JAKARTA – PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (BEI: UNSP) akan menerbitkan 14.505.112.734 saham baru melalui mekanisme Penambahan Modal Tanpa Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMTHMETD). Penerbitan saham tersebut dijadwalkan berlangsung pada 4 Agustus 2026.
Informasi tersebut disampaikan Perseroan kepada PT Bursa Efek Indonesia (BEI) melalui surat bernomor HM.03.03/31/7/4/CPSB/CPSB/EDII-26 tertanggal 31 Juli 2026.
Sebelum aksi korporasi ini dilakukan, jumlah saham beredar UNSP tercatat sebanyak 2.500.162.344 saham. Setelah seluruh saham baru diterbitkan, jumlah saham Perseroan akan meningkat menjadi 17.005.275.078 saham.
Seluruh saham tambahan tersebut berasal dari pelaksanaan PMTHMETD, yaitu skema penambahan modal tanpa memberikan hak memesan efek terlebih dahulu kepada pemegang saham yang ada.
Penerbitan saham baru melalui PMTHMETD umumnya dilakukan perusahaan terbuka untuk berbagai kebutuhan pendanaan, seperti memperkuat struktur permodalan, mendukung ekspansi usaha, maupun melaksanakan restrukturisasi keuangan, sesuai tujuan yang telah memperoleh persetujuan regulator dan pemegang saham.
Dengan bertambahnya lebih dari 14,5 miliar saham, jumlah saham beredar UNSP akan meningkat lebih dari enam kali lipat dibandingkan sebelum aksi korporasi. Investor juga perlu memperhatikan potensi perubahan komposisi kepemilikan maupun dampak dilusi terhadap kepemilikan saham setelah proses penerbitan selesai.
Perseroan menyatakan penerbitan saham hasil PMTHMETD akan efektif pada 4 Agustus 2026, sesuai jadwal yang telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia.












