Menu ✖

Mode Gelap
Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham RANS Entertainment (RANS) Klarifikasi Isu Pengerahan Warga Berbayar di RANS Carnival Yogyakarta Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026 Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham Laba Bersih CBDK Melonjak 39% Jadi Rp1,82 Triliun hingga September 2026

Saham

Saham MDIA Terkonsentrasi, 94,31% Dikuasai Sejumlah Pemegang Saham

badge-check


					PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perbesar

PT Bursa Efek Indonesia (BEI)

JAKARTA – Struktur kepemilikan saham PT Intermedia Capital Tbk (MDIA) masuk dalam daftar Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi (High Shareholding Concentration) Bursa Efek Indonesia (BEI).

Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-HSC-00058/BEI.WAS/08-2026 yang juga merujuk dokumen Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) Nomor KSEI-5982/DIR/0826, sejumlah pemegang saham MDIA secara agregat menguasai 94,31% dari total saham perseroan.

Data tersebut didasarkan pada metodologi penentuan Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi atas struktur kepemilikan saham dalam bentuk warkat dan tanpa warkat per 12 Agustus 2026.

Dengan tingkat kepemilikan mencapai 94,31%, porsi saham MDIA yang berada di tangan sejumlah pemegang saham tersebut tergolong sangat dominan dibandingkan keseluruhan saham perseroan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil saham MDIA yang berada di luar kelompok pemegang saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tersebut.

Namun, BEI menegaskan bahwa pengumuman mengenai kepemilikan saham terkonsentrasi tinggi tidak serta-merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan maupun ketentuan yang berlaku di bidang pasar modal.

Pengumuman tersebut disampaikan BEI bersama KSEI pada 14 Agustus 2026 untuk menjadi perhatian para pemangku kepentingan dan investor.

Dari perspektif pasar, informasi mengenai konsentrasi kepemilikan menjadi salah satu aspek yang penting dicermati karena dapat memberikan gambaran mengenai struktur pemegang saham dan tingkat saham yang tersebar di publik.

Meski demikian, status MDIA dalam pengumuman tersebut tidak dapat langsung diartikan sebagai indikasi pelanggaran atau masalah kepatuhan.

Investor tetap perlu melihat informasi tersebut bersama keterbukaan informasi lain yang disampaikan perseroan serta perkembangan struktur kepemilikan saham MDIA.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Komisaris AKPI Henry Liem Kurangi Kepemilikan 250 Ribu Saham

5 November 2026 - 11:15 WIB

PT Argha Karya Prima Industry Tbk (AKPI)

Indo Boga Sukses (IBOS) Buka Flagship Segafredo Caffè di Sleman, Grand Opening 7 November

4 November 2026 - 08:23 WIB

PT Indo Boga Sukses Tbk (IBOS) - (Foto: Istimewa www.financialreview.id/)

BEI Pertahankan Suspensi Saham MENN dan SOUL, Belum Sampaikan Laporan Keuangan Semester I-2026

4 November 2026 - 08:20 WIB

Bursa Efek Indonesia

Sandiaga Uno Borong 915.000 Saham MUTU, Kini Kantongi 9,51 Juta Saham

30 Oktober 2026 - 08:31 WIB

PT Mutuagung Lestari Tbk (MUTU

EPAC Siapkan Rights Issue Maksimal 2 Miliar Saham, Dana untuk Ekspansi dan Bayar Utang

30 Oktober 2026 - 08:20 WIB

PT Megalestari Epack Sentosaraya Tbk (EPAC)
Trending di Saham