Berdasarkan laporan kepemilikan saham yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 15 Oktober 2026, Lim Chai Hock mengurangi kepemilikannya di emiten pertambangan batu bara tersebut dari 1.087.150.000 saham menjadi 987.149.000 saham.
Dengan harga transaksi Rp11.200 per saham, nilai penjualan saham tersebut mencapai sekitar Rp1,12 triliun.
Laporan bernomor LK/15102026/0017/1 itu menyebutkan transaksi dilakukan dengan tujuan divestasi. Lim Chai Hock tercatat sebagai anggota direksi BYAN sekaligus warga negara asing (WNA).
Setelah transaksi, persentase hak suara Lim Chai Hock di Bayan Resources turun dari 3,26% menjadi 2,96%. Meski jumlah saham yang dimiliki berkurang, ia masih tercatat memiliki hampir 987,15 juta saham BYAN.
Dalam laporan tersebut, status kepemilikan saham Lim Chai Hock tercatat sebagai kepemilikan tidak langsung. Ia juga menyatakan tidak mempertahankan pengendalian atas perseroan.
Penjualan saham ini dilaporkan sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 4 Tahun 2024 tentang Laporan Kepemilikan atau Perubahan Kepemilikan Saham Perusahaan Terbuka dan Aktivitas Menjaminkan Saham Perusahaan Terbuka.
Transaksi tersebut menjadi informasi penting bagi investor untuk mencermati perubahan kepemilikan saham oleh jajaran direksi BYAN. Namun, penjualan saham oleh seorang pengurus tidak dengan sendirinya menunjukkan perubahan fundamental atau prospek bisnis perusahaan.












