JAKARTA – Direktur PT NICK – Charnic Capital Tbk (NICK), Nicholas Santoso, menambah kepemilikannya di saham perseroan melalui serangkaian transaksi pembelian pada 14 Agustus 2026.
Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 18 Agustus 2026, Nicholas tercatat membeli saham NICK sebanyak 1.400 saham dalam tujuh transaksi pembelian.
Setelah transaksi tersebut, kepemilikan Nicholas di NICK meningkat dari sebelumnya 165.100 saham menjadi 166.500 saham.
Dengan demikian, terjadi penambahan kepemilikan sebanyak 1.400 saham. Meski jumlah saham bertambah, porsi hak suara Nicholas tetap tercatat sebesar 0,03% baik sebelum maupun setelah transaksi.
Seluruh transaksi pembelian dilakukan pada 14 Agustus 2026 dengan harga yang bervariasi.
Rinciannya, Nicholas membeli 200 saham pada harga Rp1.475 per saham, kemudian 100 saham di harga Rp1.470, serta 200 saham pada harga Rp1.480 per saham.
Selanjutnya, terdapat pembelian 300 saham pada harga Rp1.500, 200 saham di harga Rp1.490, 200 saham pada harga Rp1.495, dan 200 saham terakhir di harga Rp1.485 per saham.
Jika dihitung berdasarkan masing-masing harga transaksi, nilai pembelian saham tersebut mencapai sekitar Rp2,08 juta.
Seluruh saham yang dibeli merupakan saham biasa dan berstatus kepemilikan langsung.
Dalam laporan tersebut, Nicholas mencantumkan tujuan transaksi sebagai investasi. Ia juga tidak tercatat sebagai pihak yang memberikan keterangan mengenai pengendalian perusahaan dan tidak terdapat informasi bahwa transaksi tersebut ditujukan untuk mempertahankan pengendalian.
Laporan kepemilikan tersebut disampaikan berdasarkan ketentuan POJK Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Aksi pembelian saham oleh direksi menjadi salah satu informasi yang dapat dicermati investor karena menunjukkan adanya perubahan kepemilikan oleh pihak internal perusahaan.
Meski demikian, dengan kepemilikan pascatransaksi sebesar 0,03%, posisi Nicholas Santoso masih merupakan kepemilikan minoritas dan tidak menunjukkan perubahan pengendalian atas NICK.












