JAKARTA – PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk (BIKE) mengumumkan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dengan Perumda Pasar Jaya terkait rencana pembangunan dan pengembangan kawasan Pasar Minggu, Jakarta Selatan.
Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan menjelaskan bahwa MoU ditandatangani oleh PT Ratu Karya, anak perusahaan BIKE, sebagai langkah awal untuk mempersiapkan kerja sama pengembangan proyek tersebut.
Perseroan menyebut kerja sama ini merupakan bagian dari strategi memperluas portofolio bisnis di sektor properti, infrastruktur, dan pengembangan kawasan.
Nilai Investasi Diperkirakan Rp1 Triliun
BIKE memperkirakan proyek pembangunan Pasar Minggu akan menyerap investasi sekitar Rp1 triliun.
Rencana pengembangan kawasan tidak hanya mencakup revitalisasi pasar, tetapi juga pembangunan berbagai fasilitas penunjang, antara lain:
- Kios dan los untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
- Rumah susun.
- Rumah sakit.
- Gedung perkantoran.
- Pusat perbelanjaan.
- Food court.
Perseroan menilai proyek ini diharapkan menjadi kawasan terpadu yang menggabungkan fungsi perdagangan, hunian, layanan kesehatan, dan fasilitas komersial.
Masih Tahap Kesepahaman Awal
Manajemen BIKE menegaskan bahwa penandatanganan MoU merupakan kesepahaman awal antara Perseroan dan Perumda Pasar Jaya.
Pelaksanaan proyek masih bergantung pada sejumlah tahapan, termasuk hasil kajian serta pemenuhan berbagai persyaratan, seperti aspek teknis, legal, komersial, finansial, perizinan, persetujuan korporasi, serta ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dengan demikian, proyek belum memasuki tahap pelaksanaan konstruksi.
BIKE Akan Sampaikan Perkembangan Proyek
BIKE menyatakan akan terus menyampaikan perkembangan proyek kepada pemegang saham dan publik sesuai ketentuan keterbukaan informasi yang berlaku bagi perusahaan tercatat di Bursa Efek Indonesia.
Keterbukaan informasi tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama PT Bhineka Inovasi Ketahanan Energi Tbk, Kusuma.












