Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Bisnis

Waskita Beton Precast Gelar RUPSLB Kedua 23 Oktober, Bahas Konversi Utang Jadi Saham

badge-check


					PT Waskita Beton Precast Tbk (BEI: WSBP) Perbesar

PT Waskita Beton Precast Tbk (BEI: WSBP)

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) kedua secara elektronik pada Jumat, 23 Oktober 2026. Rapat ini dijadwalkan setelah tiga mata acara dalam RUPSLB sebelumnya belum memenuhi kuorum.

Dalam pengumumannya, perseroan menjelaskan bahwa RUPSLB pertama pada 2 Oktober 2026 tidak mencapai kuorum untuk mata acara kedua, ketiga, dan keempat. Karena itu, direksi kembali mengundang pemegang saham untuk menghadiri RUPSLB kedua yang akan dimulai pukul 14.00 WIB hingga selesai.

Rapat akan diselenggarakan secara daring melalui fasilitas Electronic General Meeting System Kustodian Sentral Efek Indonesia (eASY.KSEI) melalui laman https://akses.ksei.co.id.

Tiga agenda utama RUPSLB

Salah satu agenda yang dibahas adalah pengukuhan atau ratifikasi keputusan RUPSLB 30 Juni 2023 dan RUPS Tahunan 22 Mei 2025 mengenai konversi utang perseroan menjadi ekuitas kepada kreditur tertentu.

Konversi tersebut diperlukan untuk menyesuaikan nilai penyelesaian utang kepada kreditur dalam kelompok Tranche D berdasarkan Perjanjian Perdamaian. Nilainya diusulkan meningkat dari maksimal Rp1,712 triliun menjadi maksimal Rp1,718 triliun.

Agenda kedua berkaitan dengan pengukuhan keputusan sebelumnya mengenai penerbitan saham biasa Seri C. Perseroan mengusulkan penyesuaian jumlah saham Seri C yang diterbitkan, dari maksimal 33,711 miliar saham menjadi maksimal 33,831 miliar saham. Setiap saham memiliki nilai nominal Rp50.

Sementara itu, agenda ketiga mencakup persetujuan penambahan modal ditempatkan dan disetor melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Melalui penerbitan saham Seri C tersebut, modal ditempatkan dan disetor perseroan diusulkan menjadi maksimal Rp4,327 triliun.

Perseroan juga mengusulkan perubahan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) Anggaran Dasar untuk menyesuaikan ketentuan modal seiring pelaksanaan penambahan modal tersebut.

Bagian dari pelaksanaan Perjanjian Perdamaian

WSBP menjelaskan bahwa rangkaian agenda tersebut diajukan untuk memenuhi ketentuan dalam Perjanjian Perdamaian, terutama terkait penyelesaian utang melalui konversi menjadi ekuitas kepada kreditur dagang tertentu.

Konversi ditujukan bagi kreditur yang tagihannya masih memerlukan proses pembuktian dan pemenuhan persyaratan lebih lanjut sejak tanggal berlakunya Perjanjian Perdamaian.

Pelaksanaan konversi utang menjadi saham melalui PMTHMETD juga memerlukan penyesuaian Anggaran Dasar, khususnya terkait jumlah modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Dengan RUPSLB kedua ini, pemegang saham akan dimintai persetujuan atas penyesuaian nilai penyelesaian utang, jumlah saham Seri C yang diterbitkan, serta perubahan struktur permodalan untuk mendukung implementasi Perjanjian Perdamaian.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis