Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Kripto

Capital Group Investasi Besar di Metaplanet, Perkuat Eksposur Bitcoin dengan Kepemilikan 10,63%

badge-check


					Capital Group Perbesar

Capital Group

BIZBUZ.ID – Raksasa manajer aset global Capital Group semakin memperdalam eksposurnya terhadap Bitcoin dengan meningkatkan kepemilikan saham di Metaplanet Inc. hingga menjadi pemegang saham terbesar perusahaan asal Jepang tersebut.

Capital Group, yang mengelola aset sekitar US$3,3 triliun (sekitar Rp53.460 triliun), kini menguasai 136.059.120 saham biasa Metaplanet atau setara 10,63% hak suara perusahaan. Informasi tersebut terungkap dalam dokumen resmi yang diajukan kepada regulator Jepang.

Peningkatan kepemilikan ini dilakukan setelah Capital Group menambah sekitar 17,4 juta saham, naik dari posisi sebelumnya sebesar 9,32%. Perubahan tersebut efektif berlaku sejak 13 Juli 2026.

Sinyal Kuat Kepercayaan Institusi terhadap Bitcoin

Dilansir dari cryptotimes.io langkah Capital Group dinilai lebih dari sekadar investasi portofolio biasa. Keputusan tersebut menjadi sinyal bahwa investor institusional besar mulai semakin percaya pada model Bitcoin treasury, yaitu strategi perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai aset utama dalam neraca keuangan.

Model ini pertama kali dipopulerkan oleh Strategy (sebelumnya MicroStrategy) di bawah kepemimpinan Michael Saylor, kemudian diadopsi dan dikembangkan oleh Metaplanet untuk pasar Asia.

Dengan masuknya Capital Group sebagai pemegang saham terbesar, banyak pelaku pasar menilai strategi tersebut semakin memperoleh legitimasi di mata investor institusional global.

Metaplanet Terus Borong Bitcoin

Sejak 2024, Metaplanet secara agresif menerapkan kebijakan “Bitcoin-first treasury”, yaitu mengumpulkan dana melalui penerbitan saham, obligasi, dan berbagai instrumen keuangan lainnya untuk membeli Bitcoin.

Strategi tersebut bertujuan melindungi nilai perusahaan dari pelemahan yen Jepang sekaligus mengantisipasi penurunan nilai mata uang fiat dalam jangka panjang.

Saat ini Metaplanet telah memiliki sekitar 43.000 BTC.

Dengan asumsi harga Bitcoin berada di kisaran US$66.200 per BTC, nilai kepemilikan tersebut mencapai sekitar US$2,9 miliar atau lebih dari Rp46 triliun.

Jumlah tersebut menjadikan Metaplanet sebagai tiga perusahaan publik dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Investasi Capital Group Bernilai Lebih dari US$200 Juta

Berdasarkan harga saham saat ini, kepemilikan Capital Group di Metaplanet diperkirakan bernilai sekitar US$203 juta.

Bagi banyak analis, langkah ini menjadi validasi terhadap model bisnis Metaplanet yang lebih menyerupai perusahaan investasi Bitcoin dibanding perusahaan operasional konvensional.

Alih-alih menggunakan dana hasil penghimpunan modal untuk ekspansi bisnis tradisional, Metaplanet secara konsisten mengalokasikan dana tersebut untuk membeli dan menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang.

Alternatif Aman bagi Investor Institusi

Banyak manajer aset besar memiliki batasan regulasi yang membuat mereka tidak dapat membeli aset kripto secara langsung.

Karena itu, berinvestasi di perusahaan publik yang memiliki cadangan Bitcoin besar menjadi alternatif yang lebih mudah dan sesuai regulasi.

Capital Group sendiri sebelumnya juga diketahui memiliki investasi signifikan di Strategy, perusahaan milik Michael Saylor yang dikenal sebagai pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia.

Dengan meningkatkan kepemilikan di Metaplanet, Capital Group memperluas strategi investasinya terhadap perusahaan yang menjadikan Bitcoin sebagai aset utama.

Dibeli Saat Saham Berfluktuasi

Yang menarik, penambahan kepemilikan dilakukan ketika harga saham Metaplanet tengah mengalami volatilitas.

Dalam beberapa bulan terakhir, perusahaan juga beberapa kali melakukan penerbitan saham baru untuk memperoleh dana pembelian Bitcoin, yang sempat memicu kekhawatiran mengenai dilusi saham.

Namun Capital Group justru memilih menambah investasinya pada periode tersebut.

Hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan investasi tersebut menilai valuasi Metaplanet masih menarik dibandingkan dengan nilai aset Bitcoin yang dimilikinya serta prospek pertumbuhan jangka panjang.

Dampak bagi Adopsi Bitcoin Institusional

Masuknya Capital Group sebagai pemegang saham terbesar Metaplanet dipandang sebagai perkembangan penting bagi adopsi Bitcoin di kalangan institusi keuangan global.

Investasi dari perusahaan pengelola aset senilai US$3,3 triliun memperkuat pandangan bahwa Bitcoin semakin diterima sebagai aset cadangan perusahaan, bukan lagi sekadar instrumen investasi spekulatif.

Selain itu, langkah ini dapat mendorong lebih banyak perusahaan dan investor institusional untuk memperoleh eksposur terhadap Bitcoin melalui saham perusahaan publik yang memiliki strategi treasury Bitcoin, tanpa harus membeli aset kripto secara langsung.

Jika tren ini terus berlanjut, model bisnis seperti yang dijalankan Metaplanet berpotensi menjadi inspirasi bagi perusahaan lain, terutama di kawasan Asia dan Eropa yang menghadapi tantangan inflasi, pelemahan mata uang, serta ketidakpastian ekonomi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun

5 September 2026 - 10:26 WIB

Chainlink

Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya

5 September 2026 - 10:17 WIB

Michael Saylor

AS Bentuk Satgas Quantum, Ancaman 7 Juta Bitcoin Rentan Serangan Komputer Kuantum Masuk Perhatian Departemen Keuangan

26 Agustus 2026 - 07:53 WIB

Bitcoin

Bitcoin Tembus Rp1,1 Miliar, Analis Sebut Permintaan ETF Jadi Penentu

21 Agustus 2026 - 11:35 WIB

Michael Saylor Sebut Bitcoin sebagai Solusi Rekayasa untuk Menyimpan Nilai Ekonomi

16 Agustus 2026 - 13:37 WIB

Michael Saylor
Trending di Kripto