PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk (PACK) kembali mencatatkan penerbitan saham baru melalui konversi Obligasi Wajib Konversi (OWK).
Berdasarkan laporan PT Adimitra selaku Biro Administrasi Efek tertanggal 2 Oktober 2026, sebanyak 241,15 juta unit OWK PACK telah dikonversi menjadi 2,4115 juta saham baru.
Konversi tersebut berasal dari OWK dengan kode PACK-01-CB. Pelaksanaan konversi dilakukan pada 30 September 2026, sedangkan saham hasil konversinya diterbitkan pada 2 Oktober 2026.
Adimitra menyampaikan permohonan kepada PT Bursa Efek Indonesia agar saham baru hasil konversi tersebut dapat dicatatkan di bursa.
Saham PACK Bertambah
Setelah adanya konversi tersebut, jumlah saham PACK mengalami peningkatan.
Sebelum konversi, total saham yang telah diterbitkan tercatat sebanyak 34.119.123.451 saham.
Setelah tambahan 2.411.500 saham dari konversi OWK, jumlah saham PACK menjadi 34.121.534.951 saham.
Artinya, aksi konversi tersebut menambah jumlah saham beredar sebanyak 2,4115 juta saham.
Di sisi lain, jumlah nominal OWK yang masih tersisa juga mengalami penurunan.
Sisa OWK Menyusut Rp241,15 Juta
Sebelum konversi, nominal OWK PACK tercatat sebesar 6.521.489.300.
Setelah dilakukan konversi senilai 241.150.000, sisa nominal OWK menjadi 6.280.339.300.
Dengan demikian, proses konversi tidak hanya menambah jumlah saham PACK, tetapi sekaligus mengurangi porsi OWK yang masih beredar.
Konversi tersebut dilakukan berdasarkan permohonan pemegang Obligasi Wajib Konversi PT Abadi Nusantara Hijau Investama Tbk.
Saham dan Sisa OWK Dicatatkan di BEI
PT Adimitra selaku Biro Administrasi Efek kemudian meminta agar saham hasil konversi dan sisa OWK PACK dapat dicatatkan di Bursa Efek Indonesia.
Aksi konversi OWK menjadi saham merupakan salah satu mekanisme yang dapat mengubah struktur permodalan perusahaan karena instrumen utang tersebut beralih menjadi kepemilikan saham.
Bagi investor PACK, bertambahnya jumlah saham perlu diperhatikan karena perubahan jumlah saham dapat memengaruhi struktur kepemilikan dan perhitungan rasio per saham, tergantung pada kondisi fundamental dan jumlah saham yang beredar secara keseluruhan.
Laporan tersebut ditandatangani Helda Dominggus selaku Head of Operational PT Adimitra.












