Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

MSCI Rombak Indeks Agustus 2026, CPIN Turun Kelas, GOTO Terdepak dan 9 Saham Indonesia Keluar dari Small Cap

badge-check


					MSCI Rombak Indeks Agustus 2026, CPIN Turun Kelas, GOTO Terdepak dan 9 Saham Indonesia Keluar dari Small Cap Perbesar

Pengelola indeks global MSCI kembali melakukan perubahan komposisi sejumlah indeks saham dalam August 2026 Index Review. Untuk pasar Indonesia, hasil evaluasi kali ini berdampak pada 11 emiten, baik melalui perubahan kelas indeks maupun penghapusan dari konstituen.

MSCI mengumumkan hasil tinjauan tersebut pada 12 Agustus 2026, dengan seluruh perubahan dijadwalkan mulai berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Perubahan paling mencolok terjadi pada PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN). Emiten produsen pakan ternak dan produk perunggasan tersebut tidak lagi berada di kelompok MSCI Global Standard, tetapi masuk ke MSCI Global Small Cap.

Sementara itu, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) menjadi emiten Indonesia yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard. Di sisi lain, tidak ada saham Indonesia yang memperoleh tambahan konstituen baru di kelompok Global Standard pada peninjauan Agustus 2026.

CPIN Turun dari Global Standard ke Small Cap

Perubahan posisi CPIN perlu dicermati karena emiten tersebut sebenarnya tidak sepenuhnya keluar dari cakupan indeks MSCI.

CPIN dihapus dari MSCI Global Standard, tetapi secara bersamaan ditambahkan ke MSCI Global Small Cap. Artinya, perubahan tersebut merupakan pergeseran kelas indeks, bukan penghapusan CPIN dari seluruh indeks MSCI.

Perubahan ini berkaitan dengan penyesuaian kapitalisasi dan kriteria konstituen dalam evaluasi MSCI.

Sementara itu, GOTO benar-benar keluar dari daftar konstituen MSCI Global Standard dan tidak tercatat sebagai saham yang ditambahkan ke kelompok Small Cap berdasarkan daftar perubahan yang disampaikan dalam tinjauan kali ini.

Sembilan Saham Keluar dari MSCI Global Small Cap

Selain perubahan pada CPIN dan GOTO, MSCI juga menghapus sembilan saham Indonesia dari kelompok MSCI Global Small Cap.

Sembilan emiten tersebut meliputi:

  • PT Bank Jago Tbk (ARTO)
  • PT Bukalapak.com Tbk (BUKA)
  • PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA)
  • PT MD Entertainment Tbk (FILM)
  • PT Medikaloka Hermina Tbk (HEAL)
  • PT MNC Tourism Indonesia Tbk (KPIG)
  • PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU)
  • PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR)
  • PT Transcoal Pacific Tbk (TCPI)

Dengan demikian, total terdapat 11 saham Indonesia yang mengalami perubahan konstituen dalam hasil August 2026 Index Review: dua emiten mengalami perubahan pada kelompok Global Standard, sedangkan sembilan lainnya dikeluarkan dari Global Small Cap.

Tidak Ada Saham Indonesia Baru di Global Standard

Untuk MSCI Global Standard Indexes, Indonesia tidak memperoleh tambahan konstituen baru.

Sebaliknya, CPIN dan GOTO mengalami perubahan posisi. CPIN berpindah ke kelompok Small Cap, sedangkan GOTO keluar dari Global Standard.

Kondisi ini membuat jumlah saham Indonesia dalam kelompok Global Standard berkurang setelah penyesuaian berlaku.

Perubahan tersebut juga berpotensi menjadi perhatian investor yang menggunakan indeks MSCI sebagai acuan pengelolaan portofolio. Rebalancing indeks dapat mendorong penyesuaian kepemilikan saham oleh investor yang strategi investasinya mengikuti indeks tertentu.

MSCI Masih Membekukan Perubahan untuk Indonesia

Perubahan kali ini juga berlangsung dalam konteks kebijakan MSCI yang sebelumnya telah menerapkan pembekuan terhadap sejumlah perubahan terkait saham dan pasar Indonesia.

Kebijakan tersebut diumumkan MSCI pada 24 Juni 2026. Dalam kondisi pembekuan ini, MSCI membatasi implementasi tertentu terkait inklusi saham baru, peningkatan bobot, maupun perubahan klasifikasi yang berkaitan dengan pasar Indonesia.

MSCI masih mempertahankan Indonesia dalam kelompok Emerging Markets. Namun, MSCI sebelumnya membuka ruang konsultasi mengenai kemungkinan perubahan klasifikasi Indonesia apabila perkembangan reformasi pasar modal dinilai tidak berjalan sesuai harapan hingga periode evaluasi berikutnya.

China Catat Perubahan Terbesar di Asia Pasifik

Dibandingkan Indonesia, sejumlah negara Asia Pasifik mengalami perubahan konstituen yang lebih besar dalam Global Standard Indexes.

China mencatat penambahan 33 sekuritas dan penghapusan 32 sekuritas, menjadikannya negara dengan jumlah perubahan terbesar dalam kawasan tersebut.

Taiwan mencatat enam penambahan dan enam penghapusan. Sementara India mendapatkan empat tambahan dan mengalami tiga penghapusan.

Jepang mencatat satu penambahan dan dua penghapusan. Korea memperoleh satu tambahan, tetapi empat saham dikeluarkan. Australia tidak mendapatkan saham baru dan mengalami empat penghapusan.

Adapun Filipina dan Singapura masing-masing mencatat satu saham yang dihapus dari indeks.

Efektif 31 Agustus 2026

Seluruh perubahan konstituen hasil August 2026 Index Review akan berlaku pada penutupan perdagangan 31 Agustus 2026.

Bagi pasar Indonesia, perhatian utama tertuju pada perubahan CPIN yang bergeser dari Global Standard ke Global Small Cap, GOTO yang keluar dari Global Standard, serta sembilan emiten yang dikeluarkan dari MSCI Global Small Cap.

Perubahan indeks tersebut bukan merupakan penilaian langsung terhadap prospek fundamental masing-masing perusahaan. Namun, bagi investor, perubahan komposisi MSCI tetap penting diperhatikan karena dapat memicu penyesuaian portofolio dan perubahan arus dana dari investor yang menggunakan indeks sebagai benchmark.

Dengan demikian, hasil evaluasi MSCI Agustus 2026 tidak sekadar menunjukkan siapa yang masuk dan keluar indeks, tetapi juga menggambarkan perubahan posisi relatif sejumlah saham Indonesia dalam radar investasi global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 20 Juta Saham WINR untuk Tambah Free Float

4 September 2026 - 21:13 WIB

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)
Trending di Saham