Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Bisnis

PTPP Kantongi Kontrak Baru Rp9,3 Triliun hingga Agustus 2026

badge-check


					BeritaSatu Photo/Ruht Semiono
PTPP Kejar Kontrak Baru -
Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (20/6/2022).  PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) optismistis kinerja perseroan pada tahun ini bakal lebih bergairah seiring dengan terkendalinya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Perseroan menargetkan raihan kontrak baru Rp31 triliun pada 2022. Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan adanya pemulihan kegiatan ekonomi di Indonesia seiring dengan dilonggarkannya PPKM di sejumlah daerah tentunya akan mendorong peningkatan dan pemulihan kinerja ekonomi nasional serta pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini. Perbesar

BeritaSatu Photo/Ruht Semiono PTPP Kejar Kontrak Baru - Pekerja menyelesaikan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Senin (20/6/2022).  PT PP (Persero) Tbk. (PTPP) optismistis kinerja perseroan pada tahun ini bakal lebih bergairah seiring dengan terkendalinya penyebaran Covid-19 di Indonesia. Perseroan menargetkan raihan kontrak baru Rp31 triliun pada 2022. Sekretaris Perusahaan PTPP Yuyus Juarsa mengatakan adanya pemulihan kegiatan ekonomi di Indonesia seiring dengan dilonggarkannya PPKM di sejumlah daerah tentunya akan mendorong peningkatan dan pemulihan kinerja ekonomi nasional serta pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini.

PT PT PP (Persero) Tbk (PTPP) berhasil membukukan perolehan kontrak baru sebesar Rp9,3 triliun hingga Agustus 2026. Capaian tersebut menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat bisnis inti melalui penerapan strategi Back to Core.

Perolehan kontrak baru tersebut sekaligus menunjukkan konsistensi PTPP dalam memilih proyek dengan kualitas kontrak dan profil risiko yang terukur, guna mendukung pertumbuhan bisnis yang sehat dan berkelanjutan.

Berdasarkan sumber pendanaannya, proyek yang diperoleh PTPP hingga Agustus 2026 masih didominasi proyek dengan sumber dana pemerintah dengan kontribusi sebesar 66%.

Selanjutnya, proyek dari sektor swasta menyumbang 18%, sedangkan proyek yang berasal dari BUMN mencapai 16%.

Komposisi tersebut memperlihatkan posisi PTPP dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan fasilitas publik melalui proyek pemerintah. Di sisi lain, perseroan juga tetap menjaga diversifikasi portofolio melalui proyek dari sektor swasta dan BUMN.

Jalan dan Jembatan Jadi Kontributor Terbesar

Jika dilihat berdasarkan lini bisnis, sektor Jalan dan Jembatan menjadi kontributor terbesar terhadap perolehan kontrak baru PTPP hingga Agustus 2026, dengan porsi 38%.

Kontribusi berikutnya berasal dari sektor Gedung sebesar 18%, Smelter dan Pertambangan 16%, Rumah Sakit 8%, serta Bandara 8%.

Sementara itu, sektor Infrastruktur Air memberikan kontribusi 6%, Sekolah 3%, Pelabuhan 2%, dan Sumber Daya Air sebesar 1%.

Komposisi tersebut menunjukkan bahwa bisnis konstruksi inti masih menjadi salah satu penopang utama perolehan kontrak baru perseroan.

Sejumlah Proyek Baru PTPP

Sepanjang Agustus 2026, PTPP berhasil memperoleh sejumlah proyek dengan nilai signifikan.

Salah satunya adalah Pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III dengan nilai kontrak mencapai Rp970 miliar.

Selain itu, PTPP juga mendapatkan Proyek Terminal 1 Lanjutan Bandara Soekarno-Hatta senilai Rp756,4 miliar.

Proyek lainnya adalah Pembangunan BRT Metropolitan Mebidang Medan – Paket Halte On Corridor dengan nilai Rp538,5 miliar.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan, pencapaian kontrak baru hingga Agustus 2026 merupakan bagian dari upaya perseroan menjaga pertumbuhan bisnis dengan tetap menerapkan prinsip selektivitas dan kehati-hatian dalam memperoleh proyek.

“PTPP terus mengedepankan selektivitas dalam memperoleh kontrak baru dengan mempertimbangkan kualitas kontrak, profil risiko, serta potensi kontribusinya terhadap kinerja Perseroan. Sejalan dengan strategi Back to Core, kami akan terus memperkuat bisnis inti dan menjaga kualitas portofolio proyek guna mendukung pertumbuhan Perseroan yang sehat dan berkelanjutan,” ujar Joko.

Ke depan, PTPP akan terus mengoptimalkan kapabilitas dan pengalaman perseroan dalam menangkap peluang proyek di berbagai sektor.

Namun, ekspansi tersebut tetap akan dilakukan dengan mempertimbangkan kualitas proyek, disiplin dalam manajemen risiko, serta keberlanjutan kinerja perusahaan.

Dengan strategi Back to Core, PTPP menargetkan pertumbuhan bisnis yang tidak hanya berorientasi pada peningkatan kontrak baru, tetapi juga memperhatikan kualitas dan risiko dari setiap proyek yang diperoleh.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

30 Oktober 2026 - 08:24 WIB

PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK)

Avian Brands Catat Penjualan Rp6,9 Triliun hingga September 2026, Tumbuh 16,7%

30 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Avia Avian Tbk (Avian Brands)

BSDE Jual Lahan 16,6 Hektare di BSD City untuk Kembangkan Ekosistem KEK ETKI

29 Oktober 2026 - 08:14 WIB

PT Bumi Serpong Damai Tbk (BEI: BSDE)

Sarana Menara Nusantara (TOWR) Perpanjang Fasilitas Kredit Rp2 Triliun hingga Oktober 2027

29 Oktober 2026 - 08:13 WIB

PT Sarana Menara Nusantara Tbk (TOWR)

Kredit BCA Tembus Rp1.063 Triliun, Laba Bersih Naik 4,2% Jadi Rp45,2 Triliun

28 Oktober 2026 - 08:20 WIB

BCA
Trending di Bisnis