JAKARTA – PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) resmi memasuki tahap implementasi restrukturisasi keuangan setelah menandatangani Master Restructuring Agreement (MRA) bersama lembaga keuangan kreditur pada 17 September 2026.
Penandatanganan MRA menjadi tonggak penting dalam proses penyehatan perusahaan karena menandai peralihan dari tahap pembahasan menuju pelaksanaan kerangka restrukturisasi yang lebih terstruktur dan terukur.
Melalui kesepakatan tersebut, ADHI dan para kreditur menyepakati kerangka penataan kembali kewajiban perseroan, termasuk struktur dan mekanisme penyelesaian kewajiban sesuai kesepakatan para pihak.
Manajemen menyebut langkah ini merupakan bagian dari strategi penyehatan menyeluruh untuk memperkuat struktur keuangan, menciptakan ruang likuiditas yang lebih sehat, sekaligus menjaga keberlangsungan usaha perusahaan dalam jangka panjang.
Proses restrukturisasi ADHI juga mendapat dukungan dari PT Danantara Aset Manajemen (Persero) serta kepercayaan lembaga keuangan kreditur yang terlibat dalam kesepakatan tersebut.
Fokus Kembali ke Bisnis Inti Konstruksi
Seiring implementasi restrukturisasi, ADHI melanjutkan agenda transformasi perusahaan dengan mengembalikan fokus pada bisnis inti di bidang engineering dan konstruksi.
Perseroan juga menjalankan berbagai langkah transformasi, antara lain penyederhanaan organisasi dan portofolio bisnis, peningkatan operational excellence berbasis teknologi, serta penguatan efektivitas pengelolaan keuangan dan proses pengadaan (procurement).
ADHI memastikan seluruh kegiatan operasional dan pelaksanaan proyek tetap berjalan normal agar penyelesaian proyek-proyek yang menjadi tanggung jawab perseroan tidak terganggu.
Menurut perusahaan, keberlanjutan bisnis konstruksi memiliki dampak luas terhadap masyarakat, mulai dari penciptaan lapangan kerja, perputaran ekonomi di sekitar proyek, hingga keberlanjutan pembangunan infrastruktur yang mendukung aktivitas masyarakat.
Dirut ADHI Optimistis Restrukturisasi Perkuat Fundamental Bisnis
Direktur Utama ADHI, Moeharmein Zein Chaniago, mengatakan penandatanganan MRA menjadi awal dari tahap implementasi yang membutuhkan komitmen dan konsistensi dari seluruh pihak.
“Kami optimistis, dengan sinergi erat yang terjalin hari ini antara ADHI Karya, Danantara Aset Manajemen, dan lembaga perbankan kreditur, kita dapat membangun fundamental bisnis yang semakin sehat, menciptakan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan di masa depan serta memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pembangunan dan perekonomian bangsa yang kita cintai,” ujar Moeharmein.
Ke depan, ADHI berkomitmen menjalankan implementasi MRA secara transparan dan akuntabel dengan terus menjaga komunikasi bersama seluruh pemangku kepentingan.
Selain itu, perseroan akan melanjutkan penguatan tata kelola perusahaan, optimalisasi portofolio bisnis, peningkatan efektivitas penggunaan modal, serta menerapkan selektivitas dalam perolehan kontrak baru sebagai bagian dari upaya membangun ADHI yang lebih sehat, tangguh, kompetitif, dan berkelanjutan.












