Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

PT Singaraja Putra (SINI) Kantongi Kontrak Tambang Batubara Bernilai Puluhan Triliun, Dorong Prospek Kinerja Jangka Panjang

badge-check


					PT Singaraja Putra (SINI) Kantongi Kontrak Tambang Batubara Bernilai Puluhan Triliun, Dorong Prospek Kinerja Jangka Panjang Perbesar

 PT Singaraja Putra Tbk. (IDX: SINI) mengumumkan perolehan kontrak penting melalui dua anak usahanya yang bergerak di sektor pertambangan batubara. Penandatanganan Perjanjian Jasa Pertambangan Batubara dilakukan pada 23 Juli 2026 bersama PT Petrosea Tbk. (IDX: PTRO), membuka potensi pendapatan hingga sekitar Rp57,05 triliun sepanjang masa kontrak.

Kontrak tersebut ditandatangani oleh PT Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP). Keduanya akan melaksanakan pekerjaan pengupasan lapisan penutup (overburden removal) dan penggalian batubara di wilayah Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Perseroan menjelaskan bahwa masa pekerjaan berlaku selama umur tambang (Life of Mine), sehingga memberikan prospek pendapatan jangka panjang bagi kedua entitas anak usaha.

Untuk proyek yang dikerjakan oleh PBC, estimasi produksi batubara mencapai 42 juta ton dengan volume pengupasan lapisan tanah penutup sekitar 189 juta BCM. Dari proyek tersebut, potensi total pendapatan diperkirakan mencapai USD 2,604 miliar atau sekitar Rp45,57 triliun, dengan asumsi batubara berkalori GAR 4200.

Sementara itu, CBP diproyeksikan memproduksi sekitar 8 juta ton batubara melalui pengupasan lapisan penutup sebanyak 40 juta BCM. Nilai estimasi pendapatan dari kontrak ini mencapai USD 656 juta atau sekitar Rp11,48 triliun, berdasarkan asumsi batubara berkalori GAR 5000.

Secara keseluruhan, kedua kontrak tersebut memiliki potensi nilai sekitar USD 3,26 miliar atau setara dengan Rp57,05 triliun selama masa kontrak berlangsung.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia, manajemen menyatakan bahwa penandatanganan perjanjian jasa pertambangan ini akan mendukung realisasi target produksi batubara dan memberikan kontribusi terhadap kinerja keuangan Perseroan.

Perolehan kontrak berskala besar ini menjadi salah satu katalis positif bagi PT Singaraja Putra Tbk., mengingat proyek memiliki durasi hingga umur tambang sehingga berpotensi memberikan pendapatan yang berkesinambungan dalam jangka panjang.

Meski demikian, realisasi pendapatan tetap akan bergantung pada pelaksanaan operasional tambang, tingkat produksi aktual, serta berbagai faktor industri pertambangan, termasuk kondisi pasar batubara ke depan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center

5 September 2026 - 09:34 WIB

PT Puradelta Lestari Tbk (IDX: DMAS)

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)
Trending di Saham