Menu

Mode Gelap
Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK

Bisnis

Laba Bersih Wintermar Melonjak 24,4% di Semester I-2026, Armada High Tier Jadi Mesin Pertumbuhan

badge-check


					PT Wintermar Offshore Marine Tbk Perbesar

PT Wintermar Offshore Marine Tbk

JAKARTA – PT Wintermar Offshore Marine Tbk berhasil membukukan kinerja positif sepanjang Semester I-2026. Emiten jasa pelayaran lepas pantai tersebut mencatat laba bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar US$8,4 juta, naik 24,4% secara tahunan (year-on-year/YoY) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar US$6,7 juta.

Lonjakan laba ini ditopang oleh semakin banyaknya kapal High Tier yang mulai beroperasi serta meningkatnya utilisasi armada menjadi 62% pada Semester I-2026, dibandingkan 56% pada Semester I-2025.

Selain itu, perusahaan juga membukukan EBITDA sebesar US$28,2 juta, melonjak 76,8% YoY dari US$16 juta pada periode yang sama tahun lalu.

Pendapatan Kapal Milik Melonjak 41%

Kontributor utama pertumbuhan berasal dari Divisi Kapal Milik. Pendapatan segmen ini meningkat 41,4% YoY menjadi US$45 juta, didorong bertambahnya jumlah kapal yang aktif beroperasi.

Tak hanya pendapatan yang meningkat, profitabilitas pun ikut membaik. Margin kapal milik naik signifikan menjadi 51,7%, dibandingkan 39,1% pada Semester I-2025. Peningkatan tersebut didukung oleh semakin banyaknya Platform Supply Vessel (PSV) yang mulai beroperasi.

Meski demikian, perusahaan mencatat utilisasi armada pada kuartal II sedikit lebih rendah dibanding kuartal pertama. Kondisi ini dipengaruhi dominasi kontrak spot di pasar domestik, meskipun tarif sewanya berada pada level yang lebih tinggi.

Wintermar juga mengungkapkan bahwa akuisisi FOS yang rampung pada akhir Juni 2026 belum memberikan kontribusi terhadap laporan keuangan Semester I. Kinerja FOS baru akan dikonsolidasikan mulai Semester II-2026.

Penundaan Tender dan Konflik Timur Tengah Jadi Tantangan

Di sisi lain, perusahaan menghadapi sejumlah tantangan sepanjang paruh pertama tahun ini.

Penundaan tender beberapa kontrak jangka panjang untuk Offshore Support Vessel (OSV) di pasar domestik membuat utilisasi armada masih berfluktuasi karena mayoritas kapal masih beroperasi menggunakan kontrak jangka pendek.

Selain itu, konflik geopolitik di Timur Tengah turut memengaruhi sebagian armada Wintermar yang sebelumnya direncanakan beroperasi di kawasan tersebut.

Fokus pada Armada Milik, Pendapatan Chartering Menurun

Berbeda dengan bisnis kapal milik, pendapatan Divisi Chartering mengalami penurunan 40,5% YoY menjadi US$1,6 juta.

Penurunan tersebut merupakan bagian dari strategi perusahaan yang kini lebih memprioritaskan peningkatan utilisasi armada milik karena menawarkan margin keuntungan yang jauh lebih tinggi dibandingkan kapal sewaan.

Akibatnya, laba kotor divisi chartering turun menjadi sekitar US$110 ribu, dari sebelumnya US$200 ribu pada Semester I-2025.

Sebaliknya, segmen Layanan Lainnya justru menunjukkan pertumbuhan positif. Pendapatan meningkat 40,8% YoY menjadi US$3,4 juta, didorong oleh peningkatan pendapatan berbasis jasa (fee-based income). Laba kotor segmen ini naik menjadi US$1,5 juta.

Laba Bruto Melonjak Hampir 77%

Seiring meningkatnya aktivitas operasional, beban langsung divisi kapal milik naik 12% YoY menjadi US$21,7 juta.

Kenaikan terutama berasal dari:

depresiasi kapal yang meningkat 16,8% menjadi US$8 juta,
biaya awak kapal yang naik 25,6% akibat peningkatan sertifikasi kru untuk kapal Dynamic Positioning (DP) dan operasi internasional.

Di sisi lain, biaya pemeliharaan turun 2,5% menjadi sekitar US$4 juta, sementara biaya bahan bakar justru menyusut 40% karena selama kapal beroperasi biaya bahan bakar ditanggung penyewa.

Efisiensi tersebut membuat laba bruto Wintermar melonjak 76,9% YoY menjadi US$24,9 juta, dengan sekitar US$23,3 juta berasal dari Divisi Kapal Milik.

Beban Bunga Turun, Laba Per Saham Meningkat

Wintermar juga mencatat perbaikan pada struktur pembiayaannya. Beban bunga turun 6,8% YoY menjadi US$1 juta, sedangkan pendapatan bunga meningkat 25,7% menjadi US$400 ribu.

Namun demikian, perusahaan masih membukukan rugi dari perusahaan asosiasi sebesar US$1,6 juta akibat rendahnya utilisasi armada yang sedang menjalani perbaikan.

Selain itu, depresiasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyebabkan kerugian selisih kurs sebesar US$400 ribu.

Meski menghadapi sejumlah tekanan tersebut, laba per saham (EPS) tetap meningkat menjadi Rp31,1, dibandingkan Rp25,05 pada Semester I-2025.

Prospek Semester II-2026

Memasuki paruh kedua tahun ini, Wintermar berpeluang mempertahankan tren pertumbuhan. Kontribusi dari akuisisi FOS yang mulai dikonsolidasikan pada Semester II diperkirakan akan menambah pendapatan perusahaan.

Di sisi lain, perusahaan masih mencermati perkembangan tender kontrak jangka panjang di sektor offshore domestik serta dinamika geopolitik global yang dapat memengaruhi penempatan armada. Apabila utilisasi kapal terus meningkat dan kontrak jangka panjang mulai terealisasi, kinerja Wintermar berpotensi kembali mencatatkan pertumbuhan hingga akhir 2026.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Cipta Selera Murni (CSMI) Buka Suara soal Kinerja dan Volatilitas Saham, Ungkap Strategi Ekspansi NWS Chicken

6 September 2026 - 19:59 WIB

PT Cipta Selera Murni Tbk (IDX: CSMI)

Bank Aladin Syariah (BANK) Buka Suara Soal Lonjakan Pergerakan Saham, Tegaskan Tak Ada Informasi Material

6 September 2026 - 19:39 WIB

PT Bank Aladin Syariah Tbk (IDX: BANK)

Metrodata (MTDL) Percepat Adopsi Agentic AI, Bidik AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru Perseroan

6 September 2026 - 19:29 WIB

PT Metrodata Electronics Tbk (IDX: MTDL)

HABCO Tambah Modal Rp320 Miliar Lewat PMTHMETD, Siapkan Dana untuk Armada Kapal dan Bayar Utang Bank

6 September 2026 - 19:23 WIB

PT Habco Trans Maritima Tbk (HATM)

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)
Trending di Bisnis