Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

Wall Street Bersiap Dibuka Melemah, Investor Cermati Konflik Timur Tengah dan Laporan Keuangan Raksasa Teknologi

badge-check


					Wall Street Bergerak Datar Perbesar

Wall Street Bergerak Datar

BIZBUZ.ID – Kontrak berjangka (futures) saham Amerika Serikat bergerak nyaris tidak berubah pada perdagangan Minggu malam waktu setempat, setelah tiga indeks utama Wall Street menutup pekan lalu di zona merah.

Sentimen pasar masih dibayangi oleh pelemahan saham sektor semikonduktor, meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah, serta penantian laporan keuangan sejumlah perusahaan teknologi raksasa yang akan dirilis pekan ini.

Futures Wall Street Bergerak Datar

Menjelang pembukaan perdagangan, kontrak berjangka menunjukkan pergerakan yang relatif terbatas.

  • S&P 500 Futures turun sekitar 0,1%
  • Nasdaq-100 Futures bergerak mendatar
  • Dow Jones Futures melemah sekitar 84 poin atau 0,2%

Pergerakan tersebut mencerminkan sikap hati-hati investor setelah pekan lalu pasar saham AS mengalami tekanan cukup besar.

Tiga Indeks Utama Catat Kerugian Mingguan

Wall Street mengakhiri pekan sebelumnya dengan kinerja negatif.

  • S&P 500 turun 1,6%
  • Nasdaq Composite anjlok 2,9%
  • Dow Jones Industrial Average melemah 0,9%

Tekanan terbesar datang dari sektor semikonduktor yang mengalami aksi jual cukup tajam.

Bahkan, VanEck Semiconductor ETF (SMH) mencatat penurunan hampir 9%, sekaligus menjadi penurunan mingguan ketiga dalam empat pekan terakhir.

Saham Chip Diperkirakan Masih Rentan

Chief Market Technician BTIG, Jonathan Krinsky, menilai tekanan terhadap saham semikonduktor kemungkinan belum berakhir.

Menurutnya, meski sektor tersebut berpeluang mengalami rebound jangka pendek, tanda-tanda terbentuknya titik balik (bottom) yang kuat masih belum terlihat.

Krinsky menilai lonjakan volume transaksi pada saham-saham seperti Micron beberapa waktu lalu membuat koreksi yang terjadi saat ini masih tergolong wajar dan belum menunjukkan fase kapitulasi pasar.

Bursa Asia Bergerak Beragam

Perdagangan di kawasan Asia-Pasifik pada Senin pagi berlangsung bervariasi seiring meningkatnya kekhawatiran investor terhadap konflik di Timur Tengah.

Beberapa indeks utama mencatat pergerakan sebagai berikut:

  • Kospi (Korea Selatan) turun 0,74%
  • Kosdaq melemah 1,66%
  • S&P/ASX 200 (Australia) naik 0,34%

Sementara itu, pasar saham Jepang ditutup karena hari libur nasional.

Konflik AS-Iran Kembali Memanas

Perhatian investor juga tertuju pada meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran.

Militer Amerika Serikat melanjutkan operasi militernya dengan melancarkan serangan terhadap Iran untuk malam kesembilan secara berturut-turut.

Operasi tersebut disebut bertujuan mengurangi kemampuan Iran dalam mengancam jalur pelayaran komersial di Selat Hormuz, salah satu jalur distribusi minyak terpenting di dunia.

Di sisi lain, Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi seorang personel militer tambahan tewas dalam konflik terbaru tersebut.

CENTCOM juga mengungkap telah menemukan sisa-sisa jenazah yang belum teridentifikasi di dekat lokasi serangan Iran di Yordania pada 17 Juli lalu yang sebelumnya menewaskan dua personel militer AS.

Perkembangan ini meningkatkan kekhawatiran pasar terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah.

Harga Minyak Melonjak

Meningkatnya eskalasi konflik langsung mendorong kenaikan harga minyak dunia.

  • West Texas Intermediate (WTI) naik sekitar 3% hingga diperdagangkan di atas US$85 per barel.
  • Brent Crude juga menguat sekitar 3% ke level di atas US$91 per barel.

Kenaikan harga minyak berpotensi kembali memicu kekhawatiran terhadap inflasi global apabila konflik terus berlanjut.

Investor Menanti Laporan Keuangan Big Tech

Selain faktor geopolitik, perhatian pasar pekan ini juga tertuju pada musim laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar Amerika Serikat.

Beberapa emiten yang paling dinantikan meliputi:

  • Alphabet – dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Rabu setelah penutupan pasar.
  • Tesla – melaporkan kinerja pada hari yang sama.
  • Intel – dijadwalkan merilis laporan keuangan pada Kamis.

Khusus Intel, perusahaan tersebut menjadi sorotan setelah harga sahamnya anjlok sekitar 13% sepanjang pekan lalu seiring pelemahan sektor semikonduktor.

Pasar Diperkirakan Tetap Berfluktuasi

Dengan kombinasi tekanan dari sektor teknologi, lonjakan harga minyak, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah, volatilitas diperkirakan masih akan mewarnai perdagangan Wall Street dalam beberapa hari ke depan.

Di sisi lain, laporan keuangan dari perusahaan-perusahaan teknologi berkapitalisasi besar diperkirakan akan menjadi katalis utama yang menentukan arah pergerakan pasar pada pekan ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 20 Juta Saham WINR untuk Tambah Free Float

4 September 2026 - 21:13 WIB

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)
Trending di Saham