JAKARTA – Struktur kepemilikan saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) menjadi perhatian Bursa Efek Indonesia (BEI). Berdasarkan data kepemilikan saham per 6 Agustus 2026, sebanyak 93,89% saham BAJA tercatat terkonsentrasi pada sejumlah pemegang saham.
Informasi tersebut disampaikan BEI melalui Pengumuman Nomor Peng-HSC-00057/BEI.WAS/08-2026 mengenai Kepemilikan Saham Terkonsentrasi Tinggi PT Saranacentral Bajatama Tbk.
Pengumuman tersebut disusun berdasarkan metodologi penentuan konsentrasi tinggi kepemilikan saham yang memperhitungkan struktur kepemilikan dalam bentuk saham warkat atau scrip maupun saham tanpa warkat (scripless).
Dari hasil pengolahan data per 6 Agustus 2026, BEI mencatat saham BAJA yang dimiliki oleh kelompok pemegang saham dalam jumlah terbatas secara agregat mencapai 93,89% dari seluruh saham BAJA.
Bukan Indikasi Pelanggaran
Tingginya konsentrasi kepemilikan saham tersebut tidak secara otomatis menunjukkan adanya pelanggaran terhadap ketentuan pasar modal.
BEI secara tegas menyatakan bahwa pengumuman mengenai konsentrasi tinggi kepemilikan saham tidak serta-merta mengindikasikan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku di pasar modal.
Dengan demikian, informasi tersebut lebih menggambarkan kondisi struktur kepemilikan saham BAJA pada periode pengamatan.
Konsentrasi kepemilikan yang tinggi berarti sebagian besar saham perusahaan berada di tangan jumlah pemegang saham yang relatif terbatas. Kondisi tersebut dapat menjadi informasi penting bagi investor karena berkaitan dengan tingkat saham yang tersedia untuk diperdagangkan secara lebih luas di pasar.
Likuiditas Saham Jadi Perhatian
Dalam konteks pasar saham, konsentrasi kepemilikan menjadi salah satu faktor yang dapat diperhatikan investor ketika menilai karakteristik perdagangan suatu emiten.
Semakin besar porsi saham yang terkumpul pada pemegang saham tertentu, semakin kecil pula proporsi saham yang berada di tangan publik atau berpotensi aktif berpindah tangan di pasar, meskipun besaran free float tidak dapat disimpulkan hanya dari angka konsentrasi 93,89% tersebut.
Karena itu, investor tetap perlu melihat data kepemilikan dan free float secara keseluruhan sebelum menarik kesimpulan mengenai likuiditas saham BAJA.
Data BEI dan KSEI
Pengumuman konsentrasi kepemilikan tersebut diterbitkan BEI pada 10 Agustus 2026. Data yang digunakan mengacu pada struktur kepemilikan saham BAJA per 6 Agustus 2026.
Informasi tersebut juga mencantumkan referensi dari PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan nomor KSEI-5817/DIR/0826.












