JAKARTA — Emiten pengembang properti PT Triniti Dinamik Tbk (kode emiten: TRUE) menyampaikan pengoreksian resmi atas Laporan Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum Perdana Saham (IPO). Melalui surat koreksi bernomor 114/TD/VII/2026, manajemen merevisi laporan sebelumnya guna menjaga transparansi publik serta akuntabilitas tata kelola perusahaan di bursa.
Berdasarkan laporan yang ditandatangani oleh Presiden Direktur TRUE, Yohanes Eddy Christiant, perseroan mencatatkan total perolehan dana kotor dari aksi IPO yang efektif per 31 Mei 2021 tersebut sebesar Rp151,39 miliar (Rp151.397.000.000).
Setelah dikurangi total biaya emisi dan penawaran umum sebesar Rp3,77 miliar (Rp3.777.536.500), TRUE mengantongi hasil realisasi bersih dana IPO sebesar Rp147,61 miliar (Rp147.619.463.500).
Realisasi Penyerapan Dana IPO
Dari total dana bersih sebesar Rp147,61 miliar tersebut, perseroan telah merealisasikan penyerapan dana sebesar Rp81,71 miliar (Rp81.719.463.500) atau sekitar 55,36% dari target prospektus.
Rincian realisasi penggunaan dana IPO TRUE hingga periode penutupan laporan adalah sebagai berikut:
-
Pembelian Ruang Kantor: Perseroan telah merealisasikan 100% rencana anggaran sebesar Rp22,80 miliar (15,45% dari total dana bersih).
-
Pengembangan Proyek District East: Dari alokasi prospektus sebesar Rp81,00 miliar (54,87%), perseroan baru menyerap Rp15,10 miliar atau setara 10,23% dari total dana bersih.
-
Tambahan Modal Kerja: Dari target prospektus sebesar Rp43,82 miliar (29,68%), dana yang telah terserap mencapai Rp33,82 miliar atau 22,91% dari total dana bersih.
Sisa Dana dan Penempatan
Atas realisasi penggunaan dana tersebut, TRUE saat ini masih mengantongi sisa dana hasil penawaran umum sebesar Rp65,90 miliar (Rp65.900.000.000).
Manajemen menjelaskan bahwa sisa dana sebesar Rp65,90 miliar tersebut saat ini ditempatkan pada PT Sarijaya Batamsantoso yang merupakan pihak ketiga (non-afiliasi) dengan tingkat bunga/bagi hasil sebesar 0%.
Breakdown Biaya Emisi IPO
Dalam laporan rincian biaya penawaran umum sebesar Rp3,77 miliar, komponen terbesar dialokasikan untuk biaya jasa penjaminan emisi (underwriting fee) yaitu sebesar Rp1,69 miliar (44,93%).
Komponen biaya lainnya meliputi jasa profesi penunjang pasar modal sebesar Rp1,19 miliar (31,50%), biaya atributif langsung/lain-lain sebesar Rp412,53 juta (10,92%), biaya lembaga penunjang pasar modal sebesar Rp175,00 juta (4,63%), serta management fee dan selling fee masing-masing sebesar Rp151,39 juta (4,01%).












