Klarifikasi tersebut disampaikan untuk menanggapi permintaan penjelasan BEI melalui surat nomor S-13024/BEI.PP1/10-2026 tertanggal 13 Oktober 2026 terkait pemberitaan berjudul Perkuat Pasokan Baterai EV, MBMA Kucurkan Rp58 Miliar Ekspansi Tambang.
Dalam penjelasannya, MBMA mengungkapkan kegiatan pengeboran telah mencapai 1.607 lubang dengan total kedalaman 41.289 meter. Namun, perseroan menegaskan pembaruan data sumber daya dan cadangan mineral tidak dilakukan setiap kuartal.
MBMA memperbarui dan memublikasikan data sumber daya serta cadangan mineral satu kali dalam setahun. Pembaruan berikutnya dijadwalkan pada akhir Maret 2027.
Berdasarkan hasil pengeboran yang telah diterima hingga saat ini, perseroan belum menemukan hal material yang memerlukan pengungkapan kepada bursa. Hasil pengeboran tersebut juga disebut masih sejalan dengan ekspektasi perusahaan.
Eksplorasi Regional Masih Tahap Awal
Selain kegiatan pengeboran di Tambang SCM, MBMA juga menjalankan eksplorasi regional untuk mengidentifikasi potensi sumber daya mineral baru.
Perseroan menyebut hasil eksplorasi regional sejauh ini menunjukkan indikasi positif. Meski demikian, kegiatan tersebut masih berada pada tahap awal sehingga diperlukan evaluasi lebih lanjut untuk menilai potensi penambahan cadangan mineral dan kontribusinya terhadap keberlanjutan operasional Tambang SCM.
MBMA belum menyampaikan estimasi kontribusi eksplorasi regional terhadap penambahan cadangan maupun perpanjangan umur tambang. Perseroan masih membutuhkan kajian lanjutan sebelum dapat memastikan potensi tersebut.
Antisipasi Risiko Regulasi dan Perizinan
Terkait risiko eksplorasi dan keberlanjutan pasokan bahan baku, MBMA menyatakan hingga saat ini tidak mengalami kendala teknis maupun nonteknis yang dapat mengganggu kegiatan eksplorasi atau pasokan bahan baku Tambang SCM.
Meski begitu, perseroan mengakui potensi risiko di masa mendatang tetap ada, terutama akibat perubahan kebijakan dan regulasi. Risiko tersebut dapat berkaitan dengan perizinan, lingkungan, serta aspek lain yang relevan dengan kegiatan pertambangan.
Untuk mengantisipasinya, MBMA menyatakan terus memantau perkembangan kebijakan dan regulasi serta memastikan seluruh kegiatan berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Belum Ada Informasi Material Tambahan
Dalam tanggapan kepada BEI, MBMA juga menyampaikan bahwa hingga tanggal penyampaian klarifikasi, perseroan tidak memiliki informasi atau kejadian material lain yang dinilai dapat memengaruhi kelangsungan usaha maupun harga saham perusahaan.
Perseroan menegaskan komitmennya untuk memenuhi ketentuan keterbukaan informasi di pasar modal, termasuk melaporkan fakta material sesuai peraturan yang berlaku.
Klarifikasi ini memberikan gambaran mengenai perkembangan eksplorasi dan pengelolaan risiko operasional MBMA. Namun, potensi penambahan cadangan mineral baru serta dampaknya terhadap umur Tambang SCM masih menunggu evaluasi lebih lanjut dan pembaruan data sumber daya serta cadangan mineral yang dijadwalkan pada akhir Maret 2027.












