JAKARTA — PT Petrosea Tbk (PTRO) kembali menghentak panggung bursa saham tanah air. Emiten kontraktor pertambangan ternama ini resmi mengeksekusi aksi korporasi jumbo dengan menambah porsi kepemilikan sahamnya secara signifikan di PT Singaraja Putra Tbk (SINI).
Berdasarkan Keterbukaan Informasi dan Laporan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka (POJK 4/2024) yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Jumat (24/7/2026), Petrosea membeli sebanyak 237.893.000 lembar saham biasa SINI pada 23 Juli 2026.
Transaksi raksasa ini diselesaikan pada harga eksekusi Rp 5.000 per lembar saham, sehingga total nilai dana segar yang digelontorkan Petrosea mencapai Rp 1,189 triliun (Rp 1.189.465.000.000).
Lompatan Kepemilikan hingga 19,88%
Sebelum transaksi ini dilaksanakan, Petrosea tercatat hanya mengapit 1.212.000 unit saham SINI atau setara dengan porsi hak suara sebesar 0,25%. Namun, paska aksi borong saham skala besar ini, total kepemilikan saham Petrosea melambung pesat menjadi 239.105.000 unit saham, atau setara dengan porsi hak suara 19,88%.
Dalam laporan resmi OJK bernomor LK/24072026/0021/1 tersebut, manajemen Petrosea menegaskan bahwa status kepemilikan saham ini bersifat langsung dengan tujuan transaksi murni untuk kepentingan investasi strategis.
Sinyal Sinergi Integrasi Bisnis Tambang & Infrastruktur
Suntikan modal triliunan rupiah dari Petrosea ke SINI diyakini para pelaku pasar sebagai langkah strategis jangka panjang. Sebagai emiten yang berfokus pada jasa pertambangan, rekayasa, dan infrastruktur, masuknya Petrosea ke Singaraja Putra Tbk memperkuat sinergi operasional antar emiten pertambangan dan energi.
Laporan terkini ini juga sekaligus mengoreksi laporan kepemilikan saham sebelumnya bernomor LK/24072026/0018/1 tanggal 24 Juli 2026. Dengan penetapan kepemilikan resmi ini, Petrosea kini kukuh menjadi salah satu pemegang saham kunci di PT Singaraja Putra Tbk.












