BIZBUZ.ID – Ethereum (ETH) kembali menunjukkan sinyal positif setelah indikator Market Value to Realized Value (MVRV) mencatat Golden Cross, sebuah pola teknikal yang selama ini kerap menjadi pertanda berakhirnya fase kapitulasi dan dimulainya tren kenaikan harga.
Data terbaru menunjukkan rasio MVRV harian Ethereum berhasil menembus Simple Moving Average (SMA) 160 hari, sebuah perkembangan yang dalam beberapa tahun terakhir sering diikuti reli signifikan pada harga ETH.
Golden Cross MVRV Pernah Mendahului Reli Besar Ethereum
Dalam tiga tahun terakhir, sinyal Golden Cross pada indikator MVRV beberapa kali muncul sebelum Ethereum mencatat lonjakan harga yang tajam.
Pada awal 2023, akhir 2023 hingga kuartal pertama 2024, kuartal kedua 2024, dan kuartal ketiga 2024, Ethereum masing-masing mengalami kenaikan sekitar 50%, 166%, 74%, dan 113% setelah indikator tersebut terbentuk.
Fenomena tersebut mencerminkan perubahan kondisi pasar dari fase distribusi menuju fase akumulasi, di mana tekanan beli mulai mengalahkan aksi jual.
Dana ETF Ethereum Terus Mengalir
Sentimen positif juga diperkuat oleh meningkatnya minat investor institusional terhadap Ethereum.
Selama tiga pekan berturut-turut, ETF Ethereum spot kembali mencatat arus dana masuk (inflow). Pada pekan terakhir saja, nilai inflow mencapai US$103,9 juta, sehingga total arus masuk bersih sepanjang Juli mencapai US$337,74 juta.
Masuknya dana institusional ini dinilai memperkuat optimisme pasar terhadap prospek Ethereum dalam jangka menengah hingga panjang.
Whale Borong Ethereum
Selain ETF, aktivitas investor besar atau whale juga menunjukkan tren akumulasi yang agresif sejak Juni.
Jumlah dompet yang menyimpan 1.000 hingga 10.000 ETH meningkat dari sekitar 4.750 menjadi 4.850 wallet pada akhir Juli.
Sementara itu, kelompok mega whale yang memiliki lebih dari 100.000 ETH kini menguasai sekitar 17,41 juta ETH, atau lebih dari 22% dari total pasokan Ethereum yang beredar.
Di sisi lain, perusahaan Bitmine, yang dikenal sebagai perusahaan publik dengan cadangan Ethereum terbesar, juga menambah kepemilikannya lebih dari 9.900 ETH dalam sepekan terakhir.
Aksi akumulasi tersebut turut mendukung kenaikan harga Ethereum sekitar 27% dalam satu bulan terakhir.
Permintaan Ethereum Lampaui Bitcoin
Data pasar juga memperlihatkan bahwa permintaan terhadap Ethereum mulai mengungguli Bitcoin.
Hal tersebut tercermin dari meningkatnya rasio ETH/BTC, yang mengindikasikan performa Ethereum lebih kuat dibandingkan Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir.
Selain itu, jumlah Ethereum yang dikunci (staking) di jaringan terus bertambah. Nilai aset yang di-staking meningkat dari sekitar 63 miliar pada awal Juli menjadi sekitar 77 miliar, menunjukkan semakin banyak investor memilih menyimpan ETH untuk jangka panjang dibanding menjualnya di pasar.
Level Harga yang Perlu Diperhatikan
Pada perdagangan terbaru, harga Ethereum naik sekitar 0,85% dalam 24 jam terakhir ke kisaran US$1.939. Kenaikan tersebut juga memicu likuidasi posisi short senilai lebih dari US$100 juta.
Secara teknikal, analis menilai area US$1.850 hingga US$1.900 menjadi zona support penting yang harus dipertahankan agar sinyal Golden Cross tetap valid.
Apabila ETH mampu menembus dan bertahan di atas moving average (MA) 200 hari di sekitar US$2.134, peluang pembalikan tren jangka panjang akan semakin kuat dan membuka jalan menuju area resistensi berikutnya di kisaran US$2.300.
Investor Pantau Kebijakan The Fed
Meski prospek Ethereum terlihat semakin positif, investor masih mencermati sejumlah faktor makro yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga dalam waktu dekat.
Beberapa agenda penting yang menjadi perhatian pasar antara lain pengumuman suku bunga Federal Reserve (The Fed), rencana pemungutan suara CLARITY Act di Senat Amerika Serikat pada 3 Agustus, serta perkembangan konflik geopolitik di Timur Tengah.
Kombinasi faktor fundamental, arus dana institusional, serta sinyal teknikal yang menguat membuat Ethereum kembali menjadi salah satu aset kripto yang paling diperhatikan pelaku pasar dalam beberapa pekan ke depan.












