Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

Saham JELI Sempat Diguncang Antrean Jual 68 Juta Lot, Niramas Utama Buka Suara

badge-check


					Saham JELI Sempat Diguncang Antrean Jual 68 Juta Lot, Niramas Utama Buka Suara Perbesar

JAKARTA – PT Niramas Utama Tbk (JELI) akhirnya memberikan penjelasan resmi terkait munculnya antrean penawaran jual (offer) dalam jumlah sangat besar pada perdagangan saham perseroan yang sempat mengundang perhatian pelaku pasar.

Dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), perseroan menjelaskan bahwa pada perdagangan 30 Juli 2026 sempat terlihat antrean penawaran jual sekitar 68 juta lot. Jumlah tersebut jauh melampaui total saham Perseroan yang tercatat di BEI, yakni sekitar 12,66 juta lot, termasuk sekitar 2,66 juta lot saham yang dimiliki masyarakat.

Manajemen menegaskan bahwa angka tersebut merupakan pesanan jual yang tercantum dalam order book, bukan transaksi yang telah benar-benar terjadi di pasar.

Perseroan menyatakan kemunculan antrean jual dalam jumlah tidak wajar tersebut memicu perhatian investor dan bertepatan dengan meningkatnya tekanan jual serta volatilitas pada saham JELI. Situasi itu dinilai berpotensi memengaruhi persepsi investor terhadap perdagangan saham perusahaan.

Karena itu, Niramas Utama menyampaikan klarifikasi guna memastikan investor memperoleh informasi yang akurat, memadai, dan berimbang.

BEI: Bukan Gangguan Sistem maupun Serangan Siber

Berdasarkan hasil pertemuan antara Perseroan dan Bursa Efek Indonesia pada 30 Juli 2026, BEI menjelaskan bahwa kejadian tersebut bukan disebabkan oleh gangguan sistem perdagangan Bursa, serangan siber (cyberattack), maupun gangguan teknis (glitch).

Dari hasil penelusuran awal, Bursa menemukan adanya indikasi ketidaksesuaian dalam penyampaian pesanan jual oleh salah satu Anggota Bursa (AB). Kondisi tersebut menyebabkan munculnya penawaran jual dengan jumlah yang jauh melebihi saham Perseroan yang sebenarnya tercatat di BEI.

Saat ini, indikasi tersebut masih dalam proses penelaahan lebih lanjut oleh Bursa terhadap pihak-pihak terkait.

Tidak Berdampak pada Operasional dan Keuangan

Manajemen JELI menegaskan bahwa meski insiden tersebut memicu sentimen negatif di pasar hingga menyebabkan tekanan jual dan pergerakan harga saham yang tidak wajar, kondisi tersebut tidak memberikan dampak material terhadap operasional perusahaan.

Perseroan memastikan kegiatan usaha, kondisi hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan bisnis tetap berjalan normal dengan fundamental yang tetap terjaga.

Selain itu, perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus menerapkan prinsip Good Corporate Governance (GCG), menjaga transparansi informasi kepada investor, regulator, serta seluruh pemangku kepentingan.

Perseroan juga menyatakan akan tetap fokus pada pengembangan usaha dan peningkatan kinerja guna menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemegang saham di tengah dinamika pasar dan ekonomi global.

Dengan klarifikasi tersebut, Niramas Utama berharap investor dapat memahami bahwa gejolak yang terjadi lebih berkaitan dengan mekanisme penyampaian order di pasar, bukan karena memburuknya kondisi fundamental perusahaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 20 Juta Saham WINR untuk Tambah Free Float

4 September 2026 - 21:13 WIB

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)
Trending di Saham