JAKARTA – PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI) mengumumkan telah terjadi transaksi pengalihan saham yang meningkatkan kepemilikan pemegang saham pengendalinya, PT Wahana Konstruksi Mandiri, dari 51% menjadi 52% dari total saham yang ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Keterbukaan informasi tersebut disampaikan Perseroan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan PT Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 23 September 2026. Transaksi pengalihan saham tersebut dilaksanakan pada 21 September 2026.
Dalam transaksi tersebut, PT Wahana Konstruksi Mandiri membeli 62,5 juta saham ASLI atau setara 1% dari total modal ditempatkan dan disetor penuh Perseroan.
Saham tersebut dibeli dari Sulistiono, yang merupakan pemegang saham nonafiliasi Perseroan.
Harga transaksi ditetapkan sebesar Rp325 per saham, sehingga nilai keseluruhan transaksi mencapai Rp20,31 miliar.
Penyelesaian transaksi dilakukan melalui mekanisme Delivery Versus Payment (DVP) dengan BNI Sekuritas sebagai pihak pembeli dan NH Korindo Sekuritas sebagai pihak penjual.
Kepemilikan PT Wahana Konstruksi Mandiri Naik Menjadi 52%
Sebelum transaksi, PT Wahana Konstruksi Mandiri memiliki 3.187.500.000 saham atau setara 51% dari total saham Perseroan.
Setelah transaksi selesai, kepemilikannya bertambah menjadi 3.250.000.000 saham atau setara 52% dari seluruh modal ditempatkan dan disetor PT Asri Karya Lestari Tbk.
Perseroan menegaskan bahwa transaksi tersebut merupakan transaksi antar pemegang saham sehingga PT Asri Karya Lestari Tbk tidak bertindak sebagai penjual maupun pembeli. Perseroan juga tidak mengeluarkan ataupun menerima dana terkait pelaksanaan transaksi tersebut.
Selain itu, dana yang digunakan PT Wahana Konstruksi Mandiri untuk membeli saham berasal dari sumber dana internal perusahaan tersebut. ASLI juga memastikan tidak memberikan pinjaman, pendanaan, penjaminan, maupun bentuk dukungan keuangan lainnya kepada PT Wahana Konstruksi Mandiri dalam transaksi tersebut.
Bertujuan Investasi Jangka Panjang
Berdasarkan informasi yang diterima Perseroan, pembelian saham dilakukan PT Wahana Konstruksi Mandiri untuk meningkatkan kepemilikan sebagai bagian dari investasi jangka panjang.
Perseroan juga memastikan bahwa setelah transaksi tersebut, kepemilikan saham oleh masyarakat yang bukan merupakan pemegang saham pengendali maupun pemegang saham utama tetap memenuhi ketentuan free float yang ditetapkan oleh Bursa Efek Indonesia.












