BIZBUZ.ID – PT Pelayaran Nasional Ekalya Purnamasari Tbk (IDX: ELPI) kedatangan pemegang saham baru dengan porsi kepemilikan yang signifikan. Berdasarkan laporan keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK), GMT Kapital Asia kini menguasai 1.795.500.000 saham atau setara 18,85% dari total hak suara perusahaan.
Laporan kepemilikan saham tersebut tercatat pada 1 Agustus 2026, sementara transaksi dilakukan pada 15 Juli 2026 dan efektif tercatat pada 16 Juli 2026.
GMT Kapital Asia yang dalam laporan tercatat sebagai pihak yang menjabat di jajaran direksi melaporkan bahwa sebelum transaksi berlangsung, pihaknya belum memiliki saham ELPI. Setelah transaksi selesai, kepemilikannya langsung meningkat menjadi hampir seperlima dari total saham yang memiliki hak suara.
Transaksi tersebut dilakukan melalui mekanisme Repurchase Agreement (Repo) dengan harga pelaksanaan sebesar Rp350 per saham. Dalam dokumen yang disampaikan kepada regulator, tujuan transaksi dijelaskan sebagai investasi jangka panjang.
Masuknya GMT Kapital Asia sebagai pemegang saham dengan kepemilikan 18,85% berpotensi menjadi salah satu perkembangan penting bagi struktur kepemilikan ELPI. Meski demikian, dalam laporan tersebut ditegaskan bahwa kepemilikan tersebut tidak mengubah status pengendalian perusahaan, sehingga GMT Kapital Asia bukan merupakan pihak pengendali baru di emiten pelayaran tersebut.
Selain itu, laporan juga menyebutkan bahwa kepemilikan dilakukan secara langsung, tanpa melibatkan efek bersifat ekuitas lain yang belum dilaksanakan (exercise). Tidak terdapat pula informasi mengenai kelompok pemegang saham terorganisasi maupun kuasa pelaporan dari pihak lain.
Sesuai ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 mengenai pelaporan kepemilikan atau perubahan kepemilikan saham perusahaan terbuka, setiap perubahan kepemilikan yang memenuhi ambang batas wajib dilaporkan kepada OJK sebagai bentuk transparansi kepada investor dan publik.
Hingga laporan tersebut disampaikan, belum terdapat keterangan lebih lanjut dari perseroan mengenai dampak strategis masuknya GMT Kapital Asia terhadap arah bisnis maupun kebijakan perusahaan ke depan.












