas kesiapan Indonesia dalam menerapkan mekanisme carbon pricing, tata kelola emisi perusahaan, hingga pengembangan proyek iklim berkualitas.

Dalam kesempatan itu, BEI menegaskan peran IDXCarbon sebagai platform perdagangan karbon nasional yang dirancang untuk menciptakan ekosistem pasar karbon yang transparan, efisien, serta memiliki integritas tinggi.

Langkah ini diharapkan mampu mendukung target pemerintah dalam pengurangan emisi sekaligus membuka peluang investasi baru di sektor ekonomi hijau.

Transparansi Pasar Diperkuat Lewat Penyempurnaan Aturan HSC

Masih pada hari yang sama, BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO) mengumumkan penyempurnaan metodologi penentuan High Shareholding Concentration (HSC) atau kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi.

Perubahan tersebut dilakukan sebagai bagian dari reformasi berkelanjutan untuk meningkatkan transparansi dan kualitas pengawasan di pasar modal Indonesia.

Dalam metodologi terbaru, BEI menambahkan indikator price impact ratio bagi saham dengan kapitalisasi pasar di atas Rp10 triliun. Indikator ini digunakan untuk mengukur perubahan harga saham dibandingkan dengan tingkat aktivitas perdagangannya (velocity).

Evaluasi terhadap indikator tersebut akan dilakukan setiap triwulan, sementara faktor pengawasan yang bersifat insidental tetap diberlakukan apabila ditemukan aktivitas perdagangan yang memerlukan perhatian khusus.

Penyempurnaan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemantauan perdagangan sekaligus memperkuat perlindungan investor.

Kinerja Pasar Saham Menguat Sepanjang Pekan

Di tengah berbagai langkah strategis tersebut, performa pasar saham Indonesia juga menunjukkan tren yang menggembirakan.

Selama periode perdagangan 13–17 Juli 2026, hampir seluruh indikator utama mengalami peningkatan dibandingkan pekan sebelumnya.

Nilai rata-rata transaksi harian melonjak 36,25% menjadi Rp13,99 triliun, dibandingkan Rp10,27 triliun pada minggu sebelumnya.

Sementara itu, rata-rata volume transaksi harian naik 27,75% menjadi 26,17 miliar saham, dari sebelumnya 20,49 miliar saham.

Aktivitas investor juga semakin tinggi, tercermin dari rata-rata frekuensi transaksi harian yang meningkat 24,60% menjadi sekitar 2,33 juta transaksi, dibandingkan 1,87 juta transaksi pada pekan sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar dan IHSG Ikut Melonjak

Penguatan aktivitas perdagangan turut mendorong kenaikan kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia.

Nilai kapitalisasi pasar meningkat 3,95% menjadi sekitar Rp10.749 triliun, dari posisi Rp10.340 triliun pada pekan sebelumnya.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil menguat 4,24% dan ditutup di level 6.175,535, naik dari posisi 5.924,360 pada akhir pekan sebelumnya.

Kenaikan tersebut mencerminkan meningkatnya optimisme pelaku pasar terhadap prospek ekonomi domestik serta membaiknya sentimen investasi di pasar modal Indonesia.

Investor Asing Masih Catatkan Arus Keluar Sepanjang Tahun

Meski investor asing mencatatkan beli bersih (net buy) sebesar Rp638,05 miliar pada penutupan perdagangan pekan ini, secara akumulatif sepanjang tahun 2026 mereka masih membukukan jual bersih (net sell) mencapai Rp75,712 triliun.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun minat investor global mulai kembali terlihat dalam jangka pendek, arus modal asing sepanjang tahun masih berada dalam tren keluar dari pasar saham Indonesia.

Momentum Penguatan Pasar Modal

Perayaan HUT ke-34 BEI menjadi simbol komitmen untuk terus membangun pasar modal Indonesia yang lebih transparan, modern, dan berdaya saing global.

Di sisi lain, peningkatan kinerja perdagangan saham, penguatan IHSG, serta berbagai reformasi regulasi menjadi sinyal positif bahwa pasar modal Indonesia terus bergerak menuju ekosistem investasi yang semakin sehat dan dipercaya oleh pelaku pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken

6 September 2026 - 19:59 WIB

PT Cipta Selera Murni Tbk (IDX: CSMI)

Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material

6 September 2026 - 19:39 WIB

PT Bank Aladin Syariah Tbk (IDX: BANK)

HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank

6 September 2026 - 19:23 WIB

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)
Trending di Saham