Menu

Mode Gelap
Toyota Celica Dikabarkan Bangkit Lagi, Siap Hadir dengan Mesin 400 HP dan Hybrid 500 HP Volkswagen Siapkan Restrukturisasi Besar, Hingga 50.000 Karyawan Berpotensi Kena PHK Chainlink Ungkap Nilai Aset Dunia Nyata di Blockchain Tembus US$340 Miliar, Tokenisasi Diprediksi Melonjak Hingga US$4 Triliun Michael Saylor Tegaskan Warga Amerika Bebas Promosikan Bitcoin Tanpa Lisensi, Ini Alasannya DMAS Raup Marketing Sales Rp1,15 Triliun di Semester I-2026, 75% Permintaan Lahan Industri Datang dari Data Center BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

Saham

GoTo Batalkan ESOP Berbasis Saham Tresuri, Pilih Pangkas Modal dengan Membatalkan 32,19 Miliar Saham

badge-check


					GoTo Batalkan ESOP Berbasis Saham Tresuri, Pilih Pangkas Modal dengan Membatalkan 32,19 Miliar Saham Perbesar

JAKARTA – PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (BEI: GOTO) mengumumkan perubahan rencana pengalihan saham tresuri hasil program pembelian kembali (buyback) saham. Perseroan memutuskan untuk membatalkan program kepemilikan saham bagi karyawan dan manajemen (ESOP/MSOP) yang semula akan menggunakan saham tresuri, dan menggantinya dengan pengurangan modal melalui pembatalan saham tersebut.

Informasi tersebut disampaikan dalam keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat Nomor 071/GOTO/CS/JKT/VII/2026 tertanggal 28 Juli 2026.

Batalkan ESOP, 32,19 Miliar Saham Akan Dihapus

GoTo menjelaskan bahwa perubahan ini mengacu pada ketentuan POJK Nomor 29 Tahun 2023 mengenai pembelian kembali saham oleh perusahaan terbuka.

Sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) pada 18 Juni 2025, pemegang saham telah menyetujui penggunaan seluruh saham hasil buyback periode 12 Juni 2024 hingga 11 Juni 2025 untuk program Employee Stock Ownership Program (ESOP) dan Management Stock Ownership Program (MSOP).

Jumlah saham tresuri yang dimaksud mencapai 32.186.417.803 saham Seri A.

Namun, setelah melakukan evaluasi terhadap berbagai faktor, termasuk kondisi pasar global dan domestik, kepentingan perseroan, serta upaya memberikan nilai yang optimal bagi seluruh pemegang saham, GoTo memutuskan untuk membatalkan pelaksanaan program ESOP/MSOP tersebut.

Sebagai gantinya, seluruh 32,19 miliar saham Seri A hasil buyback akan dibatalkan atau ditarik kembali melalui mekanisme pengurangan modal.

Masih Menunggu Persetujuan Pemegang Saham

Perseroan menyatakan bahwa rencana pengurangan modal tersebut tetap akan mengikuti seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk POJK Nomor 29 Tahun 2023 dan POJK Nomor 15 Tahun 2020 mengenai penyelenggaraan Rapat Umum Pemegang Saham.

Oleh karena itu, GoTo akan meminta persetujuan pemegang saham dalam RUPS yang akan dijadwalkan setelah seluruh kajian internal dan persiapan perusahaan selesai dilakukan.

Perseroan juga berkomitmen menyampaikan informasi lebih lanjut kepada publik sesuai ketentuan pasar modal pada waktu yang tepat.

Nasib Buyback Periode 2025–2026 Masih Dikaji

Selain perubahan atas saham hasil buyback periode 2024–2025, GoTo juga mengungkapkan bahwa perusahaan masih mengkaji rencana pengalihan saham tresuri yang berasal dari program pembelian kembali saham periode 19 Juni 2025 hingga 18 Juni 2026.

Hingga saat ini, jumlah saham tresuri dari program buyback terbaru tersebut mencapai 7.593.660.600 saham Seri A.

Manajemen menyebut berbagai opsi masih dipertimbangkan dengan memperhatikan kondisi pasar, kepentingan perusahaan, serta manfaat terbaik bagi pemegang saham. Keputusan akhir akan mengacu pada ketentuan pengalihan saham tresuri sebagaimana diatur dalam Pasal 16 dan Pasal 21 POJK Nomor 29 Tahun 2023.

Tidak Berdampak pada Operasional

GoTo menegaskan bahwa perubahan rencana pengalihan saham tresuri ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional, kondisi hukum, keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan.

Dengan langkah ini, GOTO memilih untuk mengurangi jumlah saham beredar melalui pembatalan saham tresuri, alih-alih mendistribusikannya kepada karyawan dan manajemen melalui program ESOP/MSOP. Keputusan tersebut diharapkan dapat memberikan struktur permodalan yang lebih optimal dengan tetap memperhatikan kepentingan seluruh pemegang saham.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BEI Umumkan Saham SAFE Masuk Daftar Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi, 98,14% Dikuasai Segelintir Pemegang Saham

5 September 2026 - 06:27 WIB

PT Steady Safe Tbk (IDX: SAFE)

Verah Wahyudi S Wong Divestasi 3,12 Juta Saham TAMA, Kepemilikan Turun Jadi 9,67%

4 September 2026 - 21:26 WIB

PT Lancartama Sejati Tbk (TAMA)

Maybank Sekuritas Indonesia Hapus Kepemilikan 1,38 Miliar Saham ASLI, Ini Alasannya

4 September 2026 - 21:23 WIB

PT Asri Karya Lestari Tbk (IDX: ASLI)

Direktur JARR Temmy Iskandar Borong 11.000 Saham Jhonlin Agro Raya untuk Investasi

4 September 2026 - 21:16 WIB

PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR)

Pemenang Nusantara Internasional Lepas 20 Juta Saham WINR untuk Tambah Free Float

4 September 2026 - 21:13 WIB

PT Winner Nusantara Jaya Tbk (WINR)
Trending di Saham