Menu ✖

Mode Gelap
RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026 EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

Kripto

Serangan Coldcard Makin Meluas, Diduga 448 Bitcoin Raib dalam Gelombang Peretasan Keempat

badge-check


					Serangan Coldcard Makin Meluas, Diduga 448 Bitcoin Raib dalam Gelombang Peretasan Keempat Perbesar

Dugaan pencurian aset kripto melalui dompet perangkat keras (hardware wallet) Coldcard kembali meningkat. Galaxy Research mengidentifikasi gelombang keempat serangan yang diduga telah memindahkan sekitar 448,7 Bitcoin (BTC) dari 709 alamat dompet yang diperkirakan menjadi korban.

Kepala Riset Galaxy, Alex Thorn, mengungkapkan bahwa alamat-alamat tersebut memiliki pola transaksi dan unspent transaction output (UTXO) yang serupa dengan dompet yang diyakini terdampak kerentanan pada sistem Coldcard.

Meski demikian, Thorn menegaskan bahwa temuan tersebut masih berupa hasil analisis blockchain dan belum menjadi konfirmasi resmi mengenai jumlah korban maupun total kerugian. Hingga kini, produsen Coldcard, Coinkite, juga belum mengeluarkan pembaruan yang secara khusus mengonfirmasi angka pada gelombang serangan terbaru.

Aktivitas Penyapuan Bitcoin Melonjak Tajam

Dalam analisis awal, Galaxy menemukan 218 transaksi yang melibatkan 462 alamat dengan perpindahan sekitar 388,9 BTC. Setelah pemetaan diperbarui, jumlah tersebut meningkat menjadi 448,7 BTC yang berasal dari 709 alamat.

Galaxy mencatat aktivitas penyapuan (sweeping) mencapai rata-rata 13,8 transaksi per blok, jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi normal sebelum insiden yang hanya sekitar 0,3 transaksi per blok. Sebagian besar dana korban dipindahkan ke alamat baru yang berbeda-beda, bukan dikumpulkan ke satu dompet utama, sehingga pelacakan menjadi lebih kompleks.

Sebelum gelombang keempat terjadi, Galaxy telah mengidentifikasi tiga gelombang serangan yang diduga melibatkan perpindahan sekitar 1.367 BTC dari 4.585 alamat dompet.

Apabila estimasi terbaru dimasukkan dan tidak terdapat tumpang tindih alamat korban, total aset yang berpindah akibat empat gelombang serangan diperkirakan mencapai sekitar 1.815 BTC dari 5.294 alamat.

Namun, angka tersebut masih merupakan hasil perhitungan berdasarkan data blockchain dan belum dapat dianggap sebagai jumlah kerugian resmi. Galaxy juga menyebut belum ada bukti yang memastikan seluruh gelombang serangan dilakukan oleh pelaku yang sama.

Kerentanan Berasal dari Generator Angka Acak

Berdasarkan penelusuran Coinkite, masalah utama berasal dari kesalahan integrasi random number generator (RNG) yang diperkenalkan melalui pembaruan firmware pada Maret 2021.

Kesalahan tersebut menyebabkan sebagian perangkat Coldcard menghasilkan tingkat entropi yang lebih rendah dari standar keamanan yang seharusnya digunakan untuk membuat seed phrase.

Tim teknik Block yang melakukan investigasi independen menemukan bahwa firmware secara tidak sengaja menggunakan generator angka pseudoacak bawaan MicroPython, bukan generator angka acak perangkat keras sebagaimana dirancang.

Meski Block mengaku belum melakukan pengujian menyeluruh terkait tingkat eksploitasi kerentanan tersebut, laporan mengenai pencurian aset yang terus bermunculan mendorong perusahaan untuk segera mengungkap temuannya kepada publik.

Pengguna Diminta Membuat Seed Baru

Coinkite telah merilis pembaruan firmware untuk seluruh perangkat Coldcard yang terdampak. Namun perusahaan menegaskan bahwa memperbarui firmware saja tidak cukup untuk mengatasi risiko keamanan.

Pengguna disarankan membuat seed phrase baru setelah melakukan pembaruan, kemudian memindahkan seluruh aset ke dompet baru tersebut. Sebelum mentransfer seluruh saldo, pengguna juga dianjurkan mengirimkan dana dalam jumlah kecil sebagai uji coba untuk memastikan alamat penerima berfungsi dengan baik.

Coinkite menambahkan bahwa seed phrase yang dibuat menggunakan sedikitnya 50 lemparan dadu secara acak dan privat tidak terdampak oleh kelemahan RNG ini. Penggunaan BIP-39 passphrase yang kuat juga dapat memberikan lapisan perlindungan tambahan, meski perusahaan tetap merekomendasikan proses migrasi sebagai langkah paling aman.

Sementara itu, perangkat lain buatan Coinkite seperti TAPSIGNER, OPENDIME, dan SATSCARD dipastikan menggunakan basis kode yang berbeda sehingga tidak termasuk dalam daftar produk yang terdampak kerentanan ini.

Pelaku pasar kini menantikan pembaruan lanjutan dari Galaxy Research, hasil investigasi teknis Coinkite, serta kemungkinan tindakan dari bursa aset kripto maupun aparat penegak hukum terkait dugaan serangan yang terus berkembang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Smarter Web Himpun Dana £10 Juta, Siapkan Dividen Mingguan dan Tambah Bitcoin

13 Oktober 2026 - 11:27 WIB

The Smarter Web Company,

Bursa Moskow Uji Perdagangan Kripto, Bitcoin Ditargetkan Bisa Diperdagangkan Mulai Desember

13 Oktober 2026 - 10:24 WIB

Bitcoin

Hampir 492 Ribu Solana Senilai Rp900 Miliar Masuk Kraken, Pasar Kripto Waspada

25 September 2026 - 11:41 WIB

Solana

Pemegang Bitcoin Realisasikan Profit Rp80 Triliun, Tapi Aksi Jual Masih Terbatas

24 September 2026 - 11:02 WIB

SHIB Naik 5%, Tapi Netflow 144 Miliar Token Jadi Sinyal Waspada bagi Investor

21 September 2026 - 09:26 WIB

Shiba Inu (SHIB)
Trending di Kripto