Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Bisnis

Pradiksi Gunatama (PGUN) Pastikan Karhutla Tak Ganggu Operasional, Produksi CPO Tetap Normal

badge-check


					PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) Perbesar

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN)

PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN) memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sekitar wilayah konsesinya tidak mengganggu kegiatan operasional perkebunan maupun pengolahan kelapa sawit. Perseroan juga menyatakan dampak finansial langsung dari kejadian tersebut relatif tidak material terhadap pendapatan dan laba bersih perusahaan.

Kepastian itu disampaikan PGUN dalam surat tanggapan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) tertanggal 14 Oktober 2026. Surat bernomor 111/DIR-PG/EXT-CORSEC/X/2026 tersebut merupakan jawaban atas permintaan penjelasan bursa melalui surat Nomor S-13032/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 13 Oktober 2026.

Dalam keterangannya, PGUN menjelaskan seluruh kegiatan operasional perkebunan dan pengolahan kelapa sawit terpusat di Kabupaten Paser, Kalimantan Timur, termasuk wilayah Kecamatan Batu Engau dan sekitarnya. Kegiatan tersebut dikelola langsung oleh perseroan.

Wilayah konsesi dan pabrik kelapa sawit (PKS) di Kabupaten Paser berkontribusi 100 persen terhadap total produksi minyak kelapa sawit atau crude palm oil (CPO) dan inti sawit (palm kernel/PK), sekaligus menyumbang seluruh pendapatan perusahaan.

PGUN juga mengungkapkan bahwa seluruh produksi CPO dialokasikan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku fatty acid methyl ester (FAME) milik perusahaan afiliasi, PT Jhonlin Agro Raya Tbk.

Tidak Ada Penghentian Operasional

Terkait dampak karhutla, PGUN menyatakan aktivitas pemanenan dan pengolahan di pabrik tetap berjalan normal. Perseroan juga menegaskan tidak terjadi penghentian operasional di luar rencana (unplanned shutdown), baik di pabrik pengolahan kelapa sawit maupun di area perkebunan.

Dari sisi keuangan, perusahaan menilai dampak langsung karhutla relatif terbatas dan tidak material terhadap keseluruhan pendapatan serta laba bersih. PGUN turut menyatakan aset biologis berupa tanaman kelapa sawit dan aset tetap, termasuk pabrik, alat berat, serta infrastruktur, tetap terlindungi.

Perseroan menyebut tidak terdapat kerusakan aset material yang mengharuskan penghapusan nilai aset (write-off) dalam skala besar.

Meski demikian, seluruh kegiatan operasional PGUN terkonsentrasi di satu wilayah geografis. Dengan kondisi tersebut, Kabupaten Paser menjadi wilayah yang sangat penting bagi keberlangsungan produksi dan pendapatan perseroan.

Siapkan Satgas dan Pemantauan Titik Panas

Untuk mengantisipasi risiko karhutla, PGUN menerapkan strategi pencegahan dan penanggulangan dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

Dalam penanganan jangka pendek, perseroan membentuk satuan tugas karhutla selama periode kemarau yang dilengkapi regu patroli dan tim pemadam. Pemantauan dilakukan melalui sistem satelit untuk mendeteksi titik panas (hotspot) secara waktu nyata serta patroli darat harian di wilayah yang rawan kebakaran.

Perusahaan juga menyiapkan pompa air portabel, truk air, alat berat, menara pemantau api, serta sumber cadangan air seperti embung, kanal, dan waduk.

PGUN menetapkan prosedur penanganan yang mencakup respons cepat, isolasi area terdampak untuk mencegah penyebaran api, serta pelaporan berjenjang dari lapangan ke pusat komando. Tim ditargetkan tiba di titik api dalam waktu maksimal 15–30 menit setelah laporan diterima, bergantung pada aksesibilitas lokasi.

Koordinasi juga dilakukan dengan sejumlah pihak, termasuk Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Dinas Kehutanan, dan Manggala Agni setempat.

Terapkan Kebijakan Tanpa Pembakaran

Untuk jangka panjang, PGUN mengandalkan pengelolaan tata air guna menjaga kelembapan lahan dan mengurangi risiko kebakaran. Perseroan juga menerapkan kebijakan zero burning, yakni pembukaan dan pengolahan lahan tanpa pembakaran, di seluruh kegiatan operasional perusahaan dan entitas anak.

Selain itu, perusahaan menjalankan program Masyarakat Bebas Api (MBA) melalui pembinaan dan kerja sama dengan masyarakat di sekitar wilayah konsesi. Program tersebut mencakup upaya pencegahan karhutla secara kolaboratif serta edukasi mengenai bahaya kebakaran.

Mengenai risiko hukum, PGUN menyatakan hingga tanggal penyampaian surat tidak sedang menghadapi dan tidak memperkirakan adanya sanksi administratif berat terkait karhutla, seperti penyegelan lahan, pembekuan atau pencabutan izin usaha, maupun gugatan perdata dan pidana.

Perseroan juga menyatakan tidak terdapat informasi atau fakta material lain terkait dampak karhutla yang belum diungkapkan kepada publik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis