Menu

Mode Gelap
Topindo Solusi Komunika (TOSK) Klarifikasi Volatilitas Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material dan Aksi Korporasi Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP

Saham

BEI Perpanjang Suspensi Saham WIKA, Penundaan Pembayaran Sukuk Jadi Sorotan Investor

badge-check


					Pemegang Sukuk Tolak Usulan WIKA Ubah Jatuh Tempo Pembayara Perbesar

Pemegang Sukuk Tolak Usulan WIKA Ubah Jatuh Tempo Pembayara

JAKARTA– Bursa Efek Indonesia (BEI) resmi memperpanjang penghentian sementara (suspensi) perdagangan saham PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (IDX: WIKA) di seluruh pasar. Keputusan tersebut diambil setelah perseroan menunda pembayaran pendapatan bagi hasil Sukuk Mudharabah yang jatuh tempo pada awal Agustus 2026.

Dalam pengumuman Bursa Nomor Peng-SPT-00013/BEI.PP2/08-2026 tertanggal 4 Agustus 2026, BEI menyatakan bahwa suspensi akan tetap diberlakukan hingga ada pengumuman lebih lanjut dari Bursa.

Keputusan tersebut didasarkan pada sejumlah dokumen resmi yang diterima BEI, termasuk surat dari PT Wijaya Karya (Persero) Tbk serta pemberitahuan dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terkait penundaan pembayaran bagi hasil Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Wijaya Karya Tahap I Tahun 2022.

Adapun pembayaran yang ditunda meliputi:

  • Pendapatan bagi hasil ke-14 Sukuk Mudharabah Berkelanjutan III Tahap I Tahun 2022 Seri A (SMWIKA03ACN1).
  • Pendapatan bagi hasil ke-15 Seri B (SMWIKA03BCN1).
  • Pendapatan bagi hasil ke-15 Seri C (SMWIKA03CCN1).

Ketiga pembayaran tersebut semula dijadwalkan pada 3 Agustus 2026.

BEI menilai penundaan pembayaran tersebut mengindikasikan adanya persoalan yang berkaitan dengan kelangsungan usaha (going concern) perseroan. Oleh karena itu, Bursa memandang perlu mempertahankan suspensi perdagangan efek WIKA sebagai langkah perlindungan terhadap investor dan menjaga perdagangan yang teratur, wajar, serta efisien.

Selama masa suspensi berlangsung, saham WIKA tidak dapat diperdagangkan di seluruh pasar Bursa hingga terdapat perkembangan atau informasi lanjutan yang disampaikan oleh perusahaan maupun otoritas terkait.

BEI juga mengimbau seluruh pelaku pasar untuk terus memantau keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Wijaya Karya (Persero) Tbk guna memperoleh perkembangan terbaru mengenai kondisi keuangan dan langkah penyelesaian kewajiban perseroan.

Keputusan ini menjadi perhatian pelaku pasar mengingat WIKA merupakan salah satu emiten BUMN sektor konstruksi yang sebelumnya aktif menerbitkan instrumen pendanaan di pasar modal, termasuk obligasi dan sukuk. Investor kini menantikan kejelasan terkait penyelesaian kewajiban pembayaran serta rencana pemulihan kondisi keuangan perseroan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Topindo Solusi Komunika (TOSK) Klarifikasi Volatilitas Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material dan Aksi Korporasi

7 September 2026 - 05:51 WIB

PT Topindo Solusi Komunika Tbk (IDX: TOSK)

Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken

6 September 2026 - 19:59 WIB

PT Cipta Selera Murni Tbk (IDX: CSMI)

Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material

6 September 2026 - 19:39 WIB

PT Bank Aladin Syariah Tbk (IDX: BANK)

HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank

6 September 2026 - 19:23 WIB

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)
Trending di Saham