Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Kripto

Apple Digugat Rp29,6 Miliar Usai Aplikasi Dompet Kripto Palsu di App Store Rugikan Pengguna

badge-check


					Apple Digugat Rp29,6 Miliar Usai Aplikasi Dompet Kripto Palsu di App Store Rugikan Pengguna Perbesar

BIZBUZ.ID – Apple menghadapi gugatan hukum di California, Amerika Serikat, setelah tiga pengguna mengaku kehilangan total US$1,8 juta (sekitar Rp29,6 miliar, asumsi kurs Rp16.450 per dolar AS) akibat mengunduh aplikasi dompet kripto palsu yang sempat tersedia di App Store.

Gugatan tersebut menyoroti dugaan kelalaian Apple dalam menjaga keamanan ekosistem aplikasinya, meskipun perusahaan selama ini memasarkan App Store sebagai platform yang aman dan terpercaya bagi pengguna iPhone.

Aplikasi Palsu Menyamar Sebagai Sparrow Wallet

Dilansir dari cryptonews.net, kasus ini bermula antara Mei hingga Agustus 2025, ketika sebuah aplikasi mengatasnamakan Sparrow Wallet berhasil lolos ke App Store.

Padahal, Sparrow Wallet yang asli hanya tersedia untuk perangkat desktop berbasis Windows, macOS, dan Linux, serta tidak pernah memiliki versi resmi untuk iPhone maupun iPad.

Pengguna yang tidak mengetahui fakta tersebut mengunduh aplikasi palsu dan diminta memasukkan seed phrase atau frasa pemulihan dompet kripto mereka. Informasi sensitif itu kemudian dimanfaatkan pelaku untuk mengambil alih akses dompet digital dan menguras seluruh aset Bitcoin milik korban.

Dalam gugatan disebutkan tiga korban mengalami kerugian masing-masing sebesar:

  • US$875.000
  • US$840.000
  • US$120.000

Jika digabungkan, total kerugian mencapai US$1,8 juta.

Apple Dinilai Memberikan Kesan Aplikasi Aman

Para penggugat menilai Apple turut berperan karena aplikasi tersebut tidak hanya lolos proses peninjauan, tetapi juga sempat dimasukkan ke dalam kurasi aplikasi cryptocurrency di App Store.

Keberadaan aplikasi di daftar rekomendasi tersebut dianggap memberikan kesan bahwa aplikasi telah diverifikasi sehingga lebih mudah dipercaya oleh pengguna.

Selain itu, gugatan juga menuding Apple gagal mencegah aplikasi yang menggunakan identitas Sparrow Wallet meski bukan berasal dari pengembang resmi.

Pengembang Asli Mengaku Sudah Berkali-kali Memberi Peringatan

Craig Raw, pengembang resmi Sparrow Wallet, mengungkapkan bahwa dirinya telah berulang kali melaporkan keberadaan aplikasi tiruan kepada Apple selama beberapa tahun, namun laporan tersebut tidak membuahkan hasil.

Ironisnya, ketika Raw mencoba mengunggah aplikasi sederhana yang hanya berisi pemberitahuan bahwa Sparrow Wallet tidak memiliki versi iOS, Apple justru mengancam akan menangguhkan akun pengembang miliknya.

Penggugat Minta Apple Ganti Kerugian

Dalam gugatan tersebut, Apple dituduh melakukan iklan yang menyesatkan serta melanggar aturan perlindungan konsumen.

Para penggugat meminta perusahaan mengganti seluruh kerugian Bitcoin yang hilang, membayar ganti rugi tambahan (punitive damages), serta mewajibkan Apple memasang peringatan yang lebih jelas mengenai aplikasi palsu di App Store agar kejadian serupa tidak terulang.

Apple Angkat Bicara

Apple menolak memberikan komentar terkait proses hukum yang masih berlangsung.

Namun, perwakilan perusahaan menyatakan bahwa aplikasi palsu tersebut telah dihapus dari App Store dan seluruh akun pengembang yang terkait telah ditutup.

Apple juga menegaskan berbagai upaya keamanan yang dilakukan sepanjang 2025, termasuk menggagalkan lebih dari US$2,2 miliar transaksi aplikasi palsu serta menonaktifkan sekitar 193.000 akun pengembang berbahaya.

Kasus Serupa Pernah Terjadi

Insiden ini bukan yang pertama. Sekitar tiga bulan sebelumnya, pengguna Mac juga menjadi korban aplikasi palsu yang menyamar sebagai Ledger Live.

Dalam kasus tersebut, pelaku berhasil mencuri aset kripto senilai sekitar US$9,5 juta dengan menggunakan metode serupa, yaitu meminta korban memasukkan seed phrase sebelum akhirnya menguras isi dompet digital mereka.

Rangkaian kasus ini kembali memicu perdebatan mengenai efektivitas proses verifikasi aplikasi di App Store, terutama untuk aplikasi yang berkaitan dengan aset digital dan cryptocurrency.

sumber: https://cryptonews.net/news/security/33212097/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun

5 September 2026 - 10:26 WIB

Chainlink

Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya

5 September 2026 - 10:17 WIB

Michael Saylor

AS Bentuk Satgas Quantum, Ancaman 7 Juta Bitcoin Rentan Serangan Komputer Kuantum Masuk Perhatian Departemen Keuangan

26 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Bitcoin

Bitcoin Tembus Rp1,1 Miliar, Analis Sebut Permintaan ETF Jadi Penentu

21 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Michael Saylor Sebut Bitcoin sebagai Solusi Rekayasa untuk Menyimpan Nilai Ekonomi

16 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Michael Saylor
Trending di Kripto